21 February 2018

Alasan Kenapa Pria Lebih Jarang Moody Dibanding Wanita

Alasan Kenapa Pria Lebih Jarang Moody Dibanding Wanita

Halodoc, Jakarta – Dibandingkan pria, katanya wanita itu lebih moody. Suasana hati sering berubah-ubah dan tidak menentu. Hal ini pun terjadi begitu saja sehingga kadang membuat orang di sekitar jadi serba salah. Lalu, kenapa hal ini bisa terjadi ya?

Menurut psikiater kenamaan Julie Holland yang juga menulis buku Moody Bitches: The Truth About the Drugs You’re Taking, the Sleep You’re Missing, the Sex You’re Not Having, and What’s Really Making You Crazy, wanita memang punya banyak alasan yang bikin mood-nya naik turun seperti roller coaster.

Bukan berarti pria tidak bisa moody, hanya saja wanita lebih ekspresif dan emosional dalam mengungkapkan perasaannya. Sehingga ketika mood-nya sedang baik atau tidak bakalan tergambar atau terbaca jelas oleh lingkungan sekitarnya. Berbeda dengan pria yang lebih santai dan menyimpan apa-apa yang dia rasakan dalam hati saja.

  1. Fisiologi Pria Berbeda dengan Wanita

Otak pria dan wanita memang didesain berbeda oleh Tuhan. Pernah dengar tidak kalau otak wanita itu sangat kompleks. Wanita lebih bisa multitasking ketimbang pria. Bahkan, ketika berhubungan intim sekali pun, wanita bisa memikirkan hal berbeda apakah lampu depan sudah dimatikan atau email untuk si bos sepertinya ada yang salah pengejaannya, padahal dia jelas-jelas sedang melakukan women on top!

  1. Gengsi Mendiskusikan Perasaannya

Bukannya tak pernah moody, tapi memang pria gengsi mendiskusikan perasaannya. Dia cenderung menyimpan sendiri karena ogah dianggap lemah. Ketika ditanya pun, para pria cenderung menarik diri dan tidak mau membahas lebih lanjut. Kondisi ini yang seringkali membuat salah paham antara pria dan wanita. Ketika pria sedang tidak mood, wanita menanyakan berulang kali sebagai wujud perhatian, sedangkan pria justru risih ketika pasangannya menanyakan hal tersebut.

  1. Memilih untuk Menyelesaikan Problemnya Sendiri

Tidak seperti wanita yang butuh salon, shopping, curhat berjam-jam dengan teman atau solo-traveling, pria tidak membutuhkan “drama” untuk menuntaskan mood yang up and down tersebut. Oke, pria butuh waktu berpikir, sendiri, merenung sambal melakukan hobinya mungkin. Setelah itu selesai. Tanpa drama dan tangisan.

  1. Pria Menjadi Moody karena Pasangannya Moody

Kenyataannya memang begitu, moody-nya wanita bisa mempengaruhi emosinya si pria juga. Apalagi kalau si pria dianggap tidak mengerti si wanita, didiamkan salah, diajak ngobrol juga salah. Terus maunya apa? Jadilah si pria juga ikutan moody. Nah, buat kamu para wanita jangan “menularkan” emosi tidak stabil kamu ke pasangan, ya.

 

Baca juga Bagian Tubuh Pria yang Paling Menarik Bagi Wanita

 

Dari sisi medis, moody juga bisa juga merupakan tanda kejiwaan yang perlu diwaspadai. Jika moody yang dialami “tidak terkendali” alias sering berubah-ubah, bisa jadi ada gangguan kejiwaan bahkan tanda depresi.

Apalagi kalau diiringi perasaan sedih tak berkesudahan dan tidak ada orang yang mengerti dan memahami diri. Paling fatal dari depresi adalah keinginan untuk menyakiti diri sendiri dengan keputusan final mengakhiri hidup.

Jadi sebaiknya, jika kamu atau orang di sekitar pernah mengalami perasaan seperti ini, sebaiknya kamu segera bicarakan dengan dokter. Gunakan aplikasi Halodoc untuk bicara dengan dokter melalui Voice/Video Call dan Chat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.