Ad Placeholder Image

Apa Penyebab Telinga Berdengung? Ini Biang Keroknya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   03 Maret 2026

Yuk, Cari Tahu Apa Penyebab Telinga Berdengung Ini

Apa Penyebab Telinga Berdengung? Ini Biang KeroknyaApa Penyebab Telinga Berdengung? Ini Biang Keroknya

Memahami Apa Penyebab Telinga Berdengung (Tinnitus) dan Cara Mengatasinya

Telinga berdengung, atau yang dikenal dengan istilah medis tinnitus, adalah kondisi ketika seseorang mendengar suara dering, desis, dengungan, gemuruh, atau siulan di salah satu atau kedua telinga tanpa adanya sumber suara eksternal. Sensasi suara ini bisa datang dan pergi, atau bisa juga konstan dan bervariasi intensitasnya. Kondisi ini bukan penyakit, melainkan gejala dari masalah kesehatan lain yang mendasarinya.

Ringkasan: Tinnitus umumnya disebabkan oleh paparan suara keras, penumpukan kotoran telinga, infeksi, dan penurunan pendengaran akibat usia. Penyebab lainnya meliputi efek samping obat, cedera kepala atau leher, serta kondisi medis seperti penyakit Meniere, gangguan pembuluh darah, stres, dan tumor jinak.

Apa Itu Tinnitus?

Tinnitus didefinisikan sebagai persepsi suara di telinga atau kepala yang tidak berasal dari sumber eksternal. Suara yang didengar dapat bervariasi, mulai dari dengungan rendah hingga desisan tinggi. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang, mengganggu tidur, konsentrasi, bahkan menyebabkan kecemasan. Penting untuk diketahui bahwa tinnitus adalah gejala, bukan suatu diagnosis penyakit itu sendiri.

Gejala Umum Tinnitus

Gejala utama tinnitus adalah sensasi mendengar suara yang tidak ada di lingkungan sekitar. Suara tersebut dapat berupa:

  • Dering atau deru.
  • Desisan atau dengungan.
  • Gemuruh atau denyutan.
  • Siulan atau klik.

Intensitas dan jenis suara ini bisa berbeda-beda pada setiap individu. Beberapa orang mungkin mengalami tinnitus intermiten, sementara yang lain merasakannya secara terus-menerus.

Apa Penyebab Telinga Berdengung (Tinnitus)?

Tinnitus dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah telinga yang sederhana hingga kondisi medis yang lebih kompleks. Memahami penyebabnya adalah langkah pertama dalam menemukan penanganan yang tepat. Berikut adalah rincian beberapa penyebab umum telinga berdengung:

  • Paparan Suara Keras
    Paparan suara bising dalam waktu lama adalah penyebab paling umum tinnitus. Ini sering dialami oleh pekerja di lingkungan bising seperti pabrik atau konstruksi. Penggunaan earphone dengan volume tinggi secara terus-menerus juga dapat merusak sel-sel rambut halus di koklea, bagian telinga dalam yang bertanggung jawab mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik. Kerusakan ini dapat memicu sensasi dengung.
  • Penumpukan Kotoran Telinga (Serumen)
    Kotoran telinga yang menumpuk dan mengeras dapat menyumbat saluran telinga. Sumbatan ini meningkatkan tekanan di dalam telinga, mengiritasi gendang telinga, dan mengganggu transmisi suara. Akibatnya, timbul suara dengungan atau sensasi telinga penuh.
  • Infeksi Telinga
    Infeksi pada telinga luar atau tengah (otitis media) dapat menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan. Perubahan tekanan dan gangguan pada struktur telinga akibat infeksi sering memicu tinnitus, bersamaan dengan rasa sakit dan penurunan pendengaran sementara.
  • Penurunan Pendengaran Akibat Usia (Presbikusis)
    Gangguan pendengaran yang terjadi secara bertahap seiring bertambahnya usia disebut presbikusis. Kondisi ini biasanya dimulai pada usia sekitar 60-an atau 70-an. Seiring dengan hilangnya kemampuan mendengar frekuensi tertentu, otak mungkin mencoba “mengisi” kekosongan ini dengan menciptakan suara yang dipersepsikan sebagai tinnitus.
  • Efek Samping Obat-obatan Tertentu
    Beberapa jenis obat memiliki efek samping ototoksik, artinya dapat merusak telinga dan menyebabkan atau memperburuk tinnitus. Contohnya meliputi aspirin dosis tinggi, antibiotik tertentu (aminoglikosida), obat antimalaria, dan antidepresan tertentu. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika tinnitus muncul setelah mengonsumsi obat baru.
  • Cedera Kepala atau Leher
    Trauma fisik pada kepala atau leher, terutama yang memengaruhi saraf pendengaran atau area otak yang memproses suara, dapat memicu tinnitus. Cedera ini bisa merusak struktur telinga dalam atau jalur saraf yang terlibat dalam pendengaran.
  • Penyakit Meniere
    Penyakit Meniere adalah gangguan pada telinga bagian dalam yang disebabkan oleh penumpukan cairan abnormal (endolimfe). Gejala utamanya meliputi serangan vertigo parah, gangguan pendengaran fluktuatif, rasa penuh di telinga, dan tinnitus.
  • Gangguan Pembuluh Darah & Hipertensi
    Masalah pada pembuluh darah dekat telinga, seperti aneurisma atau malformasi arteriovenosa, dapat menyebabkan tinnitus berdenyut (pulsatile tinnitus). Tinnitus jenis ini terdengar seperti detak jantung. Tekanan darah tinggi (hipertensi) juga dapat meningkatkan aliran darah dan memicu sensasi dengung.
  • Kondisi Lain
    Beberapa kondisi lain yang dapat memicu tinnitus antara lain:

    • Stres dan Kecemasan: Tekanan psikologis dapat memperburuk persepsi tinnitus.
    • Tumor Jinak (Neuroma Akustik): Pertumbuhan non-kanker pada saraf kranial yang berjalan dari otak ke telinga bagian dalam dapat menyebabkan tinnitus di satu telinga.
    • Gangguan Sendi Rahang (TMJ): Masalah pada sendi temporomandibular (sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tengkorak) dapat memengaruhi struktur telinga dan memicu tinnitus.

Kapan Harus ke Dokter?

Tinnitus yang tidak kunjung hilang atau memburuk sebaiknya segera diperiksakan ke dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan). Terutama jika tinnitus disertai dengan gejala lain seperti pusing, nyeri telinga, penurunan pendengaran yang signifikan, mati rasa, atau kelemahan pada wajah. Dokter dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti dan merekomendasikan penanganan yang sesuai.

Penanganan dan Pencegahan Tinnitus

Penanganan tinnitus sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika penyebabnya adalah kotoran telinga, dokter dapat membersihkannya. Jika karena infeksi, antibiotik atau obat lain mungkin diresepkan. Untuk kasus yang lebih kompleks, mungkin diperlukan pendekatan lain seperti terapi suara, terapi relaksasi, atau obat-obatan tertentu.

Pencegahan tinnitus meliputi:

  • Menghindari paparan suara keras atau menggunakan pelindung telinga di lingkungan bising.
  • Mengatur volume earphone pada tingkat yang aman.
  • Menjaga kebersihan telinga dengan hati-hati, hindari penggunaan cotton bud terlalu dalam.
  • Mengelola stres dengan teknik relaksasi.
  • Mengontrol tekanan darah dan kondisi medis lainnya.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Tinnitus adalah kondisi umum yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Meskipun seringkali bukan kondisi serius, sangat penting untuk tidak mengabaikan telinga berdengung yang persisten. Konsultasi dengan dokter spesialis THT adalah langkah terbaik untuk mendiagnosis penyebabnya secara akurat dan mendapatkan rencana penanganan yang tepat. Melalui platform Halodoc, dapat membuat janji temu dengan dokter spesialis THT terpercaya untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan saran medis yang personal dan akurat.