Ad Placeholder Image

10 Makanan Tinggi Serat yang Dianjurkan untuk Dikonsumsi

9 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Serat bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan seperti buah pir, stroberi, pisang, brokoli, hingga ubi jalar.

10 Makanan Tinggi Serat yang Dianjurkan untuk Dikonsumsi10 Makanan Tinggi Serat yang Dianjurkan untuk Dikonsumsi

DAFTAR ISI


Serat adalah salah satu nutrisi krusial yang sayangnya sering kali terlewatkan dalam menu harian masyarakat modern. Secara biologis, serat merupakan jenis karbohidrat kompleks yang tidak dapat dicerna atau diserap sepenuhnya oleh tubuh manusia. Alih-alih diubah menjadi gula dan energi, serat justru melewati lambung, usus kecil, dan usus besar secara relatif utuh. Kemampuan unik inilah yang membuat makanan yang tinggi serat memegang peranan penting dalam menjaga fungsi optimal sistem pencernaan dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Pentingnya memenuhi asupan serat setiap hari tidak bisa dipandang sebelah mata. Pola makan yang rendah serat sangat erat kaitannya dengan berbagai masalah pencernaan, mulai dari perut kembung, begah, hingga sembelit (konstipasi). Jika dibiarkan dalam jangka waktu panjang, kekurangan serat dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, lonjakan kadar kolesterol jahat, hingga penyakit kardiovaskular. Sayangnya, gaya hidup yang serba cepat seringkali membuat kita lebih memilih makanan olahan yang miskin serat. Jika kamu kerap mengalami sembelit yang parah dan tak kunjung membaik, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa sistem pencernaanmu sedang bermasalah dan membutuhkan evaluasi medis segera.

Untuk mengatasi masalah kekurangan serat harian, langkah utama yang harus dilakukan adalah memperbanyak konsumsi makanan segar dari alam seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. Namun, pada kondisi tertentu, asupan dari makanan saja terkadang tidak cukup, terutama jika ritme aktivitasmu sangat padat atau pencernaanmu sedang bermasalah. Sebagai solusi praktis, kamu bisa beli suplemen serat maupun obat pelancar BAB yang aman digunakan untuk membantu melancarkan pembuangan sisa metabolisme.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk yang bisa membantu kelancaran pencernaanmu dan apa saja makanan yang tinggi serat? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Suplemen Pencernaan dan Serat Tambahan

Jika kamu kesulitan memenuhi kebutuhan serat harian hanya dari makanan, atau sedang mengalami masalah sembelit yang mengganggu, beberapa produk suplemen dan pelancar pencernaan berikut ini bisa menjadi opsi yang aman dan efektif. Produk-produk ini dapat ditemukan dengan mudah dan merupakan pertolongan pertama yang baik untuk saluran cerna.

1. Fibe Mini 100 ml

Fibe Mini adalah minuman kaya serat harian (daily fiber drink) yang diformulasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan serat harian dengan cara yang praktis dan menyegarkan. Minuman ini mengandung polydextrose, yaitu jenis serat larut air yang sangat baik untuk menjaga kesehatan flora usus dan menstimulasi pergerakan usus (peristaltik) yang sehat.

Manfaat utama dari Fibe Mini adalah mencegah terjadinya konstipasi, membantu membersihkan sisa-sisa makanan di saluran cerna, serta memberikan efek kenyang yang lebih lama, sehingga cocok juga bagi kamu yang sedang mengontrol asupan kalori.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 botol per hari, dapat diminum kapan saja (disarankan dalam keadaan dingin agar lebih segar).

Produk ini tergolong aman untuk dikonsumsi harian karena termasuk dalam kategori minuman kesehatan bebas.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Fibe Mini 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Maximus 30 Kapsul

Maximus merupakan suplemen herbal yang dirancang khusus untuk melancarkan buang air besar dan menjaga kesehatan usus. Kandungan utama dalam Maximus adalah ekstrak Plantago ovata (psyllium husk) dan ekstrak daun senna. Psyllium husk bekerja sebagai serat pembentuk bulk (bulk-forming laxative) yang menyerap air di usus, membuat feses menjadi lebih bervolume dan lunak. Sementara itu, daun senna memberikan efek stimulasi ringan pada otot usus untuk mendorong feses keluar.

Suplemen ini sangat bermanfaat bagi penderita wasir atau ambeien yang membutuhkan feses bertekstur lunak agar tidak melukai area rektum saat buang air besar.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1-2 kapsul per hari, diminum pada malam hari sebelum tidur.
  • Anak-anak di atas 12 tahun: 1 kapsul per hari.

Peringatan: Konsumsi suplemen yang mengandung psyllium husk wajib diimbangi dengan minum air putih yang banyak (minimal 8 gelas sehari) agar tidak terjadi penyumbatan di usus.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Maximus 30 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

3. Microlax Enema 5 ml

Ketika kurang mengonsumsi makanan yang tinggi serat berujung pada sembelit akut dan feses menjadi sangat keras, Microlax Enema adalah solusi cepat yang bekerja secara lokal. Produk ini mengandung kombinasi Natrium lauril sulfoasetat, Sorbitol, dan PEG 400. Ketiga bahan ini bekerja sinergis dengan cara menurunkan tegangan permukaan feses, menarik air ke dalam rektum, dan melunakkan feses yang keras dari luar.

Berbeda dengan suplemen serat yang diminum (oral), Microlax digunakan melalui dubur (rektal) dan biasanya memberikan efek melancarkan BAB hanya dalam waktu 5 hingga 15 menit setelah diaplikasikan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak di atas 3 tahun: 1 tube (5 ml) dimasukkan ke dalam rektum.
  • Tekan tube perlahan hingga seluruh isi masuk, biarkan sejenak, lalu tunggu hingga muncul rasa mulas.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Microlax Enema 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Lacto-B 10 Sachet

Meskipun bukan suplemen serat murni, probiotik sangat berkaitan erat dengan optimalisasi asupan serat. Lacto-B mengandung bakteri baik (seperti Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium longum) yang berfungsi menjaga keseimbangan mikroflora di dalam usus. Serat makanan yang kita konsumsi sebenarnya merupakan “makanan” (prebiotik) bagi bakteri-bakteri baik ini.

Manfaat mengonsumsi Lacto-B meliputi perbaikan fungsi pencernaan, mengatasi diare akibat penggunaan antibiotik, serta membantu mengurangi gejala intoleransi laktosa dan perut kembung.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 3 sachet per hari.
  • Anak usia 1-12 tahun: 3 sachet per hari.
  • Anak di bawah 1 tahun: 2 sachet per hari (konsultasikan dengan dokter).
  • Dapat dikonsumsi langsung atau dicampur ke dalam susu, air, maupun makanan (jangan dicampur air panas agar bakteri baik tidak mati).

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Lacto-B 10 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Pintar Mencegah Sembelit Akibat Kurang Serat
  1. Tingkatkan asupan serat secara bertahap untuk menghindari produksi gas berlebih dan kembung.
  2. Minum minimal 2 liter (8 gelas) air putih setiap hari. Serat membutuhkan air agar dapat berfungsi maksimal membentuk tekstur feses yang lembut.
  3. Rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga ringan minimal 30 menit sehari untuk merangsang pergerakan otot usus.

Jenis Makanan yang Tinggi Serat yang Wajib Dikonsumsi

Selain mengandalkan suplemen, fondasi utama pencernaan yang sehat tetap berasal dari sumber makanan alami. Ada dua jenis serat utama, yaitu serat larut (soluble fiber) yang membentuk gel di usus dan membantu menurunkan gula darah serta kolesterol, dan serat tidak larut (insoluble fiber) yang menambah massa feses dan mencegah sembelit. Berikut adalah beberapa kelompok makanan yang wajib ada dalam piringmu:

1. Oatmeal dan Biji-bijian Utuh (Whole Grains)

Oat merupakan salah satu sumber serat larut terbaik, khususnya beta-glukan. Kandungan ini sangat kuat pengaruhnya dalam mengikat empedu yang kaya kolesterol di usus dan membuangnya dari tubuh. Selain oat, beras merah, quinoa, dan roti gandum utuh adalah sumber karbohidrat kompleks yang lambat dicerna, sehingga membuat perut merasa kenyang lebih lama dan kadar gula darah tetap stabil.

2. Kacang-kacangan dan Polong-polongan (Legumes)

Kacang merah, lentil, buncis, dan edamame adalah “superfood” yang harganya terjangkau namun nutrisinya luar biasa. Setengah cangkir lentil matang bisa menyediakan hingga 8 gram serat. Kacang-kacangan juga merupakan sumber protein nabati yang sangat baik, sehingga sangat direkomendasikan bagi mereka yang sedang menjalani diet penurunan berat badan atau diet vegetarian.

3. Buah-buahan dengan Kulitnya

Apel, pir, dan jambu biji menduduki peringkat teratas sebagai buah tinggi serat. Satu buah apel berukuran sedang (dimakan bersama kulitnya) mengandung sekitar 4,5 gram serat. Sangat disarankan untuk mencuci bersih buah-buahan ini dan mengonsumsinya tanpa mengupas kulitnya, karena sebagian besar serat tidak larut serta antioksidan kuat (seperti flavonoid) justru tersimpan rapat di bagian kulit.

4. Sayuran Berdaun Hijau Terang dan Gelap

Brokoli, bayam, kangkung, dan kubis Brussel adalah gudangnya serat dan vitamin. Brokoli secara khusus tidak hanya kaya akan serat (sekitar 5 gram per cangkir rebus), tetapi juga memiliki senyawa sulforaphane yang telah terbukti dapat membantu melindungi dinding usus dari bakteri jahat dan mencegah peradangan kronis.

5. Biji Chia (Chia Seeds) dan Flaxseed

Jangan remehkan ukuran biji-bijian kecil ini. Dua sendok makan biji chia mampu menyumbang sekitar 10 gram serat! Biji chia sangat unik karena jika direndam dalam cairan, ia akan mengembang dan membentuk tekstur gel. Hal ini sangat menguntungkan pencernaan, membantu melumasi usus, dan mempermudah proses buang air besar.

Studi Terkait Asupan Serat

The Lancet menerbitkan studi komprehensif di tahun 2019 yang menjelaskan bahwa asupan serat makanan yang tinggi berhubungan erat dengan penurunan risiko kematian secara umum dan penurunan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan.

Penelitian yang meninjau puluhan uji klinis tersebut menemukan bahwa individu yang mengonsumsi minimal 25 hingga 29 gram serat setiap hari memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung koroner, stroke, diabetes tipe 2, dan kanker usus besar dibandingkan mereka yang mengonsumsi sangat sedikit serat. Studi ini mengukuhkan fakta bahwa serat bukan sekadar “pembersih usus”, melainkan pelindung vital bagi organ-organ penting lainnya dalam tubuh manusia.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Apabila kamu sudah mengubah pola makan dan mencoba suplemen serat namun masalah pencernaan seperti kembung parah, konstipasi lebih dari seminggu, atau BAB berdarah masih terjadi, segera hubungi tenaga medis untuk evaluasi lebih lanjut.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Dietary fiber: Essential for a healthy diet.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Healthy Diet.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2024. Fiber.
The Lancet. Diakses pada 2024. Carbohydrate quality and human health: a series of systematic reviews and meta-analyses.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Improving Your Health With Fiber.

FAQ

1. Berapa gram asupan makanan yang tinggi serat yang dibutuhkan per hari?

Berdasarkan panduan kesehatan umum, wanita dewasa disarankan mengonsumsi sekitar 25 gram serat per hari, sementara pria dewasa membutuhkan sekitar 38 gram per hari. Kebutuhan ini akan sedikit menurun setelah memasuki usia 50 tahun.

2. Apa yang terjadi jika tubuh terlalu banyak mengonsumsi serat dalam satu waktu?

Mengonsumsi serat terlalu banyak dan terlalu cepat (tanpa adaptasi) dapat memicu gangguan pencernaan ringan seperti perut kembung, sering buang gas (kentut), kram perut, dan bahkan diare sementara. Sangat disarankan untuk meningkatkan asupan serat secara perlahan-lahan.

3. Apakah suplemen serat boleh dikonsumsi setiap hari untuk jangka panjang?

Sebagian besar suplemen serat alami (seperti psyllium husk) aman dikonsumsi harian asalkan diimbangi dengan asupan air putih yang cukup. Namun, untuk obat pencahar (laxative) berbahan kimia stimulatif, tidak disarankan digunakan jangka panjang karena dapat membuat usus menjadi “malas” dan bergantung pada obat tersebut.

4. Bisakah jus buah menggantikan buah potong utuh sebagai sumber serat?

Sayangnya tidak. Proses pembuatan jus, terutama jika ampasnya dibuang, akan menghilangkan hampir seluruh kandungan serat tidak larut dari buah. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, jauh lebih baik mengonsumsi buah secara utuh atau membuatnya menjadi smoothies tanpa menyaring ampasnya.