Ad Placeholder Image

Apakah Minum Es Bikin Gemuk? Ternyata Tidak, Simak Yuk!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Bukan Es, Ini Biang Kerok Bikin Gemuk Sebenarnya

Apakah Minum Es Bikin Gemuk? Ternyata Tidak, Simak Yuk!Apakah Minum Es Bikin Gemuk? Ternyata Tidak, Simak Yuk!

Mitos atau Fakta: Apakah Minum Es Bisa Bikin Gemuk?

Kekhawatiran mengenai minum es dapat menyebabkan kenaikan berat badan adalah salah satu mitos kesehatan yang umum beredar di masyarakat. Banyak yang percaya bahwa suhu dingin dari air es akan memperlambat metabolisme tubuh atau bahkan membekukan lemak, sehingga memicu penambahan berat badan.

Faktanya, anggapan bahwa minum air es bisa bikin gemuk adalah keliru. Air putih, baik dingin maupun hangat, secara inheren tidak mengandung kalori. Oleh karena itu, konsumsi air es tidak akan secara langsung menambah jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penambahan berat badan.

Air Es dan Pembakaran Kalori Tubuh

Sebaliknya, tubuh manusia memiliki mekanisme alami untuk menjaga suhu intinya tetap stabil. Ketika air es masuk ke dalam tubuh, tubuh akan bekerja sedikit lebih keras untuk menghangatkan air tersebut agar mencapai suhu tubuh normal.

Proses penghangatan ini sebenarnya membakar sejumlah kecil kalori. Meskipun jumlah kalori yang dibakar sangat minimal dan tidak signifikan untuk penurunan berat badan, hal ini justru membuktikan bahwa air es tidak membuat gemuk, bahkan secara teori membantu membakar kalori.

Asal Mula Mitos Minum Es Bikin Gemuk

Mitos ini kemungkinan besar muncul karena kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi air es. Sering kali, air es dinikmati bersama dengan minuman manis seperti soda, jus kemasan, atau teh manis, serta makanan tinggi kalori lainnya.

Minuman manis dan makanan berkalori tinggi inilah yang sesungguhnya menjadi penyebab utama penambahan berat badan, bukan air esnya sendiri. Rasa segar dari air es seringkali membuat orang cenderung mengonsumsi lebih banyak minuman atau makanan pendamping tersebut.

Penyebab Kenaikan Berat Badan yang Sebenarnya

Jika minum air es bukan penyebab kegemukan, lantas apa saja faktor sebenarnya yang berkontribusi terhadap kenaikan berat badan? Memahami penyebab mendasar sangat penting untuk mengelola berat badan secara efektif dan sehat.

  • Asupan Kalori Berlebih: Ini adalah penyebab paling umum. Mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar tubuh akan menyebabkan kelebihan kalori disimpan sebagai lemak. Sumber kalori berlebih bisa dari makanan cepat saji, makanan olahan, porsi makan besar, dan minuman manis.
  • Kurangnya Aktivitas Fisik: Gaya hidup kurang gerak mengurangi jumlah kalori yang dibakar tubuh setiap hari. Tanpa aktivitas fisik yang cukup, tubuh lebih mudah menumpuk lemak meskipun asupan kalori tidak terlalu tinggi.
  • Pola Makan Tidak Seimbang: Kurangnya konsumsi serat dari buah dan sayur, serta dominasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh, dapat memicu kenaikan berat badan dan masalah kesehatan lainnya.
  • Faktor Genetik: Genetik dapat memengaruhi kecenderungan tubuh untuk menyimpan lemak atau laju metabolisme. Namun, faktor genetik bukan satu-satunya penentu; gaya hidup tetap berperan besar.
  • Gangguan Hormonal: Kondisi seperti hipotiroidisme atau Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) dapat memengaruhi metabolisme dan menyebabkan penambahan berat badan. Konsultasi medis diperlukan untuk kondisi ini.
  • Kurang Tidur: Kurang tidur dapat mengganggu hormon pengatur nafsu makan, leptin dan ghrelin, yang dapat meningkatkan rasa lapar dan keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori.
  • Stres: Stres kronis dapat meningkatkan kadar kortisol, hormon yang dapat memicu peningkatan nafsu makan dan penumpukan lemak, terutama di area perut.
  • Obat-obatan Tertentu: Beberapa jenis obat-obatan, seperti antidepresan, kortikosteroid, atau obat diabetes tertentu, dapat memiliki efek samping berupa peningkatan berat badan.

Manfaat Minum Air Putih untuk Kesehatan

Terlepas dari suhu air, minum air putih yang cukup sangat penting bagi kesehatan secara keseluruhan. Air berperan vital dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk regulasi suhu, transportasi nutrisi, pelumasan sendi, dan pembuangan limbah.

Minum air putih membantu menjaga hidrasi optimal, mendukung fungsi organ, dan dapat membantu mengelola berat badan. Rasa kenyang yang muncul setelah minum air juga dapat membantu mengurangi asupan kalori dari makanan.

Menjaga Berat Badan Ideal: Rekomendasi Halodoc

Untuk mencapai dan mempertahankan berat badan ideal, fokus perlu diarahkan pada perubahan gaya hidup yang sehat dan berkelanjutan, bukan sekadar menghindari mitos seperti minum es.

Halodoc merekomendasikan untuk memprioritaskan asupan gizi seimbang dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, biji-bijian utuh, serta protein tanpa lemak. Batasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh. Jangan lupa untuk rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari, seperti berjalan kaki, jogging, atau bersepeda.

Penting juga untuk memastikan tubuh terhidrasi dengan baik dengan minum air putih yang cukup sepanjang hari, termasuk air es jika disukai. Tidur yang cukup dan mengelola stres juga merupakan bagian integral dari pengelolaan berat badan yang sehat. Jika memiliki kekhawatiran khusus mengenai berat badan atau kondisi kesehatan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi melalui Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang akurat dan personal.