Ad Placeholder Image

Anak Baru Lahir Nggak Bisa Jalan? Ini Jawabannya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Anak Siapa yang Baru Lahir Nggak Bisa Jalan? Cek Faktanya!

Anak Baru Lahir Nggak Bisa Jalan? Ini Jawabannya!Anak Baru Lahir Nggak Bisa Jalan? Ini Jawabannya!

Mengapa Anak Manusia dan Beberapa Hewan Baru Lahir Belum Bisa Langsung Berjalan?

Anak manusia yang baru lahir tidak bisa langsung berjalan, sebuah fakta yang seringkali menimbulkan pertanyaan. Kemampuan fundamental ini berkembang secara bertahap seiring dengan pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik. Umumnya, bayi manusia membutuhkan waktu sekitar 9 sampai 15 bulan untuk dapat berjalan sendiri, dengan fase merangkak menjadi salah satu tahapan penting sebelumnya.

Fenomena serupa juga diamati pada beberapa jenis hewan. Anak mereka yang baru lahir juga belum bisa langsung berdiri dan berjalan. Contoh hewan yang mengalami hal ini antara lain kucing, anjing, kelinci, dan tikus. Kondisi ini merupakan bagian dari strategi perkembangan biologis masing-masing spesies.

Alasan Bayi Manusia Tidak Bisa Langsung Berjalan

Ketidakmampuan bayi manusia untuk langsung berjalan saat lahir disebabkan oleh beberapa faktor utama. Sistem saraf dan otot mereka belum sepenuhnya matang dan terkoordinasi. Otot-otot yang menopang berat badan dan menjaga keseimbangan tubuh masih lemah.

Selain itu, otak bayi masih dalam tahap perkembangan pesat, membangun koneksi saraf yang diperlukan untuk kontrol motorik yang kompleks. Keterampilan motorik kasar dan halus memerlukan stimulasi dan latihan berulang untuk berkembang optimal. Proses ini adalah tahapan alami yang harus dilalui setiap individu untuk mencapai kemandirian gerak.

Tahapan Perkembangan Motorik Menuju Berjalan pada Bayi

Perjalanan seorang bayi menuju kemampuan berjalan melibatkan serangkaian pencapaian motorik. Dimulai dari menguasai kontrol kepala, bayi kemudian belajar mengangkat dada saat tengkurap. Ini memperkuat otot leher dan punggung.

Selanjutnya, bayi mulai berguling, kemudian duduk tanpa bantuan. Tahap merangkak seringkali menjadi fase penting yang membantu koordinasi mata-tangan dan memperkuat otot-otot kaki dan lengan. Setelah itu, bayi akan mencoba berdiri dengan berpegangan, melangkah sambil berpegangan, hingga akhirnya mampu berjalan secara mandiri.

Anak Hewan Apa Saja yang Baru Lahir Belum Bisa Berjalan?

Selain anak manusia, beberapa spesies hewan juga melahirkan anak dalam kondisi yang belum mandiri secara motorik. Anak-anak hewan ini tergolong sebagai altricial, yang berarti mereka lahir dalam keadaan tidak berdaya dan sangat bergantung pada induknya untuk bertahan hidup. Ketidakmampuan untuk langsung berdiri atau berjalan adalah salah satu karakteristik utama mereka.

Beberapa contoh hewan yang anaknya baru lahir belum bisa langsung berjalan meliputi:

  • Kucing: Anak kucing (kitten) lahir dengan mata tertutup dan telinga yang belum berfungsi penuh, sehingga sangat bergantung pada induknya.
  • Anjing: Anak anjing (puppy) juga terlahir dalam kondisi buta dan tuli, memerlukan perawatan penuh dari induknya untuk bergerak dan makan.
  • Kelinci: Anak kelinci lahir tanpa bulu dan mata tertutup, membuat mereka sangat rentan dan tidak dapat bergerak mandiri.
  • Tikus: Anak tikus (pinky) terlahir sangat kecil, buta, dan tanpa rambut, yang membuat mereka tidak mampu melakukan banyak gerakan.

Kondisi ini merupakan adaptasi evolusioner. Ini memungkinkan induk untuk meminimalisir risiko selama kehamilan, meskipun memerlukan investasi energi yang lebih besar dalam pengasuhan setelah kelahiran.

Perbandingan dengan Hewan Precocial

Fenomena ketidakmampuan berjalan saat lahir pada spesies tertentu sangat kontras dengan hewan precocial. Hewan precocial adalah jenis hewan yang anaknya lahir dalam kondisi lebih matang secara fisik dan neurologis. Mereka memiliki kemampuan motorik yang cukup berkembang untuk berdiri dan berjalan segera setelah lahir.

Contoh hewan precocial meliputi anak kuda, anak sapi, anak kambing, dan anak rusa. Mereka dapat mengikuti induknya mencari makan dan melarikan diri dari predator dalam waktu singkat setelah kelahiran. Perbedaan ini mencerminkan strategi reproduksi dan kelangsungan hidup yang berbeda pada berbagai spesies.

Kapan Orang Tua Perlu Khawatir Terkait Perkembangan Berjalan Bayi?

Setiap bayi memiliki laju perkembangannya sendiri, dan rentang waktu 9 hingga 15 bulan untuk berjalan adalah rata-rata. Namun, terdapat beberapa tanda yang mungkin mengindikasikan perlunya konsultasi dengan profesional kesehatan.

Kekhawatiran dapat muncul jika bayi menunjukkan keterlambatan signifikan dalam mencapai tonggak perkembangan motorik. Misalnya, tidak merangkak atau mencoba berdiri hingga usia 12 bulan. Atau jika tidak ada upaya berjalan sama sekali hingga usia 18 bulan. Adanya asimetri dalam gerakan, kelemahan otot yang jelas, atau terlihat tidak seimbang juga memerlukan perhatian. Pertimbangkan untuk mencari saran medis.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Ketidakmampuan anak manusia dan beberapa hewan untuk langsung berjalan setelah lahir merupakan bagian dari proses perkembangan alami. Ini menunjukkan bahwa mereka terlahir dalam kondisi yang memerlukan waktu dan tahapan untuk mencapai kemandirian motorik. Pemahaman tentang tahapan ini penting bagi setiap orang tua.

Jika ada kekhawatiran mengenai perkembangan motorik anak, terutama terkait kemampuan berjalan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan. Tim dokter ahli Halodoc tersedia untuk memberikan informasi akurat dan saran medis yang tepat sesuai kebutuhan anak. Dapatkan penanganan yang cepat dan terpercaya melalui aplikasi Halodoc.