09 May 2018

Anak Telat Berjalan? Ini 4 Penyebabnya

Anak Telat Berjalan? Ini 4 Penyebabnya

Halodoc, Jakarta – Banyak orang tua yang mengharapkan agar anaknya tubuh dan berkembang dengan sehat. Memasuki usia 9 hingga 18 bulan pun, anak sewajarnya sudah bisa berjalan. Namun, apabila sudah lewat usia 18 bulan anak masih belum mampu berjalan sendiri, mungkin ia mengalami kondisi delayed walking atau anak telat berjalan. Selain itu, apabila ia baru bisa berjalan di rentang usia 15 hingga 18 bulan, anak seperti ini biasanya memiliki gangguan pada sistem tubuhnya yang masih dalam kategori ringan. Oleh sebab itu, sebaiknya kondisi ini diberikan intervensi dan stimulasi sejak dini.

Penyebab keterlambatan berjalan ini biasanya bermacam-macam. Berikut ini terdapat beberapa alasan yang menyebabkan anak terlambat jalan:

  1. Ketidakmatangan Sistem Motorik

Sebelum beranjak lebih jauh, berikut adalah tahapan perkembangan gerakan motorik yang terjadi pada anak:

  • 6 hingga 8 bulan: duduk dan merangkak.
  • 12 hingga 18 bulan : berdiri sendiri; berjalan merambat sambil memegangi tembok, kursi, atau meja; berjalan hingga beberapa menit tanpa pegangan.
  • 18 hingga 24 bulan: berjalan sendiri tanpa kesulitan, membawa mainan atau benda apapun yang cukup besar tanpa dibantu, dan dapat naik turun/turun tangga dengan bantuan.
  • 24 hingga 36 bulan: bisa berlari, memanjat, naik/turun tangga tanpa bantuan, dan berjalan jinjit.

Nah, apabila salah satu dari hal tersebut mengalami keterlambatan, hal lainnya pun akan ikut terlambat. Keterbatasan tersebut biasanya terjadi karena gerakan motorik dan kematangan saraf masih belum maksimal. Hal ini terjadi akibat anak fokus akan pengembangan diri yang lain, seperti kemampuan berbicara, mendengar, dan memperhatikan sekelilingnya. Jadi, orangtua tidak perlu cemas akan hal ini karena tiap anak memiliki perkembangan yang berbeda. Sebagai orangtua, kamu hanya perlu menunggu saat yang tepat agar anak siap berjalan sendiri.

(Baca juga: Sering Kesemutan, Tanda Adanya Penyakit Ini)

  1. Penyebab Eksternal

Faktor eksternal yang dimaksud adalah misalnya karena anak pernah terjatuh, sehingga mengalami benturan yang memengaruhi sarafnya. Selain itu, bisa juga karena Ibu terpapar racun saat hamil, malnutrisi, infeksi virus, hingga sakit dalam usia yang cukup lama sehingga anak mengalami keterlambatan berjalan.

  1. Gangguan Kelainan

Apabila saat anak lahir, ia memiliki kondisi cacat, maka hal ini akan membuat tumbuh kembangnya tidak normal. Gangguan yang memengaruhi otot dan kekuatan kakinya tersebut tidak mampu menopang tubuhnya dengan baik. Contoh penyakit yang menyebabkan anak mengalami keterlambatan jalan adalah cerebral palsy dan down syndrome.

  1. Sikap/Watak

Watak adalah keinginan pribadi yang akan memengaruhi dalam bertingkah laku. Kadang, anak lebih senang merangkak untuk bergerak. Tidak perlu khawatir, karena Si Kecil akan berjalan saat ia sudah merasa siap. Maka dari itu, orangtua hanya perlu menunggu waktu yang tepat agar anak tumbuh sesuai keinginannya. Selain itu, kamu juga dapat memberikan stimulasi agar kakinya terlatih untuk berjalan.

Jika anak mengalami keterlambatan berjalan, langkah yang harus dilakukan adalah memastikan terlebih dahulu penyebabnya. Apabila anak sudah dibawa ke ahli saraf dan sudah dilakukan penilaian terhadap fleksibilitas sendi, kekuatan otot, dan berbagai gerakan, maka sebaiknya orangtua harus mulai melakukan beberapa stimulasi latihan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Terapi fisik dapat dilakukan oleh Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi untuk kasus dengan gangguan keterlambatan berjalan ringan hingga berat.

(Baca juga: Bolehkah Si Kecil Bermain Tanpa Alas Kaki)

Jangan anggap remeh apabila anak mengalami gangguan pertumbuhan, kamu perlu tahu penyebabnya agar bisa diberi tindakan medis jika diperlukan. Kamu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk bicara langsung dengan dokter kapan saja dan di mana saja. Selain itu, kamu juga bisa membeli produk kesehatan yang kamu butuhkan melalui Halodoc. Pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.