• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Demam, Kompres Air Hangat atau Dingin?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Demam, Kompres Air Hangat atau Dingin?

Anak Demam, Kompres Air Hangat atau Dingin?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 26 Oktober 2021
Anak Demam, Kompres Air Hangat atau Dingin?

“Kompres adalah salah satu cara yang bisa dilakukan orangtua untuk menurunkan demam anak. Namun, masih banyak orangtua yang bingung memilih jenis kompres mana yang tepat untuk anak demam, kompres hangat atau dingin. Kompres hangat adalah yang paling tepat untuk meredakan demam pada anak. Dengan mengaplikasikan kompres hangat, otak akan merespon dengan menurunkan suhu tubuh menjadi lebih dingin.”

Halodoc, Jakarta - Anak demam tentu akan membuat orangtua menjadi stres dan khawatir. Namun, jika secara umum anak tidak mengalami riwayat penyakit berat sebelumnya, demam yang terjadi secara tiba-tiba seharusnya tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. 

Demam adalah tanda umum bahwa tubuh anak sedang melawan infeksi yang menyebabkan anak sakit. Jika anak merasa tidak nyaman, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan demam dan membuatnya merasa lebih baik. Salah satunya adalah dengan mengompresnya.

Namun, masih banyak orangtua yang bingung saat anak demam, apakah mereka perlu diberikan kompres dingin atau kompres hangat. Jika ingin tahu jawabannya, simak ulasannya berikut! 

Baca juga: Susah ke Rumah Sakit, Ini Cara Atasi Demam Anak di Rumah

Kompres yang Tepat untuk Anak Demam

Ketika ditanya, mana yang benar, memberikan kompres panas atau kompres dingin saat anak demam? Maka jawaban yang tepat adalah memberikan kompres hangat. Saat ada kompres hangat diletakkan di bagian tubuh seperti dahi, lipatan ketiak, maupun dada, maka hipotalamus di otak akan menganggap area tersebut terasa “panas”. Dengan demikian, hipotalamus akan merespons dengan menurunkan suhu tubuh sehingga lebih “dingin”.

Jadi, bukan kompres es batu yang paling tepat untuk meredakan demam anak. Namun, perlu diingat bahwa memberikan kompres hangat bisa lebih sulit dilakukan. Orangtua perlu lebih berhati-hati agar air yang digunakan tidak terlalu panas dan tidak berisiko membakar kulit. 

Untuk melakukannya, pertama-tama siapkan kain lembut dan baskom berisi air hangat. Jangan terlalu panas atau bahkan hingga mendidih. Kemudian, rendam kain tersebut di air hangat, sehingga bisa dijadikan kompres. Kamu bisa segera menempelkan di bagian tubuh yang diinginkan sampai suhunya turun.

Biasanya, saat seseorang sedang demam tinggi, kain kompres panas bisa dengan cepat berubah suhu karena kontak langsung dengan kulit. Kompres anak terus-menerus dan rendam kain dalam air panas dan tempelkan di bagian tubuh yang diinginkan, jangan hanya berfokus pada area dahi. Jika air sudah dingin, ganti dengan yang masih hangat. 

Baca juga: Demam pada Anak Naik Turun, Ibu Lakukan Ini

Selain dengan menggunakan kompres air hangat, cara lain yang juga efektif untuk menurunkan demam anak adalah dengan menempelkan plester demam dari Hansaplast. Hansaplast Plester Kompres Demam terbuat dari bahan hydrogel yang mampu mempercepat proses pemindahan panas dari tubuh ke plester kompres, sehingga demam anak pun bisa cepat berkurang.

Cara menggunakan plester demam ini sama seperti menggunakan kompres, yaitu tempelkan plester di dahi, ketiak, dan lipatan paha selama kurang lebih 30 menit. Nah, ibu bisa membeli Hansaplast Plester Kompres Demam lewat aplikasi Halodoc. Caranya sangat mudah, tinggal order saja lewat fitur toko kesehatan dan pesanan kamu akan tiba dalam waktu kurang dari satu jam. 

Baca juga: Sedang Demam, Bolehkah Mandi Air Dingin?

Cara Lain Mengatasi Demam pada Anak

Ingat, tidak semua demam perlu diobati. Dalam kebanyakan kasus, demam harus diobati hanya jika itu menyebabkan ketidaknyamanan anak. Berikut cara meredakan gejala demam yang bisa dilakukan selain memberikan kompres: 

Obat

Jika anak rewel atau tidak nyaman, ibu bisa memberikan asetaminofen atau ibuprofen berdasarkan rekomendasi dokter. Namun, jangan pernah memberikan aspirin kepada anak karena ini berhubungan dengan sindrom Reye. Pastikan memberikan obat demam dengan dosis yang sudah mendapat persetujuan dari dokter. 

Tindakan untuk Membuat Anak Nyaman

Pakaikan anak dengan pakaian yang ringan dan tutupi dengan seprai atau selimut tipis. Memakaikan anak pakaian atau selimut tebal malah dapat mencegah panas tubuh keluar dan dapat menyebabkan suhu terus naik. Pastikan juga kamar tidur anak memiliki suhu yang nyaman — tidak terlalu panas atau terlalu dingin.

Berikan Makanan dan Minuman

Tawarkan banyak cairan untuk menghindari dehidrasi karena demam membuat anak kehilangan cairan lebih cepat dari biasanya. Air, sup, es loli, dan buah adalah pilihan yang baik. Hindari minuman yang mengandung kafein, termasuk cola dan teh, karena dapat memperburuk dehidrasi dengan memperbanyak buang air kecil. 

Secara umum, biarkan anak-anak makan apa yang mereka inginkan dalam jumlah yang wajar, tetapi jangan memaksanya jika mereka tidak menyukainya.

Istirahat 

Pastikan anak cukup istirahat, tetapi jangan biarkan ia hanya tidur seharian. Hal yang terpenting adalah tetap membuat anak tenang selama demam. 

Ketahui Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter

Setelah menerapkan kompres hangat dan melakukan cara-cara di atas, periksalah secara berkala suhu tubuh anak. Ibu bisa menggunakan termometer digital yang bisa diletakkan di dalam mulut, dubur atau bawah lengan untuk mengukur suhu tubuh anak. 

Bila demam anak tidak kunjung turun setelah lebih dari 3 hari, segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Itulah penjelasan mengenai pilihan kompres yang tepat untuk mengatasi demam pada anak. Jangan lupa download aplikasi Halodoc sekarang juga ya untuk membantu ibu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap dengan mudah untuk keluarga.


Referensi:
Beaumont Emergency Hospital. Diakses pada 2021. Fever in Children – 3 Tips to Reduce Temperature.
Kids Health. Diakses pada 2021. Fevers.
WebMD. Diakses pada 2021. What to Do When Your Kid Has a Fever