• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Fibroadenoma Termasuk Penyakit Berbahaya?

Apakah Fibroadenoma Termasuk Penyakit Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Setiap wanita harus tahu jika risiko untuk terserang gangguan tumor pada payudara selalu ada dan terkadang dapat menimbulkan kanker. Salah satu gangguan yang juga disebabkan oleh tumor adalah fibroadenoma. Meski begitu, gangguan ini disebut-sebut hanyalah tumor dengan kategori yang jinak. Namun, berbahayakah kelainan pada payudara ini saat menyerang? Berikut ulasan lengkapnya!

Adakah Dampak Berbahaya yang Disebabkan oleh Fibroadenoma?

Fibroadenoma adalah tumor payudara jinak atau non-kanker yang umumnya tidak tumbuh menjadi lebih besar sejalan dengan waktu. Penyakit ini juga tidak dapat menyebar ke organ lain dan terus berada di jaringan payudara. Selain itu, tumor yang terbentuk juga mudah untuk bergeser saat disentuh. Setiap orang yang mengidap gangguan ini memiliki ukuran tumor yang berbeda-beda dengan ukuran 1–2 sentimeter, tetapi dalam kasus yang jarang bisa lebih dari 5 sentimeter.

Baca juga: Cara Diagnosis Fibroadenoma, Penyebab Munculnya Benjolan Payudara

Fibroadenoma biasanya tidak menimbulkan rasa sakit apa pun saat terjadi, tetapi kamu akan merasakan seperti ada bulatan padat yang bergerak di bawah kulit. Kamu mungkin akan menggambarkan benjolan ini dengan bentuk tekstur yang keras, halus, atau kenyal. Bahkan pada beberapa kasus, pengidap tumor jinak pada payudara tidak merasakan apa pun.

Namun, dapatkah fibroadenoma dapat menimbulkan bahaya jika tidak mendapatkan penanganan?

Banyak orang yang mengidap tumor jinak pada payudara ini khawatir jika dirinya dapat mengidap kanker sebagai bentuk komplikasi. Faktanya, seseorang dapat mengalami kanker karena fibroadenoma sangat kecil, hanya sekitar 0,002 hingga 0,125 persen untuk berkembang menjadi sesuatu yang berbahaya. Risiko ini meningkat saat wanita didiagnosis mengidap fibroadenoma kompleks.

Maka dari itu, jika kamu mengidap gangguan tumor ini, ada baiknya untuk memeriksakannya secara rutin agar tidak terjadi fibroadenoma kompleks. Saat pemeriksaan, dokter akan melihat perubahan yang terjadi pada payudara dan ukuran yang terbentuk. Dengan begitu, jika kamu merasakan benjolan pada payudara, ada baiknya langsung melakukan pemeriksaan agar penyebabnya dapat dipastikan.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait fibroadenoma atau benjolan lainnya yang terbentuk pada payudara, bertanya pada dokter dari Halodoc untuk mencari solusinya adalah langkah yang tepat. Kamu cukup hanya download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan, lalu berinteraksi langsung tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan kemudahannya sekarang juga!

Baca juga: Waspada, Ini Komplikasi yang Bisa Ditimbulkan Fibroadenoma

Cara Mengobati Fibroadenoma yang Efektif

Banyak dokter yang menyarankan untuk menghilangkan benjolan yang terbentuk akibat fibroadenoma. Hal ini dilakukan apabila gumpalan yang terbentuk terus tumbuh atau berubah bentuk. Selain itu, pemeriksaan ini juga dilakukan untuk memastikan jika gangguan yang terjadi bukan disebabkan oleh kanker.

Terkadang, tumor ini dapat berhenti untuk tumbuh atau bahkan menyusut dengan sendirinya tanpa adanya pengobatan. Selama dokter yakin jika benjolan yang terbentuk disebabkan oleh fibroadenoma dan bukan kanker payudara, dokter mungkin akan membiarkannya sekaligus mengawasi agar tidak tumbuh. Hal ini umumnya dilakukan pada wanita yang memiliki banyak tumor jinak yang tidak tumbuh pada payudaranya.

Dalam kasus seperti ini, menghilangkan tumor tersebut berarti juga menghapus banyak jaringan payudara yang normal di dekatnya dan dapat menimbulkan jaringan parut yang dapat mengubah bentuk serta tekstur payudara. Hal ini juga dapat membuat pemeriksaan mammogram untuk memastikan jaringan payudara di masa depan menjadi sulit dibaca.

Baca juga: Bukan Kista atau Kanker, Ini yang Dimaksud Fibroadenoma pada Payudara

Maka dari itu, wanita yang mengidap fibroadenoma perlu menjalani pemeriksaan payudara atau tes pencitraan secara teratur untuk memastikan tumor agar tidak tumbuh. Pada kasus yang jarang terjadi, benjolan tumor tersebut dapat muncul setelah salah satunya diangkat. Hal ini berarti tumor yang baru telah terbentuk, bukan gangguan lama yang telah diangkat dapat kembali lagi.

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. Fibroadenoma.
American Cancer Society. Diakses pada 2020. Fibroadenomas of the Breast.