• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Pengidap Dermatitis Atopik Rentan Alami Alergi Telur
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Pengidap Dermatitis Atopik Rentan Alami Alergi Telur

Alasan Pengidap Dermatitis Atopik Rentan Alami Alergi Telur

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 27 Juli 2020
Alasan Pengidap Dermatitis Atopik Rentan Alami Alergi Telur

Halodoc, Jakarta - Dermatitis atopik (eksim) merupakan suatu kondisi yang membuat kulit memerah dan gatal. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak-anak, tapi juga dapat terjadi pada usia berapapun. Dermatitis atopik bersifat kronis dan cenderung kambuh secara berkala. 

Banyak orang dengan eksim merasakan reaksi terhadap makanan meskipun sebelumnya tidak ada alergi. Kondisi digambarkan sebagai sensitivitas atau intoleransi makanan, khususnya setelah makan telur. Dengan sensitivitas makanan, gejala gastrointestinal dapat memicu eksim pada beberapa orang. 

Baca juga: Begini Cara Atasi Dermatitis Atopik

Hubungan Dermatitis Atopik dan Alergi Telur

Alasan dermatitis atopik cenderung terjadi sebagai reaksi alergi makanan (khususnya telur) masih menjadi suatu misteri. Alergi merupakan respons imun abnormal terhadap alergen yang tidak berbahaya (seperti makanan atau serbuk sari). Sebaliknya, dermatitis atopik merupakan salah satu dari beberapa gangguan atopik di mana reaksi hipersensitif terjadi akibat paparan alergen pada bagian lain dari tubuh. 

Dermatitis atopik adalah “pintu masuk” tubuh untuk alergi, sehingga fungsi penghalang kulit berkurang. Ketika struktur sel-sel kulit runtuh, itu tidak hanya menyebabkan kelembaban tetapi memungkinkan alergen atau iritasi menyusup ke jaringan yang rentan. Pada saatnya, ini memicu respons imun dalam bentuk peradangan. 

Hipersensitif sistem kekebalan terhadap berbagai alergen yang ditemui pada kulit, menyebabkan respons berlebihan ketika alergi tersebut dimakan atau dihirup. Meningkatnya paparan alergen makanan (misalnya telur) tampaknya memperbesar risiko. Ini menunjukkan bahwa lingkungan berperan sama kuatnya dalam pengembangan dermatitis atopik, alergi sebagai fisiologi. 

Pada beberapa orang, alergi makanan dapat memicu dermatitis atopik dengan menyebabkan gatal dan bengkak. Menggaruk hanya akan memperburuk keadaan kulit. 

Baca juga: 6 Cara Merawat Eksim Atopik

Makanan yang Memicu Dermatitis Atopik

Meskipun alergi makanan sebenarnya tidak menyebabkan eksim, mereka dapat memicu memperburuk gejala eksim yang sudah ada. Proses memicu dapat bervariasi tergantung pada jenis makanan yang dimana serta respons imunologis setiap orang. 

  • Alergi Makanan Mediasi IgE

Alergi makanan sebenarnya dipicu oleh reaksi yang disebut respons sistem imun berperantara imunoglobulin E (IgE). Alergen makanan menyebabkan ikatan silang Ige dan aktivasi sel mast dan basofil yang melepaskan histamin dan menyebabkan gejala alergi. Makanan yang paling mungkin memicu respons IgE pada orang dengan dermatitis atopik juga merupakan salah satu alergen makanan yang paling umum, yaitu telur (alergi yang enam kali lebih sering pada bayi dengan dermatitis atopik), susu, kedelai, gandum, dan kacang tanah.

Alergi makanan yang berhubungan dengan IgE mungkin sulit untuk didiagnosis dan dihindari karena banyak makanan yang memicu digunakan sebagai bahan dalam makanan lain dan produk non-makanan. 

  • Alergi Makanan Non-IgE

Alergi makanan yang tidak dimediasi IgE adalah alergi ketika IgE tidak terlihat. Ini merupakan reaksi hipersensitivitas yang terutama terjadi di usus setelah makanan tertentu dimakan. Di antaranya adalah penyakit celiac, enterocolitis yang diinduksi makanan berprotein, dan proctocolitis alergi (terutama terlihat pada bayi). 

Alergi makanan non-IgE dapat bermanifestasi dengan gejala gastrointestinal, seperti muntah, diare, gas, dan sakit perut dan gejala eksim. Alergi makanan non-IgE berbeda dari alergi makanan IgE karena gejalanya cenderung tertunda sampai makanan masuk ke usus, sehingga membuatnya lebih sulit untuk didiagnosis. Alergen makanan yang dimediasi non-IgE yang paling umum terkait dengan dermatitis atopik meliputi susu, telur, gandum, dan kedelai. 

Baca juga: 4 Tips untuk Ibu Jika Bayi Alami Dermatitis Atopik

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai makanan pemicu alergi dermatitis atopik. Jika kamu memiliki alergi makanan yang dapat memicu gangguan kulit, segeralah bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Yuk, download aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2020. How Eczema and Food Allergies Are Linked.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Atopic dermatitis (eczema).