Anak Alami Diare, Atasi dengan 4 Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Anak Alami Diare, Atasi dengan 4 Cara Ini

Halodoc, Jakarta - Diare merupakan gangguan pada sistem pencernaan yang terbilang umum. Di dunia, penyakit ini ini setidaknya menyebabkan 1,5 juta kematian tiap tahunnya, terutama pada anak-anak. Cukup banyak, bukan? Maka dari itu, sebaiknya ibu jangan pernah menganggap remeh ketika Si Kecil mengalami diare.

Lalu, langkah-langkah apa saja sih yang perlu ibu lakukan ketika anak mengalami diare? Nah, berikut beberapa tips untuk mengatasi diare pada anak?

Baca juga: Makanan yang Tepat saat Anak Diare

1. Perhatikan Asupan Cairan

Diare pada anak ujung-ujungnya bisa menyebabkan dehidrasi yang bisa berakibat fatal. Karena itu, ibu tetap harus tetap mencukupi kebutuhan cairannya. Andaikan anak masih mengonsumsi ASI, teruslah menyusui anak secara teratur atau bahkan lebih sering dari biasanya.

2. Larutan Rehidrasi Oral

Cara mengatasi diare pada anak juga bisa melalui larutan ini. Larutan rehidrasi oral ini berfungsi untuk mencegah atau mengatasi hilangnya cairan dan elektrolit karena diare. Larutan yang mengandung elektrolit ini memang tak menghentikan diare, tapi bisa menggantikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang karena diare. Ibu bisa memberikan larutan ini setiap kali Si Kecil buang air besar atau muntah.

3. Probiotik

Probiotik merupakan salah satu nutrisi yang tepat diberikan ketika anak mengalami diare. Probiotik mengandung bakteri baik yang bisa membantu penyembuhan diare. Nutrisi ini bisa ibu dapatkan dari yoghurt. Namun, sebaiknya pilihlah yoghurt yang tak mengandung perasa, sebab perasa buatan, seperti sorbitol, justru bisa memperparah diare.

4. Konsumsi Makanan yang Tepat

Ketika anak mengalami diare, ibu juga harus pintar-pintar dalam memilih makanan. Sebab pengidap diare tak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang terbilang keras, sarat lemak, serat, atau bumbuh. Berilah dirinya makanan lunak yang mudah dicerna. Nah, ketika kondisi usus sudah mulai membaik, gantilah makanan semi padat dengan kadar serat yang ditingkatkan secara bertahap.

Baca juga: 3 Jenis Dehidrasi pada Anak Diare

Bagaimana bilang langkah-langkah di atas tak berhasil? Mau tak mau ibu perlu membawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Biasanya, dokter akan meresepkan antibiotik bila diare disebabkan karena infeksi. Selain itu, dokter juga bisa memberikan obat yang memperlambat gerakan usus, sehingga mengurangi diare yang parah.

Kenali Gejala-Gejalanya

Beberapa gejala yang diakibatkan diare, yakni:

  • Feses lembek dan cair.

  • Nyeri dan kram perut.

  • Mual dan muntah.

  • Nyeri kepala.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Haus terus-menerus.

  • Demam.

  • Dehidrasi.

  • Darah pada feses.

Dehidrasi merupakan gejala paling umum yang menyertai diare. Pada anak-anak, diare dapat ditandai dengan jarang buang air kecil, mulut kering, serta menangis tanpa mengeluarkan air mata. Pada keadaan dehidrasi berat, anak dapat terlihat cenderung mengantuk, tidak responsif, mata cekung, serta kulit perut yang dicubit tidak kembali dengan cepat. Sedangkan tanda dehidrasi pada orang dewasa, antara lain kelelahan dan tidak bertenaga, kehilangan nafsu makan, pusing, mulut kering, serta nyeri kepala.

Bisa Menyebabkan Komplikasi

Sekali lagi, jangan menganggap remeh ketika anak mengalami diare. Sebab, bila tak ditangani dengan tepat, diare bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Misalnya:

  • Dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh, dari ringan hingga berat.

  • Infeksi berat yang dapat meluas ke organ lain dan seluruh tubuh (sepsis).

  • Malnutrisi terutama pada anak dengan usia kurang dari 5 tahun, yang dapat berakibat menurunnya kekebalan tubuh anak.

  • Ketidakseimbangan elektrolit oleh karena elektrolit ikut terbuang bersama air yang keluar saat diare, yang dapat ditandai dengan lemas, lumpuh, hingga kejang.

  • Iritasi pada kulit sekitar anus akibat pH tinja yang asam pada diare yang disebabkan intoleransi laktosa.

Nah, andaikan langkah-langkah di atas tak ampuh mengatasi diare pada anak, segeralah hubungi dokter untuk mendapatkan langkah pengobatan yang tepat. Untuk melakukan pemeriksaan, ibu bisa langsung membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.