• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Pemberian Tetanus Toksoid Bisa Mencegah Tetanus

Alasan Pemberian Tetanus Toksoid Bisa Mencegah Tetanus

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Sudah familiar kan dengan penyakit tetanus? Penyakit yang disebabkan infeksi kuman ini bisa membuat tubuh pengidapnya kaku dan tegang di seluruh tubuhnya. Hal yang perlu ditegaskan, kondisi ini merupakan kondisi yang bisa mengancam nyawa, lho.

Bakteri atau penyebab tetanus bisa masuk ke dalam tubuh melalui kulit (luka pada kulit). Kemudian, bakteri nakal ini akan mengeluarkan racun yang menyerang saraf. Pertanyaanya, bagaimana sih cara mencegah tetanus? Benarkah pemberian tetanus toksoid atau vaksin tetanus ampuh untuk mencegah penyakit ini? 

Baca juga: Suntik Tetanus Setelah Injak Paku, Seberapa Perlu?

Bakteri yang Merusak Saraf

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya untuk berkenalan dulu dengan penyebab penyakit ini. Bakteri Clostridium tetani merupakan penyebab utama terjadinya infeksi tetanus. Bakteri ini umumnya terdapat dalam debu, tanah, serta kotoran hewan dan manusia.

Bakteri tetanus sering kali masuk ke tubuh melalui luka terbuka akibat cedera atau luka bakar. Jika berhasil memasuki tubuh, bakteri tetanus berkembang biak dan melepas neurotoksin, yaitu racun yang menyerang sistem saraf.

Nah, menyoal tetanus ini terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadi infeksi tetanus. Misalnya:

  • Sistem imun yang lemah.

  • Seseorang yang tidak menjalani infeksi tetanus dengan lengkap.

  • Luka yang tidak dibersihkan, sehingga bisa menyebabkan masuknya spora tetanus ke dalam tubuh. 

  • Benda asing yang yang menyebabkan luka, contohnya tertancap paku.

Kembali ke tajuk utama, benarkah tetanus toksoid atau vaksin tetanus bisa mencegah penyakit ini? 

Baca juga: Alasan Penyakit Tetanus Bisa Mengancam Nyawa

Vaksin yang Menguatkan Imun

Ketika bakteri tetanus telah mengeluarkan racun yang merusak saraf, maka tubuh pasien akan mengalami kekakuan dan kelumpuhan otot. Lantas, bagaimana sih cara mencegah penyakit ini? Cara paling efektif dan simpel untuk mencegah tetanus adalah melalui vaksin.

Nah, vaksin tetanus ini berisi tetanus toksoid, yaitu zat yang bentuk kimiawinya menyerupai racun tetanus, tetapi tak merusak saraf. Ketika tubuh diberikan vaksin tetanus, akan sistem imun seseorang akan membentuk zat antibodi terhadap racun yang dihasilkan oleh kuman tetanus. 

Dengan kata lain, ketika tubuh terinfeksi bakteri tetanus di kemudian hari, tubuh seseorang yang sudah mendapatkan vaksin akan lebih kuat untuk melawan bakteri penyebab tetanus. 

Vaksin tetanus ini sendiri beragam, salah satunya vaksin DPT. Vaksin ini merupakan kombinasi untuk mencegah penyakit difteri, tetanus, dan pertusis. Proses vaksinasi ini harus diberikan dalam lima tahap, yaitu pada usia 2, 4, 6, 18 bulan, dan 4–6 tahun.

Baca juga: Vaksin Tetanus untuk Anak, Lakukan 5 Persiapan Ini

Awasi Gejala yang Muncul 

Kira-kira gejala seperti apa yang bakal terjadi ketika bakteri tetanus masuk ke dalam tubuh? Neurotoksin yang mengacaukan kinerja saraf dapat menyebabkan pengidapnya mengalami kejang dan kekakuan otot. Nah, kondisi ini merupakan gejala tetanus yang utama. 

Gejala ini dapat menyebabkan rahang pengidap mengatup rapat dan tidak bisa dibuka atau biasa disebut dengan istilah rahang terkunci (lockjaw). Di samping itu, seseorang yang terserang infeksi tetanus juga bisa mengalami gangguan menelan. 

Ingat, jangan main-main dengan tetanus. Infeksi tetanus yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menyebabkan komplikasi, bahkan berakibat fatal. Misalnya, menyebabkan emboli paru, pneumonia, gagal ginjal akut, hingga jantung berhenti secara tiba-tiba. Selain itu, komplikasi tetanus juga bisa menyebabkan kerusakan otak akibat kurangnya pasokan oksigen hingga kematian. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Tetanus. 
Healthline. Diakses pada 2020. Tetanus (Lockjaw). 
WebMD (2017). Understanding Tetanus - Prevention
Ikatan Dokter Anak Indonesia (2017). Jadwal Imunisasi 2017.