08 January 2018

Apakah Orang Dewasa Masih Perlu Divaksin?

Apakah Orang Dewasa Masih Perlu Divaksin?

Halodoc, Jakarta – Vaksinasi adalah satu tindakan medis yang dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang. Yaitu dengan cara menyuntikkan mikroorganisme penyebab suatu penyakit ke dalam tubuh. Namun penyebab penyakit ini tentunya telah dimodifikasi sedemikian rupa, seperti dibunuh atau dilemahkan sebelum dimasukkan ke dalam tubuh.

Tujuan utama dari pemberian vaksin adalah untuk meningkatkan sisrem kekebalan tubuh sehingga siap menerima “serangan” dari penyakit tersebut kelak. Selama ini, vaksinasi sering diidentikkan dengan bayi dan anak-anak. Banyak orang yang berpikir bahwa pemberian vaksin hanya perlu dilakukan pada bayi dan anak usia sekolah. Benarkah anggapan tersebut?

Nyatanya hal itu tidaklah sepenuhnya benar. Pemberian vaksin memang harus dilakukan sedini mungkin, namun bukan berarti kegiatan ini hanya ditunjukkan pada anak-anak. Orang dewasa sekalipun ternyata membutuhkan vaksin, lho. Termasuk vaksin difteri yang belakangan ini tengah menghebohkan.

Karena pada dasarnya, fungsi dari pemberian vaksin adalah untuk “membentengi” tubuh dari serangan penyakit. Dan kenyataannya perlindungan tersebut juga dibutuhkan oleh orang dewasa. Pemberian vaksin memang biasanya dimulai sejak kecil, dan harus diselesaikan sampai lengkap.  Oleh karena itu, penting untuk memastikan apakah seseorang sudah menerima vaksin secara keseluruhan atau belum.

Pemberian Vaksin pada Orang Dewasa

Meski sama pentingnya, namun pemberian vaksin pada anak kecil dan orang  dewasa tidak bisa disamaratakan. Ada sejumlah faktor yang harus diperhatikan saat orang dewasa akan divaksin, seperti apakah orang tersebut telah mendapat imunisasi yang lengkap saat kecil hingga kondisi dan kekebaln tubuh sebelum disuntik.

Perbedaan lainnya antara vaksin anak dengan vaksin orang dewasa biasanya juga terletak pada dosis yang diberikan. Tentunya akan ada perbedaan pada dosis dan waktu pemberian vaksin. Komponen dan kandungan dari vaksin biasanya juga akan berbeda pada anak dan orang dewasa. Maka penting untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan membicarakan segala hal dengan dokter terkait pemberian vaksin pada usia dewasa.

Proses pemberian vaksin juga akan berbeda jika seseorang memiliki kondisi medis tertentu, seperti sedang hamil, pengidap diabetes, penyakit jantung, stroke, infeksi HIV serta kondisi lain yang membutuhkan perhatian lebih. Orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah pun dianjurkan untuk selalu terkoneksi dan menerima saran ahli terlebih dahulu sebelum memutuskan jenis vaksin yang dibutuhkan.

Pada orang dewasa, pemberian vaksin biasanya lebih bertujuan untuk mencegah penularan penyakit tertentu. Apalagi kalau sudah ada korban yang terjangkit. Selain itu, vaksinisasi juga harus diberikan pada periode tertentu, yaitu setiap 10 tahun selama seumur hidup. Karena vaksin biasanya hanya dapat bertahan sampai 10 tahun dalam melindungi tubuh.

Seiring berjalannya waktu, ditambah faktor kekebalan tubuh, kemampuan vaksin dalam melindungi dan mencegah penularan penyakit pun akan semakin menurun. Maka dari itu, penting mengetahui kapan terakhir kali kamu menerima vaksin dan segera lakukan vaksin ulang saat dibutuhkan.

Pada beberapa kasus, seperti belum pernah divaksi sama sekali atau vaksin yang tidak lengkap saat anak-anak, juga perlu pemeriksaan terlebih dahulu. Hal ini akan membantu dalam penentuan dosis dan jenis  vaksin yang akan dimasukkan ke dalam tubuh. Agar tetap sehat, ada baiknya untuk aktif dan melakukan vaksinasi sekalipun sudah dewasa. Sebab dengan vaksinasi, kamu telah melindungi diri sendiri dari serangan penyakit sekaligus ikut mencegah penularan dan penyebaran penyakit tersebut.

Vaksinasi akan membantu meningkatkan kembali daya tahan tubuh dan membuat kamu tidak mudah sakit. Meski demikian, sudah divaksin tidak berarti kamu bisa semena-mena pada tubuh. Menjaga kesehatan adalah satu hal yang penting dan harus dilakukan. Pakai dan download aplikasi Halodoc untuk menjaga dan mengontrol kesehatanmu. Karena di Halodoc kamu bisa bicara dengan dokter lewat Video/Voice Call dan Chat, membeli obat, serta merencanakan pemeriksaan laboratorium. Ingat sehat, ingat Halodoc!