30 July 2018

Anak Enggak Gampang Sakit dengan ASI Eksklusif

ASI eksklusif

Halodoc, Jakarta - Sudah bukan hal baru lagi jika ASI, terutama ASI eksklusif, memiliki manfaat yang sangat besar untuk kesehatan bayi. Bayi yang meminum ASI terbukti jarang mengalami infeksi dibandingkan dengan bayi yang minum susu formula. Ini karena ASI mengandung berbagai zat dan nutrisi yang menunjang perkembangan sistem imun tubuh bayi.

Meski begitu, di Indonesia masih banyak ibu yang salah kaprah tentang pengertian ASI eksklusif. ASI eksklusif adalah pemberian ASI pada bayi selama 6 bulan pertama tanpa didampingi makanan dan minuman lain. Bahkan, pada 6 bulan pertama, ibu tak boleh memberi air putih, apalagi makanan padat seperti pisang.

Baca juga: Ibu Wajib Tahu Pentingnya ASI Eksklusif

Usia 0-6 bulan adalah masa perkembangan organ pencernaan bayi. Tubuh bayi sedang menyiapkan kapasitas dan perlindungan yang cukup untuk menerima makanan padat dan cairan selain ASI di usia 6 bulan ke atas. ASI eksklusif memegang peran penting dalam proses ini. Tak hanya membangun sistem imun dari luar, ASI eksklusif juga menunjang perkembangan sistem imun dari dalam.

Bagaimana ASI Menunjang Antibodi dan Sistem Imun Bayi

Ketika ibu mengalami kontak dengan kuman, bakteri, dan virus di sekitar ibu, tubuh ibu merespon dengan membuat antibodi untuk kuman yang ibu temui. Antibodi yang sudah terbentuk di tubuh ibu ini masuk ke ASI, dan saat menyusui, ibu memberikan agen imun tubuh ibu ke bayi. Karena pada umumnya bayi dan ibu tinggal di lingkungan yang sama dengan jenis kuman yang relatif sama, Si Kecil sudah terlindungi dari kuman berkat ASI.

Agen imun yang bayi dapatkan dari ASI, seperti antibodi sel darah putih, laktoferin, lisozim, oligosakarida, probiotik, dan prebiotik tidak dicerna oleh bayi, melainkan melapisi organ vital bayi dari kuman. Antibodi tadi akan menempel di mulut, perut, usus, paru-paru, dan organ lainnya, kemudian menutup jalur masuk kuman. Tanpa antibodi, kuman bisa masuk dan menyebabkan penyakit.

Selain berperan mengantarkan zat antibodi ke tubuh bayi, ASi juga bisa mendorong perkembangan imun dari dalam. Bayi yang meminum ASI cenderung memiliki kelenjar timus yang lebih besar dibandingkan dengan bayi yang meminum susu formula. Kelenjar timus ini berperan untuk memproduksi jenis sel darah merah yang bisa melindungi tubuh dari infeksi.

Studi juga menunjukkan bahwa beberapa zat yang terkandung pada ASI bisa mempercepat pertumbuhan sistem imun bayi, lebih cepat daripada bayi yang meminum susu formula. Sistem imun tubuh bayi yang meminum ASI juga memproduksi lebih banyak antibodi sebagai respon dari imunisasi.

Baca juga: Mitos dan Fakta Tentang Menyusui

Bahaya Makanan dan Minuman Selain ASI untuk Bayi di Bawah 6 Bulan

Dalam penerapannya, masih banyak mitos dan pemahaman yang salah seputar ASI eksklusif. Banyak ibu yang khawatir dan mengira Si Kecil masih lapar sehabis minum ASI. Kemudian sang ibu memberi pisang pada bayinya, dengan anggapan bahwa pisang lebih mengenyangkan dan memiliki tekstur lembut yang aman untuk bayi. Padahal ini salah.

Berdasarkan penelitian, memberi makanan padat terlalu dini, yaitu di bawah 6 bulan, bisa memicu anak sulit makan nantinya. Bayi juga berisiko mengalami masalah pencernaan seperti diare. Selain itu, bayi lebih rentan mengalami alergi terhadap makanan tertentu akibat sistem imun yang belum siap mencerna makanan selain ASI.

Di bawah 6 bulan, sistem pencernaan bayi, mulai dari mulut sampai usus, juga belum siap mencerna makanan dan minuman selain ASI. Di samping itu, nutrisi pada ASI sebetulnya sudah cukup untuk kebutuhan Si Kecil. Sehingga, jika Si Kecil terus menangis sehabis minum ASI, bisa jadi penyebabnya bukan lapar, melainkan sedang demam atau mengantuk.

Baca juga: Resep MPASI untuk Bayi Usia 6-8 Bulan

Untuk memahami tentang perkembangan sistem pencernaan Si Kecil dan nutrisi yang tepat lebih jauh, ibu bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tentang menu MPASI terbaik untuk Si Kecil, tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!