Inilah Alasan Wanita Lebih Rentan Inkontinensia Urine

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
alasan-wanita-lebih-rentan-inkontinensia-urine

Halodoc, Jakarta - Inkontinensia urine merupakan hilangnya kontrol kandung kemih. Kondisi ini termasuk masalah umum dan sering kali mengganggu aktivitas. Tingkat keparahan kondisi ini meliputi air seni bocor saat batuk atau bersin, serta memiliki keinginan untuk buang air kecil yang begitu tiba-tiba dan kuat sehingga kamu tidak ke toilet pada waktunya. 

Meskipun terjadi lebih sering seiring bertambahnya usia, inkontinensia urine bukanlah konsekuensi penuaan yang tidak terhindarkan. Jika inkontinensia urine memengaruhi aktivitas harian kamu, jangan ragu untuk mengunjungi dokter. Bagi kebanyakan orang, perubahan gaya hidup sederhana atau perawatan medis dapat meringankan ketidaknyamanan atau menghentikan inkontinensia urine. 

Baca juga: Enggak Sengaja Ngompol, Tekanan Sebabkan Inkontinensia Urine

Sebenarnya inkontinensia urine bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala. Hal ini dapat disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari, kondisi medis yang mendasarinya atau masalah fisik. Jika mengalaminya, kamu dapat mengkomunikasikannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan evaluasi menyeluruh dan membantu menentukan penyebab dan penanganannya. 

Selain alasan usia, inkontinensia urine juga merupakan kondisi persisten yang disebabkan oleh alasan masalah atau perubahan fisik, termasuk:

  1. Kehamilan. Perubahan hormon dan peningkatan berat janin dapat menyebabkan inkontinensia stres. 

  2. Persalinan pervaginam dapat melemahkan otot yang dibutuhkan untuk kontrol kandung kemih dan juga merusak kandung kemih dan jaringan pendukung, yang menyebabkan lantai panggul yang turun (prolaps). Dengan prolaps, kandung kemih, rahim, rektum atau usus kecil dapat terdorong ke bawah dari posisi biasanya dan menjulur ke dalam vagina. Benjolan seperti itu dapat dikaitkan dengan inkontinensia urine. 

  3. Pertambahan usia. Penuaan otot kandung kemih dapat menurunkan kapasitas kandung kemih untuk menyimpan urine. Pun kontraksi kandung kemih yang tidak disengaja menjadi lebih sering seiring bertambahnya usia. 

  4. Menopause. Setelah menopause wanita menghasilkan lebih sedikit estrogen, yaitu hormon yang membantu menjaga lapisan kandung kemih dan uretra tetap sehat. Kerusakan jaringan ini dapat memperburuk inkontinensia. 

  5. Histerektomi. Pada wanita, kandung kemih dan rahim didukung oleh banyak dan ligamen yang sama. Setiap operasi yang melibatkan sistem reproduksi wanita, termasuk pengangkatan rahim, dapat merusak otot dasar panggul yang dapat menyebabkan inkontinensia. 

  6. Kelainan saraf. Multiple sclerosis, penyakit Parkinson, stroke, tumor otak atau cedera tulang belakang dapat mengganggu sinyal saraf yang terlibat dalam kontrol kandung kemih, menyebabkan inkontinensia urine. 

Baca juga: Mengompol Saat Dewasa Bisa Jadi Gejala Inkontinensia Urine

Sementara itu faktor-faktor yang meningkatkan risiko kamu mengalami inkontinensia urin meliputi:

  • Jenis kelamin. Wanita memang lebih berisiko mengalami inkontinensia urine karena alasan-alasan tersebut. Namun, pria pun juga memiliki risiko yang sama dengan masalah kelenjar prostat.

  • Usia. Seiring bertambahnya usia, otot-otot di kandung kemih dan uretra kehilangan sebagian kekuatannya. Perubahan seiring bertambahnya usia mengurangi seberapa banyak kandung kemih dapat menahan dan meningkatkan kemungkinan keluarnya air seni secara paksa. 

  • Kelebihan berat badan. Berat badan ekstra meningkatkan tekanan pada kandung kemih dan otot-otot di sekitarnya, yang melemahkan mereka dan memungkinkan urine keluar saat batuk atau bersin. 

  • Merokok. Penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko inkontinensia urine, terutama yang mengalami inkontinensia, risiko seseorang mengalami penyakit ini lebih tinggi. 

  • Penyakit lainnya. Penyakit neurologis atau diabetes dapat meningkatkan risiko inkontinensia. 

Baca juga: Komplikasi yang Dapat Terjadi Akibat Inkontinensia Alvi

Gangguan ini tidak selalu dapat dicegah. Namun, untuk membantu mengurangi risiko kamu sebaiknya:

  • Mempertahankan berat badan yang sehat.

  • Melakukan latihan dasar panggul.

  • Menghindari iritasi kandung kemih, seperti kafein, alkohol, dan makanan asam.

  • Mengonsumsi makanan yang lebih banyak serat yang dapat mencegah sembelit, penyebab inkontinensia urine.

  • Jangan merokok.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Urinary Incontinence