Ad Placeholder Image

10 Makanan Tinggi Serat yang Dianjurkan untuk Dikonsumsi

9 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Serat bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan seperti buah pir, stroberi, pisang, brokoli, hingga ubi jalar.

10 Makanan Tinggi Serat yang Dianjurkan untuk Dikonsumsi10 Makanan Tinggi Serat yang Dianjurkan untuk Dikonsumsi

DAFTAR ISI


Menjaga kesehatan sistem pencernaan adalah salah satu kunci utama untuk mendapatkan tubuh yang sehat secara menyeluruh. Salah satu cara paling efektif untuk merawat organ pencernaan adalah dengan rutin mengonsumsi makanan yang berserat. Sayangnya, seiring dengan meningkatnya tren konsumsi makanan cepat saji dan makanan ultra-proses di Indonesia, banyak orang yang melupakan pentingnya asupan serat harian. Akibatnya, masalah seperti sembelit, perut kembung, hingga risiko wasir menjadi keluhan kesehatan yang sangat umum terjadi di tengah masyarakat.

Serat makanan, atau dietary fiber, merupakan bagian dari tumbuhan yang tidak dapat dicerna atau diserap secara penuh oleh tubuh manusia. Berbeda dengan karbohidrat, lemak, atau protein yang dipecah dan diserap tubuh, serat akan melewati lambung, usus kecil, dan usus besar dalam keadaan yang relatif utuh. Serat terbagi menjadi dua jenis, yaitu serat larut (soluble fiber) yang dapat larut dalam air dan membentuk tekstur seperti gel untuk mengontrol gula darah serta kolesterol, dan serat tidak larut (insoluble fiber) yang berfungsi menambah massa feses sehingga memperlancar pergerakan usus.

Kementerian Kesehatan RI menganjurkan konsumsi serat harian sebanyak 25 hingga 30 gram per hari untuk orang dewasa. Memenuhi kebutuhan ini sangat penting karena serat tidak hanya mencegah masalah sembelit, tetapi juga berperan besar dalam menjaga berat badan ideal, menurunkan risiko penyakit jantung koroner, dan mencegah diabetes tipe 2. Mengingat fungsinya yang sangat vital, mengetahui jenis-jenis makanan yang mengandung serat tinggi merupakan langkah awal yang krusial untuk memperbaiki pola makan sehari-hari.

Namun, dalam kondisi tertentu di mana asupan dari makanan utuh tidak mencukupi, atau saat kamu sedang mengalami konstipasi akut, penggunaan produk kesehatan atau suplemen serat bisa menjadi solusi yang sangat membantu untuk memulihkan fungsi pencernaan. Nah, mau tahu apa saja pilihan makanan dan produk suplemen yang direkomendasikan? Berikut ulasan lengkapnya!

Rekomendasi Suplemen Serat yang Ampuh

Jika kamu kesulitan memenuhi kebutuhan serat harian hanya dari makanan, atau sedang mengalami masalah susah buang air besar, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengonsumsi produk suplemen serat dan laksatif ringan yang aman dikonsumsi. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang bisa kamu temukan dengan mudah:

1. Vegeta Herbal Anggur 6 Bungkus

Vegeta Herbal Anggur merupakan suplemen serat yang mengandung kombinasi ekstrak serat alami dari Plantago ovata (psyllium husk), ekstrak daun jati cina (senna), dan ekstrak akar manis. Cara kerja suplemen ini adalah dengan menyerap air di dalam usus untuk melunakkan feses, sekaligus memberikan stimulasi ringan pada dinding usus (berkat kandungan senna) untuk melancarkan proses buang air besar.

Manfaat utama dari produk ini adalah membantu mengatasi konstipasi (sembelit) ringan hingga sedang, membersihkan saluran pencernaan dari sisa-sisa kotoran yang menumpuk, serta membantu memberikan rasa lega pada perut. Suplemen ini sangat cocok bagi mereka yang jarang makan sayur dan buah.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun: 1 bungkus, diminum 1 kali sehari setelah makan malam.
  • Larutkan 1 bungkus ke dalam segelas air dingin (kurang lebih 200 ml), aduk rata dan segera diminum sebelum mengental.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Jangan digunakan terus-menerus selama lebih dari 1 minggu tanpa anjuran medis, serta tidak disarankan untuk ibu hamil tanpa konsultasi dokter.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Vegeta Herbal Anggur 6 Bungkus di Toko Kesehatan Halodoc

2. FibreFirst 15 Sachet

FibreFirst adalah suplemen kaya serat premium yang diformulasikan dari gabungan serat larut (psyllium husk, oat fiber, inulin) dan sari pati sayuran serta buah-buahan (seperti bayam, seledri, wortel, spirulina, tomat). Produk ini bekerja ganda (double action), yaitu mendetoksifikasi saluran pencernaan dengan mengikat kotoran dan racun, serta menutrisi sistem pencernaan dengan ekstrak buah dan sayur.

Suplemen ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan usus sehari-hari, menyeimbangkan mikroflora bakteri baik di dalam usus (karena mengandung prebiotik inulin), membantu menurunkan kadar kolesterol darah, dan menjaga stabilitas gula darah. Produk ini tidak menyebabkan rasa mulas berlebihan sehingga nyaman digunakan rutin.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 sachet per hari.
  • Cara penyajian: Campurkan 1 sachet FibreFirst dengan 300 ml air dingin ke dalam botol shaker. Kocok hingga rata dan segera minum sampai habis. Sebaiknya dikonsumsi pada malam hari sebelum tidur.

Produk ini merupakan suplemen kesehatan (obat bebas) yang aman dikonsumsi harian untuk melengkapi kebutuhan nutrisi serat harian tubuh.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan FibreFirst 15 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Dulcolactol Sirup 60 ml

Dulcolactol Sirup mengandung bahan aktif Laktulosa (Lactulose) sebanyak 10 gram per 15 ml. Laktulosa adalah gula sintetis yang tidak dapat diserap oleh tubuh, sehingga akan masuk ke usus besar dalam keadaan utuh. Cara kerjanya adalah sebagai laksatif osmotik, yaitu menarik air dari jaringan tubuh ke dalam rongga usus besar, membuat feses menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan.

Obat ini diindikasikan khusus untuk mengobati konstipasi (sembelit) yang membandel dan untuk ensefalopati hepatik (kondisi medis pada pasien penyakit hati). Obat ini sangat efektif bagi pasien yang membutuhkan feses lunak agar tidak perlu mengejan, seperti pasien wasir atau pasca operasi rektum.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa (Konstipasi ringan-sedang): 15-30 ml sehari selama 3 hari pertama, dilanjutkan 10-15 ml per hari sebagai dosis pemeliharaan.
  • Anak 5-10 tahun: 10 ml per hari.
  • Anak 1-5 tahun: 5 ml per hari.
  • Dapat diminum bersama sari buah atau air putih, dicampur dengan makanan, atau diminum langsung.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Hati-hati penggunaan pada penderita diabetes mellitus karena mengandung galaktosa dan laktosa.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Dulcolactol Sirup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Konsumsi Serat Tanpa Efek Kembung
  1. Tingkatkan asupan serat secara perlahan. Jangan langsung mengonsumsi dalam jumlah sangat tinggi jika tubuh belum terbiasa.
  2. Imbangi dengan minum air putih yang banyak, minimal 8 gelas atau 2 liter sehari. Serat butuh air untuk melunakkan feses.
  3. Kunyah makanan dengan baik sebelum menelannya untuk membantu proses mekanik di lambung.

10 Pilihan Makanan Tinggi Serat untuk Menu Harian

Memasukkan makanan yang berserat ke dalam diet sehari-hari tidaklah sulit karena banyak bahan makanan lezat dan mudah ditemukan di pasar maupun swalayan yang kaya akan nutrisi ini. Berikut adalah daftar makanan terbaik yang bisa kamu pilih:

1. Oatmeal (Gandum Utuh)

Oatmeal adalah salah satu sumber biji-bijian utuh terbaik di bumi. Oat mengandung jenis serat larut spesifik yang disebut beta-glucan. Serat ini sangat ampuh dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menstabilkan gula darah. Satu cangkir oat mentah bisa memberikan sekitar 10,6 gram serat yang mengenyangkan.

2. Buah Apel (beserta kulitnya)

Apel adalah buah yang sangat populer dan tinggi serat. Sebuah apel berukuran sedang beserta kulitnya mengandung sekitar 4,4 gram serat. Apel mengandung sejenis serat larut yang dinamakan pektin, yang berfungsi memberi makan bakteri baik di dalam usus dan melancarkan pencernaan. Pastikan mencuci bersih kulitnya sebelum dikonsumsi, ya!

3. Biji Chia (Chia Seeds)

Walaupun bentuknya sangat kecil, biji chia adalah superfood yang luar biasa. Biji hitam kecil ini merupakan salah satu sumber serat terbaik di dunia. Dalam 100 gram biji chia kering, terdapat sekitar 34 gram serat. Saat direndam dalam air, biji chia akan membentuk tekstur seperti gel yang sangat baik untuk melapisi lambung dan melancarkan buang air besar.

4. Kacang Almond

Almond tidak hanya kaya akan lemak sehat dan protein nabati, tetapi juga merupakan makanan yang berserat tinggi. Tiga sendok makan kacang almond utuh menyumbang sekitar 4 gram serat. Almond cocok dijadikan camilan sehat di sela-sela waktu makan untuk mencegah rasa lapar berlebih.

5. Brokoli

Brokoli termasuk dalam keluarga sayuran cruciferous yang padat nutrisi. Sayuran hijau ini tidak hanya mengandung vitamin C dan vitamin K yang tinggi, tetapi juga menyimpan sekitar 2,6 gram serat per 100 gram. Brokoli juga memiliki senyawa antioksidan sulforaphane yang baik untuk melindungi sel-sel pencernaan dari peradangan.

6. Buah Pir

Sama seperti apel, buah pir merupakan sumber serat yang fantastis jika dimakan bersama dengan kulitnya. Satu buah pir ukuran sedang dapat menyumbang hingga 5,5 gram serat. Buah ini memiliki kandungan air yang tinggi sehingga efeknya sangat menyegarkan dan efektif mengatasi konstipasi.

7. Kacang Lentil

Kacang lentil sangat terjangkau dan padat akan nutrisi, menjadikannya salah satu pilar makanan sehat. Selain kaya akan protein yang ramah bagi vegetarian dan vegan, satu cangkir lentil matang mengandung lebih dari 15 gram serat. Lentil sangat baik diolah menjadi sup atau campuran salad hangat.

8. Alpukat

Berbeda dengan kebanyakan buah yang mengandalkan karbohidrat, alpukat justru kaya akan lemak tak jenuh ganda. Meski begitu, alpukat juga ternyata tinggi serat! Setengah buah alpukat mengandung sekitar 6 hingga 7 gram serat. Teksturnya yang creamy membuatnya mudah dicerna dan disukai banyak orang.

9. Wortel

Wortel dikenal luas karena kandungan vitamin A (beta-karoten) yang baik untuk kesehatan mata. Namun, sayuran umbi ini juga merupakan makanan yang berserat. Dalam satu mangkuk wortel mentah yang dipotong dadu, terdapat sekitar 3,6 gram serat tak larut yang membantu memadatkan feses.

10. Pisang

Pisang adalah buah praktis yang mudah dibawa ke mana saja. Pisang berukuran sedang mengandung sekitar 3,1 gram serat. Menariknya, pisang yang masih agak hijau atau belum terlalu matang mengandung resistant starch, sejenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna dan berfungsi layaknya serat untuk kesehatan mikrobioma usus.

Tanda Tubuh Kekurangan Serat

1. Sembelit dan Bentuk Feses yang Keras

Ini adalah tanda paling klasik. Tanpa serat tak larut, feses akan kekurangan “massa”, dan tanpa serat larut, feses akan kehilangan kelembapan. Akibatnya, kamu harus mengejan lebih keras saat berada di toilet.

2. Cepat Merasa Lapar Setelah Makan

Serat berfungsi memperlambat proses pengosongan lambung. Jika kamu makan makanan yang rendah serat (seperti roti putih atau nasi putih saja), tubuh akan menyerap gula dengan cepat, membuat kamu kembali lapar dalam waktu 1-2 jam saja.

3. Gula Darah Sering Melonjak Tiba-tiba

Bagi orang tanpa diabetes pun, kekurangan serat bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang ditandai dengan rasa kantuk dan kelelahan luar biasa sesaat setelah makan siang (sugar crash).

Studi Mengenai Pentingnya Makanan yang Berserat

The Lancet Journal menerbitkan studi komprehensif di tahun 2019 yang menjelaskan bahwa asupan serat makanan yang tinggi berhubungan signifikan dengan penurunan risiko kematian dini akibat segala penyebab, khususnya penyakit kardiovaskular.

Studi yang merupakan hasil tinjauan sistematis dari puluhan riset observasional ini menemukan bahwa orang yang mengonsumsi serat paling banyak memiliki angka penyakit jantung koroner, stroke, diabetes tipe 2, dan kanker usus besar 15-30% lebih rendah dibandingkan mereka yang paling sedikit mengonsumsi serat. Hal ini membuktikan bahwa serat bukan sekadar pelancar BAB, melainkan fondasi pertahanan tubuh dari penyakit kronis mematikan.

Pada akhirnya, mengubah pola makan dengan lebih banyak memasukkan makanan yang berserat adalah investasi jangka panjang untuk tubuhmu. Jika keluhan perut atau pencernaan berlanjut, apalagi jika kamu mengalami sembelit berkepanjangan yang disertai rasa sakit tak tertahankan atau buang air besar berdarah, segera periksakan diri untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Kamu bisa mendapatkan suplemen kesehatan dan obat-obatan yang disebutkan di atas dengan praktis, 100% asli, dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah pencernaan yang sedang dialami agar mendapatkan penanganan yang paling sesuai melalui Halodoc.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Dietary fiber: Essential for a healthy diet.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Healthy diet.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pentingnya Konsumsi Serat Bagi Tubuh.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2024. Fiber.
The Lancet. Diakses pada 2024. Carbohydrate quality and human health: a series of systematic reviews and meta-analyses.

FAQ

1. Berapa gram serat yang dibutuhkan tubuh dalam sehari?

Berdasarkan rekomendasi kesehatan, pria dewasa umumnya membutuhkan sekitar 38 gram serat per hari, sedangkan wanita dewasa membutuhkan sekitar 25 gram serat per hari. Kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan mengombinasikan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh.

2. Apakah minum suplemen serat bisa menggantikan makan sayur?

Tidak sepenuhnya. Suplemen serat memang sangat membantu memenuhi kuota serat harian atau meredakan sembelit, tetapi sayur dan buah utuh mengandung vitamin, mineral, fitonutrien, dan antioksidan yang tidak selalu bisa disalin ke dalam bentuk suplemen. Suplemen sifatnya hanya sebagai tambahan (komplementer).

3. Mengapa perut saya justru kembung dan begah setelah banyak makan serat?

Hal ini biasa terjadi jika kamu secara mendadak meningkatkan jumlah serat tanpa memberi usus waktu untuk beradaptasi, atau jika kamu kurang minum air putih. Serat menyerap banyak air; tanpa air yang cukup, serat justru akan menggumpal di usus, menyebabkan produksi gas berlebih oleh bakteri usus, dan memicu rasa kembung.

4. Apakah serat bisa membantu menurunkan berat badan?

Tentu saja. Makanan tinggi serat membutuhkan waktu lebih lama untuk dikunyah, memberikan sinyal kenyang lebih cepat ke otak. Selain itu, serat mengembang di dalam lambung dan memperlambat pencernaan, sehingga kamu merasa kenyang lebih lama dan terhindar dari kebiasaan ngemil berlebihan yang memicu kenaikan berat badan.