Anak Berani Ikut Lomba, Ini Manfaatnya

Anak Berani Ikut Lomba, Ini Manfaatnya
IBU & ANAK 31 October 2017

Halodoc, Jakarta – Jika si kecil sudah mulai tumbuh besar dan menunjukkan perilaku aktif, tidak ada salahnya lho jika ibu mengikutsertakannya dalam sebuah perlombaan. Selain melihat keterampilan atau bakat yang mungkin dimiliki si anak, ibu juga dapat mengembangkan jiwa kompetitif yang positif pada diri anak. Namun, ibu juga perlu memperhatikan beberapa hal sebelum mendaftarkan anak ikut perlombaan.

Orangtua perlu memperhatikan self-conscious emotion atau ‘emosi ke-aku-an’ pada anak, yaitu tahap perkembangan emosi yang perlu dikembangkan agar anak memiliki jiwa kompetitif yang positif. Hal tersebut sangat penting, karena berdampak besar bagi perkembangan motivasi, jiwa kompetitif dan keterampilan sosial pada anak di usia 3-4 tahun ke atas. Dengan mengikutsertakan anak dalam sebuah perlombaan, orangtua dapat mengajarkan banyak hal positif kepada si kecil, antara lain:

  • Mengenalkan kepada anak tentang arti menang dan kalah, serta perilaku baik menghadapinya.
  • Membantu si kecil belajar mengenali kekuatan dan kelemahannya.
  • Si kecil dapat mulai berpikir kritis, memecahkan masalah, dan belajar mengambil keputusan.
  • Membangun semangatnya untuk mencapai tujuan perlombaan.
  • Membangun dan melatih kepercayaan diri si kecil.
  • Melatih kemampuan si kecil berhubungan dengan orang lain dan lingkungan baru.


Namun, sebelum mendaftarkan anak ikut dalam sebuah perlombaan, sebaiknya orangtua juga memperhatikan hal-hal berikut, agar anak dapat menyalurkan dan mengelola jiwa kompetitifnya dengan baik

1.  Kenali Karakter Anak
Temperamen anak perlu dipertimbangkan sebelum mendorong ia untuk ikut lomba. Pikirkan  apakah si kecil adalah anak yang percaya diri untuk tampil di depan umum, atau ia adalah anak yang pemalu dan akan nervous ketika mengikuti lomba. Jika si kecil adalah tipe pemalu, ibu dapat mengganti kata ‘lomba menyanyi’ dengan ‘pertunjukkan menyanyi’.

2.  Pilih Lomba yang Sesuai
Hal selanjutnya yang perlu dilakukan orangtua adalah memilih lomba yang sesuai dengan minat, kemampuan dan usia si kecil. Dengan demikian, anak akan lebih percaya diri dan menikmati mengikuti lomba tersebut. 

3.  Beri Pemahaman
Jika anak belum pernah mengikuti lomba, orangtua bisa mengenalkan suasana lomba dengan mengajak anak menonton sebuah perlombaan yang diadakan di mall, misalnya.  Jelaskan kepada si kecil mengenai peraturan lomba, durasinya, dan perlengkapan yang dibutuhkan. Memberi pemahaman dasar mengenai lomba dapat mencegah anak merasa takut atau nervous, sebaliknya anak akan lebih bersemangat mengikuti lomba. 

4.  Mendukung Penuh Tanpa Menuntut
Dukungan yang penuh dari orangtua akan sangat membantu anak untuk lebih percaya diri dan mengeluarkan kemampuan maksimalnya ketika mengikuti lomba. Orangtua dapat memberikan pujian dan semangat, karena ia sudah mau mencoba mengikuti lomba. Berikan pengertian bahwa lomba ini bertujuan untuk memberi pengalaman dan melihat kemampuan dirinya sendiri. Sebaiknya orangtua tidak memberi tuntutan yang membebankan atau ikut campur saat anak sedang lomba.

5.  Hindari Membandingkan Dengan Anak Lain
Jangan membanding-bandingkan anak dengan anak lain untuk memicu jiwa kompetitifnya, tapi cobalah cara berikut yang lebih efektif, yaitu memotivasi anak dengan cara memberi penghargaan dan pengakuan atas upaya terbaiknya.

6.  Bimbing Sikap Anak Ketika Menang atau Kalah
Peran orangtua juga sangat penting dalam membimbing dan mengarahkan sikap anak ketika menghadapi risiko perlombaan. Anak akan lebih bisa menerima dan merasa senang ketika ia memenangkan perlombaan. Tapi beberapa anak juga bisa menjadi sombong ketika ia berhasil unggul dari anak yang lain. Di situlah, orangtua dapat berperan memberi pemahaman agar anak tidak sombong dan tetap mau mengembangkan kemampuannya. Sebaliknya, anak akan cenderung menangis saat ia mengalami kekalahan. Jelaskan kepadanya bahwa perlombaan ini bukan bertujuan untuk menang, dan berikan hadiah hiburan untuk menghargai usaha anak.


Di dalam masa tumbuh kembang anak, orangtua akan menghadapi berbagai persoalan terkait dengan tingkah laku anak. Namun, kini kamu bisa mendiskusikan dengan dokter seputar cara menghadapi anak melalui aplikasi Halodoc. Hubungi dokter dan minta pendapatnya melalui metode Video/Voice Call dan Chat. Selain itu, kamu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin untuk anak di Halodoc. Caranya sangat praktis, tinggal order dan pesananmu akan diantar dalam satu jam. Tunggu apa lagi? Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.


Rekomendasi Artikel

KECANTIKAN

17 September 2018

Superman Complex dapat berkembang dari perasaan dan kejadian kecil di sekitar kita. Seperti terlalu seringnya ...

Selengkapnya

SEKS

17 September 2018

Agar tak susah ereksi saat memakai kondom, kenali tiga hal yang bisa memicunya. ...

Selengkapnya

IBU & ANAK

17 September 2018

Agar perkembangan bicara anak lancar, sebaiknya ibu perlu mengetahui dampak gadget bagi dirinya....

Selengkapnya