Anak Demam Karena Ibu Puasa, Ada Kaitannya?

Anak Demam Karena Ibu Puasa, Ada Kaitannya?

Halodoc, Jakarta – Keraguan berpuasa bukan hanya saat hamil, tapi juga menyusui. Pasalnya sebagian wanita hamil dan ibu muda khawatir jika aktivitas berpuasa membuatnya kurang asupan nutrisi, sehingga berdampak negatif pada tumbuh kembang janin atau bayi. Beberapa orang beranggapan jika berpuasa saat menyusui bisa membuat Si Kecil demam atau diare. Benarkah? Ketahui fakta sebenarnya di sini.

Baca Juga: Ini yang Harus Dilakukan saat Demam pada Anak

Anggapan bahwa anak diam atau diare karena ibu berpuasa hanya mitos. Pasalnya aktivitas berpuasa tidak mengubah kualitas dan kuantitas ASI, sehingga tidak memengaruhi kesehatan bayi. Meski begitu usahakan untuk selalu mencukupi kebutuhan nutrisi harian dan jaga hidrasi tubuh selama berpuasa agar kondisi Si Kecil tetap sehat.

Puasa Tidak Berdampak Negatif pada Ibu dan Bayi

Puasa yang dijalani ibu tidak berdampak negatif bagi kesehatan bayi, asal Si Kecil tetap menyusu sengan bayi. Semakin sering Si Kecil menyusu, semakin lancar produksi ASI. Ini merupakan siklus yang saling menguntungkan bagi ibu dan bayi. Hal yang terpenting adalah, ibu perlu konsumsi makanan bergizi selama berpuasa.

Kesehatan ibu juga tidak terganggu selama berpuasa, asal memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Tetap perhatikan berapa banyak dan jenis makanan yang dikonsumsi selama sahur dan berbuka. Penuhi juga kebutuhan cairan tubuh selama berpuasa, yakni dengan minum air putih sebanyak delapan gelas per hari. Aturannya dua gelas saat sahur, dua gelas saat berbuka, dan empat gelas saat makan malam.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal Human Lactation tahun 2009 merekomendasikan ibu menyusui untuk meningkatkan asupan cairan selama dua hari sebelum puasa. Hal ini dimaksudkan agar ibu menyusui sudah cukup terhidrasi sebelum puasa. Peneliti dalam studi tersebut merekomendasikan agar ibu menyusui mengurangi aktivitas dan paparan panas selama puasa.

Baca Juga: 5 Fakta Puasa bagi Ibu Menyusui yang Perlu Diketahui

Perhatikan Makanan Sahur dan Berbuka agar Bayi Tetap Sehat

Demi mencukupi kebutuhan ibu dan Si Kecil, konsumsi makanan bergizi yang mengandung hormon prolaktin. Pasalnya hormon ini merangsang kerja kelenjar susu sehingga produksi ASI semakin lancar. Asupan ini diperoleh dengan konsumsi daun katuk, bayam, wortel, dan pepaya.

Selain makanan sumber prolaktin, ibu dianjurkan konsumsi makanan yang mengandung enzim dan vitamin. Misalnya vitamin A, C, K, asam folat, dan hormon fitoestrogen. Hormon ini punya fungsi yang sama dengan hormon prolaktin, yakni merangsang kelenjar susu agar memproduksi ASI lebih banyak. Dengan begitu, kualitas dan kuantitas ASI selama berpuasa tetap terjaga dan sistem pencernaan bayi tetap sehat.

Pastikan juga untuk tetap minum susu ibu khusus menyusui. Kandungan nutrisi, seperti protein, serat, asam folat, zat besi, dan kalsium, yang terkandung dalam susu bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi harian selama berpuasa.

Baca Juga: Supaya Sehat dan Aman, Begini Cara Menyimpan ASI yang Benar

Itulah fakta berpuasa bagi ibu menyusui. Kalau ibu punya pertanyaan lain tentang tips berpuasa selama menyusui, jangan ragu bertanya dengan dokter Halodoc. Ibu bisa menggunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!