Ini 7 Alasan Lansia Kerap Mengalami Gangguan Jiwa

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini 7 Alasan Lansia Kerap Mengalami Gangguan Jiwa

Halodoc, Jakarta - Orang dewasa yang lebih tua, atau lansia, ternyata memberikan kontribusi penting kepada masyarakat sebagai anggota keluarga, sukarelawan, dan aktif di lingkungan kerja. Meski sebagian besar terbilang memiliki kondisi mental yang sehat dan normal, faktanya banyak orang dewasa lebih tua berisiko tinggi mengalami masalah gangguan jiwa, gangguan yang berkaitan dengan neurologis, dan gangguan kesehatan. Seiring semakin bertambahnya usia, mereka cenderung mengalami beberapa kondisi secara bersamaan. 

Apa Alasan Lansia Kerap Mengalami Gangguan Jiwa?

Gangguan jiwa bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa muda, hingga orang-orang lanjut usia. Masing-masing berbeda penyebabnya, tetapi cenderung saling terkait. Sebenarnya, apa alasan lansia kerap mengalami gangguan jiwa? 

  • Mengalami penyakit kronis. 

  • Gangguan fisik.

  • Kesendirian.

  • Adanya perubahan besar dalam kehidupan.

  • Konsumsi obat tertentu dan penyalahgunaan alkohol.

  • Pola makan yang buruk.

  • Masalah kesehatan yang menyebabkan demensia. 

Baca juga: 4 Penyakit Jiwa yang Bisa Terjadi pada Orang di Lingkungan Sekitar

Orang yang lebih tua mungkin mengalami stres kehidupan yang umum bagi semua orang, tapi turut serta pula stresor yang lebih umum di kemudian hari, misalnya penurunan kemampuan fungsional karena bertambahnya usia. Contohnya, orang yang lebih tua mengalami penurunan mobilitas, sakit kronis, tubuh lemah, dan kondisi medis lainnya yang memerlukan perawatan jangka panjang. 

Selain itu, para lansia lebih mengalami peristiwa seperti berkabung atau penurunan status ekonomi dengan menjalani periode pensiun. Kamu harus tahu, semua pemicu stres ini dapat mengakibatkan isolasi, kesepian, atau tekanan psikologis pada orang tua. Kondisi ini yang membuat mereka memerlukan perawatan jangka panjang. 

Baca juga: Kesepian Bisa Menyebabkan Depresi?

Kesehatan mental juga berkaitan dengan gangguan jiwa dan berdampak pada kesehatan fisik, begitu pula sebaliknya. Misalnya, pada orang dewasa yang lebih tua dengan kondisi kesehatan fisik seperti penyakit jantung memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi daripada mereka yang sehat. Selain itu, depresi yang tidak ditangani pada lansia dengan penyakit jantung memberikan dampak yang cukup signifikan. 

Orang dewasa yang lebih tua lebih rentan terhadap pelecehan, termasuk pelecehan fisik, verbal, psikologis, finansial, bahkan seksual. Pelecehan ini tak hanya menyebabkan cedera fisik, tetapi juga pada konsekuensi psikologis yang serius dan terkadang berlangsung lama, termasuk depresi dan kecemasan. 

Demensia dan Depresi adalah Gangguan Jiwa Paling Umum pada Lansia

Demensia dan depresi adalah dua gangguan yang paling sering terjadi. Demensia adalah sindrom yang bisa bersifat kronis maupun progresif. Ini ditandai dengan terjadinya kemunduran memori, pemikiran, perilaku, dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Meski sering terjadi pada lansia, demensia bukan bagian dari proses penuaan yang terjadi secara alami. 

Baca juga: Hati-Hati, 5 Hal Ini Bisa Sebabkan Demensia

Sementara itu, depresi menyebabkan gangguan fungsi dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, gejalanya sering terabaikan hingga berada pada fase yang sudah sulit ditangani karena terjadi bersamaan dengan masalah lain yang dihadapi para lansia. Depresi juga meningkatkan persepsi kesehatan yang buruk. 

Itu tadi tujuh alasan mengapa gangguan jiwa lebih sering ditemui pada lansia. Jika kamu memiliki kerabat seorang lansia yang menunjukkan tanda-tanda masalah kejiwaan, jangan ragu untuk mengajaknya berkonsultasi langsung pada dokter. Buat janji dengan dokter favorit di rumah sakit pilihanmu, lihat caranya di sini. Supaya lebih mudah lagi, download juga aplikasi Halodoc di ponsel kamu, ya!