• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Bedanya Gejala Kanker Payudara dengan Mastitis?

Apa Bedanya Gejala Kanker Payudara dengan Mastitis?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Payudara yang terlihat merah atau bengkak memang bikin waswas. Kamu tidak perlu panik, rasa nyeri dan munculnya ruam pada payudara biasanya menandakan masalah umum seperti infeksi. Ruam dan pegal yang menjadi tanda-tanda kanker payudara sangat jarang terjadi.

Sayangnya, masih banyak wanita yang tidak bisa membedakan gejala dari kedua kondisi ini, sehingga mudah panik. Oleh sebab itu, kenali perbedaan gejala antara kanker payudara dan mastitis. Melansir dari WebMD, berikut perbedaan gejala antara mastitis dan kanker payudara yang wajib wanita ketahui. 

Baca juga: Lakukan Ini Agar Terhindar dari Mastitis

Perbedaan Gejala Kanker Payudara dan Mastitis

Mastitis adalah infeksi jaringan payudara yang seringkali dialami oleh ibu menyusui. Penyebabnya, mastitis kerap dipicu oleh ASI tidak dikeluarkan. Selain itu, mastitis juga bisa terjadi ketika salah satu saluran ASI tersumbat atau masuknya bakteri ke payudara melalui puting yang pecah-pecah.

Mastitis sering terjadi dalam 6-12 minggu pertama setelah wanita melahirkan. Meskipun ibu menyusui lebih rentan, wanita yang tidak menyusui juga bisa mengalaminya. Gejala mastitis biasanya muncul secara tiba-tiba dan ditandai dengan gejala berikut in:

  • Payudara terasa lembut, hangat atau bengkak;

  • Muncul bercak merah pada kulit yang bentuknya seperti irisan;

  • Muncul rasa nyeri atau terbakar saat menyusui;

  • Demam 38 derajat Celcius atau lebih tinggi;

  • Panas dingin.

Sedangkan gejala kanker payudara dihasilkan dari penumpukan cairan di payudara. Bedanya dengan mastitis, kanker payudara biasanya ditandai dengan munculnya benjolan di sekitar area payudara. Namun, banyak wanita tidak merasakan benjolan ini. Selain terdapat benjolan, ada beberapa gejala kanker payudara lainnya yang bisa diidentifikasi, yaitu:

  • Gatal yang tidak hilang;

  • Ruam yang terlihat seperti gigitan serangga;

  • Puting berputar ke dalam atau mendatar;

  • Pembengkakan dan kemerahan yang memengaruhi setidaknya 1/3 payudara;

  • Kulit merah muda, ungu-merah, atau memar;

  • Kulit yang terlihat bergerigi atau berlubang seperti kulit jeruk;

  • Peningkatan ukuran payudara secara tiba-tiba;

  • Nyeri payudara atau perasaan "berat" pada payudara;

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di bawah lengan  atau di dekat tulang selangka.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Susu Sapi Sebabkan Kanker Payudara?

Itulah perbedaan antara mastitis dan kanker payudara. Jika kamu masih bingung di antara dua gejala kondisi tersebut dan merasa khawatir, sebaiknya langsung periksakan diri ke dokter. Jika kamu berencana mengunjungi rumah sakit, kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc

Melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat mengetahui estimasi waktu giliran masuk, sehingga kamu tidak harus duduk lama-lama di rumah sakit. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Baca juga: Hati-Hati, Makanan Ini Bisa Picu Kanker Payudara

Apakah informasi di atas sudah cukup jelas? Kalau ingin lebih jelas lagi, kamu bisa berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja. Download aplikasinya sekarang juga, ya!

Referensi :
WebMD. Diakses pada 2020. Breast Infection vs. Inflammatory Breast Cancer
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Mastitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Breast cancer.