Ad Placeholder Image

100 Gram Tempe: Sumber Protein Sehat, Kalori Pas

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Nutrisi 100 Gram Tempe: Protein Tinggi, Kalori Hemat!

100 Gram Tempe: Sumber Protein Sehat, Kalori Pas100 Gram Tempe: Sumber Protein Sehat, Kalori Pas

DAFTAR ISI


Tempe adalah salah satu makanan super asli Indonesia yang popularitasnya telah mendunia. Terbuat dari kacang kedelai yang difermentasi dengan bantuan kapang Rhizopus oligosporus, tempe bukan sekadar lauk pendamping nasi yang murah meriah. Di balik kesederhanaannya, tempe menyimpan profil nutrisi yang sangat lengkap, mulai dari protein tinggi hingga probiotik yang baik untuk pencernaan.

Bagi kamu yang sedang menjalani program diet atau sekadar ingin menjaga pola makan sehat, memahami jumlah kalori tempe sangatlah penting. Seringkali, tempe dianggap sebagai alternatif daging yang rendah lemak, namun cara pengolahannya dapat mengubah nilai kalorinya secara drastis. Mengetahui takaran yang pas dalam 100 gram tempe akan membantu kamu mengatur asupan harian dengan lebih presisi.

Sebagai apoteker, saya sering melihat bahwa kesehatan yang optimal berawal dari asupan nutrisi yang seimbang di meja makan. Tempe tidak hanya memberikan energi, tetapi juga senyawa aktif seperti isoflavon yang berperan sebagai antioksidan. Memasukkan tempe ke dalam menu harian adalah langkah cerdas untuk mendukung kesehatan jantung dan kepadatan tulang tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Namun, perlu diingat bahwa kebutuhan kalori dan nutrisi setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, berat badan, dan aktivitas fisik. Jika kamu memiliki kondisi medis tertentu atau ingin menyusun rencana makan yang spesifik, ada baiknya melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan saran medis yang personal dan akurat.

Nah, mau tahu apa saja ulasan mendalam mengenai kalori tempe dan cara terbaik mengonsumsinya? Berikut ulasannya!

Profil Nutrisi dan Kalori Tempe per 100 Gram

Dalam kondisi mentah, 100 gram tempe mengandung kalori yang cukup moderat namun padat nutrisi. Secara umum, kalori tempe mentah berkisar antara 190 hingga 200 kkal. Jumlah ini terdiri dari kombinasi makronutrisi yang seimbang, yang menjadikannya salah satu sumber protein nabati terbaik di dunia.

Berikut adalah rincian nutrisi dalam 100 gram tempe mentah:

  • Protein: Sekitar 18-20 gram. Protein dalam tempe termasuk protein lengkap yang mengandung asam amino esensial.
  • Lemak: Sekitar 10-11 gram. Sebagian besar adalah lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung.
  • Karbohidrat: Sekitar 8-9 gram.
  • Serat: Sekitar 5-7 gram, sangat baik untuk menjaga kelancaran saluran cerna.

Selain makronutrisi di atas, tempe juga kaya akan mikronutrisi penting. Proses fermentasi meningkatkan ketersediaan hayati (bioavailabilitas) mineral seperti kalsium, zat besi, dan magnesium. Fermentasi juga menurunkan kadar asam fitat, sebuah senyawa “anti-nutrisi” yang biasanya menghambat penyerapan mineral dalam kacang-kacangan mentah. Inilah mengapa tempe sering disebut lebih unggul dibandingkan kedelai rebus biasa.

Perbandingan Kalori Berdasarkan Metode Memasak

Salah satu kesalahan umum masyarakat Indonesia adalah cara mengolah tempe yang didominasi oleh penggorengan (deep frying). Padahal, metode memasak sangat menentukan apakah tempe tersebut tetap sehat atau justru menjadi sumber lemak jenuh. Perlu dipahami bahwa tempe memiliki tekstur seperti spons yang sangat mudah menyerap minyak.

Berikut adalah estimasi kalori tempe 100 gram berdasarkan cara masaknya:

1. Tempe Mentah/Kukus (±192 kkal)

Metode kukus adalah cara terbaik untuk mempertahankan nutrisi asli tempe. Tanpa tambahan lemak, kalorinya tetap terjaga di angka asli, sehingga cocok untuk menu diet ketat.

2. Tempe Bacem (±220 – 250 kkal)

Tempe bacem menggunakan bumbu gula merah dan kecap. Penambahan gula ini tentu meningkatkan kadar karbohidrat dan total kalori. Namun, jika tidak digoreng setelah dibacem, kalorinya masih relatif aman.

3. Tempe Goreng (±300 – 400 kkal)

Saat digoreng, kalori tempe bisa melonjak hingga dua kali lipat. Penyerapan minyak menambah asupan lemak jenuh dan kalori yang signifikan. Jika tempe dibalut tepung (tempe mendoan atau tempe goreng tepung), kalorinya bisa mencapai lebih dari 400 kkal per 100 gram karena tepung juga menyerap minyak dalam jumlah besar.

Tips Mengolah Tempe yang Sehat
  1. Gunakan metode panggang (grill) atau air fryer untuk mendapatkan tekstur renyah tanpa minyak berlebih.
  2. Kukus tempe terlebih dahulu sebelum diolah agar teksturnya lebih empuk dan bumbu meresap tanpa perlu banyak garam.
  3. Hindari menggoreng tempe menggunakan minyak yang sudah digunakan berkali-kali (minyak jelantah) karena mengandung radikal bebas.

Manfaat Tempe untuk Kesehatan Tubuh

Sebagai makanan fermentasi, tempe menawarkan manfaat yang melampaui sekadar pemenuhan kalori. Proses fermentasi oleh jamur Rhizopus memecah protein menjadi peptida yang lebih mudah dicerna. Berikut adalah beberapa manfaat utama tempe bagi kesehatan:

1. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Tempe mengandung prebiotik, yaitu jenis serat yang menjadi makanan bagi bakteri baik (probiotik) di usus. Sistem pencernaan yang sehat berhubungan langsung dengan sistem imun yang kuat dan kesehatan mental yang stabil.

2. Sumber Antioksidan yang Kuat

Kandungan isoflavon dalam tempe, seperti genistein dan daidzein, terbukti secara ilmiah memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan. Senyawa ini membantu menangkal stres oksidatif yang dapat menyebabkan penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan kanker.

3. Mendukung Kesehatan Tulang

Meskipun bukan produk susu, tempe mengandung kalsium dan fosfor yang cukup tinggi. Kepadatan tulang sangat bergantung pada asupan mineral ini, menjadikannya pilihan makanan yang baik untuk mencegah osteoporosis, terutama bagi mereka yang menerapkan pola makan vegan.

Efektivitas Tempe untuk Program Penurunan Berat Badan

Mengapa tempe sangat disarankan untuk orang yang ingin menurunkan berat badan? Kuncinya ada pada kandungan protein dan seratnya. Protein memiliki efek termogenik yang lebih tinggi dibandingkan lemak atau karbohidrat, artinya tubuh membakar lebih banyak energi untuk mencerna protein.

Selain itu, diet tinggi protein dari tempe dapat meningkatkan produksi hormon kenyang seperti peptida YY dan cholecystokinin, sekaligus menekan hormon lapar (ghrelin). Dengan merasa kenyang lebih lama, keinginan untuk mengonsumsi camilan manis atau makanan berkalori tinggi lainnya dapat berkurang secara alami.

Namun, dalam menjalani program penurunan berat badan, asupan mikronutrisi tambahan seringkali diperlukan untuk menjaga metabolisme tetap optimal. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mendapatkan suplemen pendukung metabolisme atau multivitamin yang sesuai dengan kebutuhan tubuhmu.

Studi Mengenai Nutrisi Kedelai Fermentasi

The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa konsumsi produk kedelai fermentasi seperti tempe berkaitan erat dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular. Hal ini dikarenakan kandungan serat larut dan isoflavon yang mampu membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.

Penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi tempe secara rutin dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Ini merupakan temuan penting bagi manajemen berat badan dan pencegahan sindrom metabolik pada masyarakat perkotaan yang memiliki gaya hidup sedenter.

Jika kamu merasakan gejala ketidakseimbangan metabolisme atau ingin tahu lebih dalam mengenai pengaruh nutrisi terhadap kondisi fisikmu, jangan ragu untuk berkonsultasi. Dengan penanganan yang tepat, kamu bisa mencapai target kesehatan dengan lebih efisien.

Kamu juga bisa mendapatkan berbagai produk kesehatan pendukung di Toko Kesehatan Halodoc dengan praktis. Selain itu, konsultasikan kondisi kesehatanmu dengan tenaga medis profesional agar mendapatkan panduan yang sesuai dengan profil kesehatan personalmu.

FAQ

1. Berapa kalori tempe goreng per potong?

Satu potong tempe goreng ukuran sedang (sekitar 25-30 gram) mengandung kurang lebih 80-100 kkal. Kalori ini didominasi oleh lemak dari minyak goreng yang terserap ke dalam pori-pori tempe.

2. Apakah tempe aman dikonsumsi setiap hari?

Sangat aman. Bagi orang dewasa sehat, konsumsi 1-2 porsi tempe setiap hari merupakan sumber protein yang baik. Namun, penderita asam urat perlu membatasi konsumsinya karena kedelai mengandung purin dalam jumlah sedang.

3. Lebih sehat mana, tempe atau tahu?

Secara nutrisi, tempe lebih padat karena tidak melalui proses penyaringan seperti tahu. Tempe memiliki protein, serat, dan vitamin yang lebih tinggi, serta mengandung probiotik karena proses fermentasi kacang utuh.

4. Bisakah tempe menggantikan protein hewani sepenuhnya?

Bisa, namun perlu variasi. Tempe mengandung asam amino esensial yang lengkap, tetapi bagi vegetarian murni, perlu diperhatikan asupan Vitamin B12 yang biasanya rendah pada sumber nabati (kecuali tempe yang difermentasi secara spesifik).

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. Why Tempeh Is Incredibly Healthy and Nutritious.
Medical News Today. Diakses pada 2026. What are the benefits of tempeh?.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Tabel Komposisi Pangan Indonesia: Tempe Kedelai Murni.
Journal of Applied Microbiology. Diakses pada 2026. Formation of Vitamin B12 in Tempeh.

Punya Keluhan Kesehatan atau Bingung Atur Pola Makan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung bagaimana mengatur kalori harian yang tepat? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.