27 March 2019

Anak Memiliki 5 Kebiasaan Ini? Awas Terinfeksi Cacing Gelang

Infeksi cacing gelang, jajan sembarangan

Halodoc, Jakarta - Anak-anak biasanya sering mengalami cacingan. Kondisi kesehatan ini sebaiknya tidak diabaikan apalagi dianggap sepele, karena cacingan bisa menyebabkan turunnya prestasi anak di sekolah. Anak akan tampak lemas, sering mengantuk, dan pucat karena cacingan, apalagi terkena cacing gelang.

Cacing gelang akan menyerap nutrisi yang seharusnya dilakukan oleh usus. Di samping itu, cacing tersebut juga dapat menyebabkan anemia akibat perdarahan kronis pada saluran cerna. Bukan hanya cacing gelang, cacing pita, dan cacing kremi merupakan jenis cacing yang membahayakan anak-anak.

Oleh karena itu, ibu perlu mengawasi kebiasaan anak sehari-hari, baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Karena tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan anak yang bisa menyebabkan mudahnya cacingan. Berikut kebiasaan anak yang perlu diawasi:

Baca juga: Anak-anak Rentan Serangan Cacing Kremi

1. Tidak Mencuci Tangan Sebelum Makan

Ini adalah kebiasaan buruk anak yang sering dilakukan. Jika anak tidak mencuci tangan sebelum makan, bukan hanya kuman, bakteri dan virus juga dapat masuk ke dalam tubuh anak. Nyatanya, telur-telur cacing yang hinggap di tangan anak juga bisa masuk bersama makanan yang dimakan oleh anak.

Cacing gelang merupakan jenis cacing yang bisa ditularkan dari tangan yang kotor. Terlebih jika kuku anak panjang dan kotor, kemungkinan telur cacing bersembunyi di balik kuku yang kotor juga akan lebih tinggi. Maka itu, ajarkan kepada anak untuk mencuci tangan sebelum makan dan menjaga kebersihan kuku.

2. Mengonsumsi Jajanan Sembarangan

Kebiasaan jajan sembarangan akan berisiko menyebabkan anak cacingan, terlebih jika anak menyantapnya di pinggir jalan terbuka yang berdebu. Bahkan lalat yang hinggap di makanan juga bisa membawa telur cacing. Belum lagi tangan para penjual makanan yang terkadang tidak bersih saat mengambil makanan. Itulah mengapa sebaiknya tidak membiasakan anak jajan di luar.

Sebaiknya bawa makanan dari rumah yang terjaga kebersihannya. Kalaupun ingin jajan, pilihlah tempat yang bersih, serta penjual yang menggunakan sarung tangan atau alat pencapit makanan untuk mengambil makanan.

3. Tidak Memakai Alas Kaki saat Bermain di Tanah

Kebiasaan bermain tanah atau tidak memakai alas kaki saat keluar rumah akan menyebabkan anak tertular cacing gelang. Cacing gelang juga dapat mengakibatkan anemia, karena ia menghisap darah dalam usus. Maka itu, ajaklah anak untuk selalu membersihkan tangan dan kaki setelah bermain di luar rumah. Biasakan pula anak untuk selalu memakai alas kaki saat bermain.

Baca juga: 6 Masalah Kesehatan Akibat Cacing Kremi

4. Mengonsumsi Daging yang Belum Matang

Mengonsumsi daging yang belum matang juga bisa menyebabkan cacing gelang pada anak. Karena pada beberapa hewan ada yang menyimpan cacing gelang pada tubuhnya. Kista cacing dapat hinggap di dalam daging sapi dan babi. Apabila tidak dimasak hingga matang, kista tersebut akan masuk dan menetas di dalam usus anak. Maka itu, pastikan kamu selalu memasak daging dengan tingkat kematangan yang cukup di rumah supaya terhindar dari cacing gelang.

5. Bermain di Perairan yang Kotor

Cacing gelang juga memiliki siklus hidup di danau atau perairan yang kotor, karena umumnya fase larva cacing berada di air. Saat anak bermain atau berendam dalam air yang terkontaminasi larva cacing gelang, maka larva cacing tersebut akan masuk ke dalam tubuhnya melalui kulit.

Baca juga: Begini Cacingan Bisa Menular pada Anak-Anak

Cara yang tepat untuk menghindari cacing gelang pada anak yaitu dengan menjaga higienitas yang baik dan makan di tempat yang bersih. Selalu ingatkan anak untuk cuci tangan dengan sabun dan air sebelum makan atau sebelum memegang makanan dan setelah BAB maupun BAK. Saat sedang bepergian liburan, minumlah dari minuman botol dan hindari buah dan sayuran mentah, kecuali kamu mampu mencuci bersih buah dan sayuran tersebut.

Apabila anak kamu sudah terlanjur mengalami cacing gelang, ibu sebaiknya jangan panik. Segera komunikasikan penyakit yang dialami Si Kecil pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.