Ad Placeholder Image

Apa Penyebab Perut Berbunyi? Gini Lho Penjelasannya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Mei 2026

Apa Penyebab Perut Berbunyi? Wajib Tahu Ini!

Apa Penyebab Perut Berbunyi? Gini Lho Penjelasannya!Apa Penyebab Perut Berbunyi? Gini Lho Penjelasannya!

Apa Penyebab Perut Berbunyi? Pengertian dan Faktor Pemicunya

Perut berbunyi, atau dalam istilah medis disebut borborygmi, adalah fenomena yang umum terjadi pada sistem pencernaan. Bunyi ini berasal dari pergerakan alami makanan, cairan, dan gas di dalam saluran pencernaan yang disebabkan oleh kontraksi otot usus. Proses ini dikenal sebagai peristaltik.

Biasanya, bunyi perut merupakan tanda normal bahwa sistem pencernaan sedang bekerja. Namun, dalam beberapa kasus, bunyi perut yang disertai gejala lain dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan.

Mekanisme Perut Berbunyi (Borborygmi)

Saluran pencernaan adalah tabung otot panjang yang membentang dari kerongkongan hingga anus. Di dalamnya, terdapat otot-otot yang secara ritmis berkontraksi untuk menggerakkan isi lambung dan usus. Kontraksi ini, yang disebut peristaltik, mendorong makanan yang dicerna, cairan, dan gas melalui saluran tersebut.

Ketika ada banyak udara, cairan, atau makanan yang bergerak melalui usus, gesekan dan pergerakan ini dapat menghasilkan suara yang terdengar dari luar. Suara ini bisa bervariasi, mulai dari gemericik halus hingga gemuruh yang lebih keras.

Penyebab Umum Perut Berbunyi yang Normal

Kebanyakan kasus perut berbunyi adalah hal yang wajar dan merupakan bagian dari fungsi normal tubuh. Berikut adalah beberapa penyebab umumnya:

  • Saat Lapar. Ketika perut kosong dalam waktu lama, otak mengirimkan sinyal ke usus untuk membersihkan sisa makanan dan mempersiapkan diri untuk asupan berikutnya. Kontraksi otot usus ini, meskipun tidak ada makanan untuk dicerna, tetap terjadi dan menghasilkan bunyi.
  • Setelah Makan. Setelah mengonsumsi makanan, sistem pencernaan mulai bekerja aktif untuk memecah dan menyerap nutrisi. Peristaltik meningkat untuk menggerakkan makanan melalui lambung dan usus, sehingga menimbulkan bunyi.
  • Terlalu Banyak Gas. Konsumsi makanan atau minuman tertentu dapat meningkatkan produksi gas di saluran pencernaan. Menelan udara saat makan atau berbicara juga dapat menyebabkan penumpukan gas. Gas ini yang bergerak melalui usus dapat menghasilkan suara.
  • Pencernaan Makanan. Beberapa jenis makanan yang sulit dicerna atau yang mengandung serat tinggi dapat memicu aktivitas usus yang lebih intensif, menyebabkan perut berbunyi lebih sering atau lebih keras.

Kapan Perut Berbunyi Menjadi Tanda Masalah Kesehatan?

Meskipun seringkali normal, perut berbunyi juga bisa menjadi indikator adanya masalah kesehatan tertentu, terutama jika disertai gejala lain yang mengkhawatirkan. Penting untuk memperhatikan tanda-tanda berikut:

  • Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS). Kondisi kronis ini memengaruhi usus besar dan seringkali menyebabkan perut berbunyi yang tidak normal, kembung, diare, atau sembelit.
  • Intoleransi Makanan. Ketidakmampuan tubuh mencerna makanan tertentu, seperti laktosa atau gluten, dapat menyebabkan produksi gas berlebih, diare, kram perut, dan bunyi perut yang meningkat.
  • Infeksi Saluran Pencernaan. Infeksi bakteri atau virus (gastroenteritis) dapat menyebabkan peradangan di usus, meningkatkan aktivitas peristaltik, dan sering disertai diare, muntah, serta nyeri perut hebat.
  • Obstruksi Usus. Penyumbatan di usus dapat menghalangi aliran makanan dan cairan, menyebabkan peningkatan bunyi usus di atas area penyumbatan dan nyeri yang parah.
  • Penyakit Radang Usus (IBD). Kondisi seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan, yang dapat memengaruhi pola bunyi perut.

Mengatasi Perut Berbunyi dan Pencegahannya

Jika perut berbunyi adalah hal yang normal dan tidak disertai gejala lain, beberapa langkah dapat membantu menguranginya:

  • Makan Teratur. Hindari perut kosong terlalu lama dengan makan dalam porsi kecil namun sering.
  • Makan Perlahan. Mengunyah makanan secara menyeluruh dan makan dengan tenang dapat mengurangi jumlah udara yang tertelan.
  • Hindari Makanan Pemicu Gas. Batasi konsumsi makanan seperti kacang-kacangan, brokoli, kol, minuman bersoda, dan produk susu jika dicurigai sebagai pemicu.
  • Cukupi Kebutuhan Cairan. Minum air putih yang cukup membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.
  • Kelola Stres. Stres dapat memengaruhi sistem pencernaan, jadi praktikkan teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi.

Apabila bunyi perut disertai dengan nyeri hebat, diare kronis, sembelit parah, penurunan berat badan yang tidak disengaja, atau demam, disarankan untuk segera mencari bantuan medis.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Perut berbunyi yang sesekali atau saat lapar adalah hal yang wajar. Namun, jika bunyi perut menjadi lebih sering, lebih keras, atau disertai dengan gejala lain yang mengganggu seperti nyeri perut hebat, diare, sembelit yang tak kunjung membaik, mual, muntah, kembung parah, atau penurunan berat badan tanpa sebab, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Melakukan diagnosis yang tepat melalui pemeriksaan medis akan membantu mengidentifikasi penyebab masalah dan mendapatkan penanganan yang sesuai. Konsultasi lebih lanjut dapat dilakukan melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang akurat dan tepat waktu.