• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa yang Membedakan Gangguan Bipolar dengan Depresi?

Apa yang Membedakan Gangguan Bipolar dengan Depresi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Kesehatan fisik penting untuk dijaga, namun jangan lupa untuk menjaga kesehatan mental. Kini sudah banyak orang yang mulai terbuka tentang kesehatan mentalnya. Adapun beberapa gangguan mental yang bisa dialami, seperti depresi dan gangguan bipolar. Depresi dan gangguan bipolar adalah dua gangguan kesehatan mental yang berbeda. 

Baca juga: Ini yang Perlu Orangtua Ketahui Tentang Bipolar pada Remaja

Jika dilihat dari gejalanya, seseorang yang mengalami depresi mengalami kesedihan terus-menerus tanpa sebab yang pasti. Sedangkan pengidap bipolar mengalami kesedihan dan kesenangan bergantian. Sebaiknya kenali cara membedakan depresi dan gangguan bipolar selengkapnya berikut ini.

Kenali Perbedaan Gejala

Meskipun sama-sama memiliki gejala pada perubahan emosi, kamu dapat membedakan gangguan bipolar dan depresi dari gejala kelanjutan yang dialami oleh pengidapnya. Pengidap gangguan bipolar akan melewati dua fase gejala utama, yaitu gejala manik fase ketika pengidap gangguan merasakan sangat senang dan gejala depresif ketika pengidapnya mengalami perasaan yang sangat terpuruk. Tiap gejala yang dialami pengidap dapat berlangsung dalam hitungan minggu atau bulanan.

Saat mengalami gejala manik, biasanya pengidap gangguan bipolar mengalami perasaan yang bahagia dan disertai dengan perubahan berbicara yang sangat cepat, terlihat bersemangat, dan memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi. Berbeda saat pengidap bipolar mengalami gejala depresif, biasanya mereka mengalami putus asa, pesimis, merasa bersalah, gangguan tidur, dan hilang keinginan untuk beraktivitas.

Melansir Healthline, gejala pada pengidap depresi berbeda dengan pengidap bipolar. Seseorang yang mengalami depresi merasakan kesedihan yang sangat mendalam. Selain itu, pengidap depresi umumnya kehilangan minat dan ketertarikan pada segala hal yang biasanya ia sukai.

Mereka mengalami putus asa, tidak dapat mengontrol emosi, bahkan keinginan untuk bunuh diri. Gejala psikologis tersebut disertai gejala fisik, seperti pusing, gerak tubuh menjadi lebih lambat, berat badan turun secara drastis, dan kehilangan gairah seksual.

Jangan mengabaikan diri ketika mengalami beberapa gejala tersebut. Sebaiknya kamu segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat. Atau sebelumnya, kamu bisa berbicara dengan psikolog melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi psikolog kapan saja dan di mana saja, sehingga kamu akan merasa lebih nyaman dan tenang.

Baca juga: Anak Muda Rentan Alami Gangguan Kesehatan Mental

Bedanya Penyebab Depresi dan Bipolar

Perbedaan gangguan bipolar dan depresi nyatanya juga dapat dilihat dari penyebab gangguan kesehatan mental ini terjadi. Gangguan bipolar terjadi akibat adanya gangguan pada senyawa alami yang berfungsi untuk mengendalikan otak.

Melansir Mayo Clinic, ada beberapa faktor yang menyebabkan gangguan pada neurotransmitter, seperti faktor genetik dan lingkungan. Selain itu, stres yang tidak dikelola dengan baik dan penggunaan alkohol serta narkoba menjadi faktor lain seseorang mengalami gangguan bipolar.

Sedangkan depresi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kejadian traumatis yang pernah dialami, penyakit kronis, dan mengonsumsi jenis obat tertentu. Selain itu, memiliki kepribadian tertentu juga meningkatkan risiko seseorang alami depresi, misalnya seseorang dengan rendah diri, terlalu perfeksionis, memiliki rasa pesimis yang tinggi, dan orang-orang yang memiliki ketergantungan dengan orang lain.

Lakukan Ini untuk Menjaga Kesehatan Mental

Tidak ada salahnya melakukan beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan mental. Melansir Psychology Today, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental, seperti memiliki citra diri yang positif karena hal ini membuat kamu memiliki energi positif.

Selain itu, jangan lupa untuk rutin melakukan olahraga agar kamu dapat melepaskan stres dan membuat badan tetap sehat. Mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah menjadi cara lain yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental tetap optimal.

Baca juga: 9 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental

Beristirahat sejenak dari rutinitas dan melakukan berbagai hal yang menyenangkan juga bisa menjadi salah satu cara untuk tetap mengelola kesehatan mental dengan baik. Tidak ada salahnya bercerita kepada teman atau kerabat yang dipercaya untuk berbagai pemikiran dan suatu hal yang menjadi fokus dalam hidup kamu agar masalah yang dihadapi dapat dilalui dengan baik.

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2020. 9 Ways You Can Improve Your Mental Health Today
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Bipolar Disorder
Healthline. Diakses pada 2020. 9 of Depressions