• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Perbedaan Kista Ovarium dan Endometriosis?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Perbedaan Kista Ovarium dan Endometriosis?

Apa Perbedaan Kista Ovarium dan Endometriosis?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 08 Oktober 2020
Apa Perbedaan Kista Ovarium dan Endometriosis?Apa Perbedaan Kista Ovarium dan Endometriosis?

Halodoc, Jakarta - Terdapat dua jenis kista ovarium, kista fungsional dan kista patologis yang disebabkan oleh endometriosis. Kista ovarium adalah kantung yang berisi cairan di ovarium atau di permukaanya. Wanita memiliki dua ovarium, masing-masing seukuran dan berbentuk kacang almond yang terletak pada setiap sisi rahim.  

Sementara itu, endometriosis terjadi ketika endometrium, jaringan yang biasanya melapisi bagian dalam rahim wanita, tumbuh di luarnya. Jaringan ini bertindak seperti halnya jaringan rahim biasa selama menstruasi. Jaringan akan pecah dan berdarah pada akhir siklus menstruasi. Namun, darah ini tidak bisa ke mana-mana, hingga akhirnya meradang atau bengkak. Untuk dapat membedakan keduanya, berikut ini hal yang perlu dipahami. 

Baca juga: Awas, Endometriosis Bisa Gangguan Kesuburan Wanita

Penyebab dan Gejala Kista Ovarium

Kebanyakan wanita kemungkinan akan mengalami kista ovarium. Kebanyakan kista ovarium menimbulkan gejala yang tidak nyaman dan tidak berbahaya. Namun, kista ovarium (terutama yang telah pecah) dapat menyebabkan gejala yang serius. Itulah pentingnya melakukan pemeriksaan panggul secara teratur dan mengetahui gejala yang dapat menandakan masalah yang berpotensi serius.

Kebanyakan kista ovarium berkembang sebagai akibat dari siklus menstruasi atau yang disebut kista fungsional. Kista ini biasanya menumbuhkan struktur seperti kista yang disebut folikel setiap bulan. Folikel menghasilkan hormon estrogen dan progesteron dan melepaskan sel telur saat kamu berovulasi. 

Sering kali kista ovarium tidak menimbulkan gejala. Namun, gejala bisa muncul saat tumbuh kista, seperti:

  • Perut terasa kembung atau bengkak.
  • Buang air besar yang menyakitkan.
  • Nyeri panggul sebelum atau selama siklus menstruasi.
  • Nyeri saat berhubungan intim.
  • Nyeri di punggung bawah atau paha.
  • Nyeri payudara.
  • Mual dan muntah.

Segera minta pertolongan dokter melalui aplikasi Halodoc jika kamu mengalami gejala demam, pingsan atau pusing, dan pernapasan berjalan cepat. Gejala-gejala ini dapat mengindikasikan kista yang pecah atau torsio ovarium yang dapat berakhir serius. 

Baca juga: Anjuran Pola Makan bagi Wanita Pengidap Endometriosis

Penyebab dan Gejala Endometriosis

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan endometriosis. Namun, salah satu teori tertua menyatakan bahwa endometriosis terjadi karena proses yang disebut menstruasi retrograde. Kondisi ini terjadi ketika darah menstruasi mengalir kembali melalui saluran tuba ke dalam rongga panggul alih-alih keluar dari tubuh melalui vagina. 

Gejala utama endometriosis adalah nyeri panggul, yang sering dikaitkan dengan siklus menstruasi. Meskipun kebanyakan wanita mengalami kram selama siklus menstruasi, pengidap endometriosis biasanya mengeluhkan nyeri haid yang jauh lebih buruk dari biasanya. Tanda dan gejala umum meliputi:

  • Haid yang menyakitkan (dismenore). Nyeri panggul dan kram terjadi sebelum dan berlanjut selama beberapa hari periode menstruasi. 
  • Nyeri saat berhubungan intim.
  • Nyeri saat buang air besar atau buang air kecil, terutama selama periode menstruasi. 
  • Pendarahan yang berlebihan. 
  • Infertilitas. Terkadang endometriosis pertama kali didiagnosis pada mereka yang sedang mengobati infertilitas. 
  • Kamu mungkin mengalami kelelahan, diare, sembelit, kembung atau mual selama menstruasi. 

Baca juga: Nyeri Haid Tak Tertahankan, Tanda Endometriosis?

Tingkat keparahan rasa sakit belum tentu merupakan indikator keparahan kondisi. Kamu bisa mengalami endometriosis ringan dengan nyeri hebat, atau endometriosis yang parah dengan tanpa gejala atau tanpa rasa sakit. 

Perlu diketahui bahwa endometriosis terkadang disalahartikan sebagai kondisi lain yang menyebabkan nyeri panggul, seperti penyakit radang panggul atau kista ovarium. Penyakit ini juga sering dihubungkan dengan sindrom iritasi usus besar (IBS), kondisi yang menyebabkan diare, sembelit, dan kram perut. Namun, IBS dapat menyertai endometriosis yang dapat mempersulit diagnosis. 

Maka dari itu, apabila terjadi gejala yang mengarah pada kista ovarium atau endometriosis, sebaiknya segera periksakan ke rumah sakit terdekat. Diagnosis dini akan memberikan penanganan yang lebih tepat. 

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Endometriosis 
Healthline. Diakses pada 2020. Endometriosis
Healthline. Diakses pada 2020. Ovarian Cysts
Endometriosis News. Diakses pada 2020. Endometriosis and Ovarian Cysts