Alasan Stunting Dapat Sebabkan Mikrosefali pada Anak

Alasan Stunting Dapat Sebabkan Mikrosefali pada Anak

Halodoc, Jakarta – Stunting adalah kondisi yang terjadi karena adanya gangguan gizi kronis. Ini biasanya dialami pada periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Stunting yang menyerang anak biasanya menyebabkan ukuran atau proporsi tubuh anak terlihat normal, namun sebenarnya tidak.

Umumnya, anak yang mengalami stunting akan memiliki tubuh yang lebih pendek dibanding anak-anak seusianya. Kondisi ini tidak bisa lagi ditangani setelah anak memasuki usia dua tahun. Maka dari itu, pencegahan dan penanganan segera sangat dibutuhkan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Pemenuhan gizi di seribu hari pertama bisa menjadi cara terbaik untuk mengatasi kondisi ini.

Selain berpengaruh pada tinggi badan anak, kondisi ini ternyata juga bisa memicu mikrosefali. Apa alasannya?

Baca juga: Cegah Anak Stunting dengan 4 Cara Ini

Mikrosefali (microcephaly) alias mikrosefalus merupakan kondisi yang menyebabkan kepala bayi memiliki ukuran tidak normal. Kondisi yang tergolong langka ini menyebabkan ukuran kepala bayi lebih kecil dari ukuran normal.

Kondisi ini juga sering ditandai dengan menyusutnya ukuran otak. Mikrosefali juga menyebabkan organ tersebut tidak berkembang dengan sempurna. Kondisi ini biasanya sudah ada sejak bayi lahir, namun bisa juga terjadi seiring berjalannya waktu.

Gejala khas dari kondisi ini adalah ukuran kepala bayi yang jauh lebih kecil. Menentukan ukuran normal kepala bayi bisa ditentukan melalui pengukuran lingkar kepala atau bagian atas kepala. Selain itu, ada beberapa gejala yang juga muncul, seperti bayi sering menangis, kejang, serta gangguan penglihatan dan berbicara.

Kondisi ini juga bisa memicu gejala berupa gangguan gerak dan keseimbangan tubuh bayi, hilang pendengaran, serta panjang badan rendah. Mikrosefali juga bisa memicu gejala berupa terhambatnya perkembangan bayi untuk belajar berdiri, duduk, atau berjalan, hingga gangguan mental.

Baca juga: Penanganan yang Dapat Dilakukan Saat Anak Terkena Mikrosefali

Mengapa Stunting bisa Menyebabkan Mikrosefali?

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan bayi mengalami mikrosefali. Ternyata, stunting juga bisa menjadi pemicu kelainan yang satu ini. Kekurangan gizi kronis yang menjadi penyebab stunting ternyata juga bisa memicu mikrosefali.

Malnutrisi parah pada janin meningkatkan risiko penyakit ini menyerang. Selain itu, apa saja penyebab mikrosefali pada bayi?

  • Cedera Otak

Cedera otak menjadi salah satu penyebab mikrosefali. Jenis cedera otak yang bisa memicu kelainan adalah trauma otak atau hypoxia-ischemia. Kondisi ini terjadi karena otak kekurangan pasokan oksigen. Biasanya, cedera ini terjadi sebelum atau saat kelahiran.

Baca juga: Cedera Otak Bisa Sebabkan Disartria

  • Infeksi pada Ibu Hamil

Sejumlah infeksi yang menyerang ibu hamil bisa meningkatkan risiko mikrosefali pada bayi. Jenis infeksi yang sering menyerang adalah toksoplasmosis, infeksi Campylobacter pylori, cytomegalovirus, herpes, sifilis, HIV, rubella, hingga virus Zika.

  • Penyakit Lain

Gangguan ukuran kepala bayi juga bisa terjadi karena adanya penyakit lain, salah satunya fenilketonuria. Penyakit ini terjadi karena tubuh tidak mampu mengurai fenilalanin, yaitu asam amino pembentuk protein.

  • Kelainan Genetik

Kelainan genetik yang dialami bayi bisa menjadi pemicu gangguan ukuran kepala bayi. Salah satu kelainan genetik yang menyebabkan mikrosefali adalah down syndrome.

Cari tahu lebih lanjut seputar stunting dan mikrosefali yang bisa menyerang Si Kecil. Ibu bisa bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Ibu juga bisa menanyakan masalah kesehatan lain hanya dalam satu aplikasi. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download  Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!