Ad Placeholder Image

13 Manfaat Kentang untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Kentang mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk mendukung fungsi kerja otak, hingga meredakan kram otot.

13 Manfaat Kentang untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui13 Manfaat Kentang untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

DAFTAR ISI


Siapa yang tidak suka dengan kentang goreng? Camilan renyah berwarna keemasan ini rasanya sudah menjadi primadona di hampir setiap restoran cepat saji maupun kafe-kafe tempat kita biasa berkumpul. Rasanya yang gurih, teksturnya yang renyah di luar namun lembut di dalam, membuatnya sangat sulit untuk ditolak. Namun, di balik popularitasnya, menu ini sering kali dilabeli sebagai junk food yang harus dihindari jika ingin hidup sehat.

Secara medis dan gizi, pandangan bahwa kentang goreng murni sebagai “makanan jahat” sebenarnya tidak sepenuhnya akurat. Kentang sebagai bahan dasarnya adalah salah satu umbi-umbian yang sangat kaya akan nutrisi esensial. Masalah utamanya terletak pada cara pengolahan, jenis minyak yang digunakan, suhu penggorengan, serta seberapa banyak garam yang ditambahkan. Jika kamu memahami cara mengolahnya dengan benar, kamu masih bisa mendapatkan manfaat nutrisi dari makanan lezat yang satu ini.

Penting untuk dipahami bahwa tubuh manusia tetap membutuhkan karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi. Dalam konteks diet yang seimbang, mengonsumsi kentang goreng sesekali tidak akan langsung menghancurkan kesehatanmu. Yang berbahaya adalah konsumsi berlebihan dalam jangka panjang yang dapat memicu masalah serius, seperti obesitas, kolesterol tinggi, hingga hipertensi. Oleh karena itu, mengenali batas aman dan cara menyiasatinya adalah kunci utama.

Lantas, apakah benar ada manfaat kentang goreng bagi kesehatan tubuh? Jawabannya ada, asalkan porsinya terkontrol dan metode memasaknya diperhatikan dengan saksama. Mari kita bedah lebih dalam mengenai nutrisi di dalam kentang, apa yang terjadi saat kentang digoreng, manfaat yang bisa kamu peroleh, hingga tips membuatnya menjadi sajian yang lebih bersahabat untuk tubuh.

Kandungan Nutrisi pada Kentang

Sebelum membahas versi gorengnya, kita harus melihat bahan utamanya terlebih dahulu. Kentang utuh (terutama jika dimakan bersama kulitnya) adalah sumber karbohidrat kompleks yang luar biasa. Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat oleh tubuh dibandingkan karbohidrat sederhana, sehingga memberikan rasa kenyang yang lebih lama.

Selain karbohidrat, kentang mentah dan rebus menyimpan vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Kentang merupakan salah satu sumber potasium (kalium) terbaik, bahkan mengalahkan pisang. Potasium sangat penting untuk fungsi saraf, kontraksi otot, dan menjaga tekanan darah agar tetap stabil. Kentang juga kaya akan Vitamin C, sebuah antioksidan kuat yang berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, pembentukan kolagen, dan penyerapan zat besi.

Tidak hanya itu, umbi ini juga mengandung Vitamin B6 yang sangat esensial untuk kesehatan otak dan metabolisme protein. Jika kamu memasak kentang dan membiarkannya dingin, kentang akan membentuk resistant starch atau pati resisten. Pati jenis ini bertindak layaknya serat larut yang tidak dapat dicerna di usus halus, melainkan langsung menuju usus besar untuk menjadi makanan bagi bakteri baik (mikrobioma) di dalam pencernaanmu.

Namun, harus diakui bahwa ketika kentang melewati proses penggorengan mendalam (deep frying), terutama pada suhu di atas 170 derajat Celcius, profil nutrisinya akan berubah. Kandungan air di dalam kentang akan menguap dan digantikan oleh lemak dari minyak goreng. Vitamin C yang sensitif terhadap panas juga akan mengalami penurunan jumlah. Meskipun demikian, mineral seperti potasium dan serat (jika kulitnya tidak dikupas) sebagian besar tetap bertahan.

Sederet Manfaat Kentang Goreng Jika Diolah dengan Tepat

Meski identik dengan makanan kurang sehat, kamu tetap bisa mendapatkan manfaat kentang goreng secara fisiologis maupun psikologis jika dikonsumsi dengan bijak. Berikut adalah beberapa manfaat potensialnya:

1. Menjadi Sumber Energi yang Cepat

Kandungan karbohidrat dan lemak yang tinggi pada kentang goreng membuatnya menjadi sumber kalori padat yang mampu memberikan energi instan. Bagi para atlet atau mereka yang baru saja melakukan aktivitas fisik ekstrem yang menguras banyak tenaga, asupan kalori yang cepat diserap bisa membantu mengembalikan kadar glikogen otot. Tentu saja, hal ini berlaku dalam konteks kebutuhan kalori yang memang tinggi, bukan untuk gaya hidup sedenter (kurang gerak).

2. Membantu Memenuhi Kebutuhan Potasium

Seperti yang telah dibahas, mineral tidak mudah hancur oleh proses pemanasan. Seporsi kentang goreng masih menyumbangkan jumlah potasium yang cukup signifikan. Potasium berfungsi menyeimbangkan kadar natrium dalam sel tubuh. Ironisnya, karena kentang goreng sering ditaburi garam (natrium) dalam jumlah banyak, manfaat potasium ini kerap tertutupi. Jika kamu menggorengnya sendiri tanpa tambahan garam yang berlebihan, kamu bisa mendapatkan manfaat potasium ini secara maksimal untuk kesehatan otot dan saraf.

3. Menyediakan Serat Makanan (Jika Bersama Kulit)

Potongan bergaya wedges atau kentang yang digoreng bersama kulitnya jauh lebih menyehatkan daripada yang sudah dikupas bersih. Sebagian besar serat, zat besi, dan zinc pada kentang berada tepat di bawah lapisan kulitnya. Serat sangat penting untuk melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Oleh karena itu, mempertahankan kulit kentang adalah salah satu cara cerdas untuk meningkatkan nilai gizinya.

4. Memberikan Efek Psikologis yang Menenangkan (Comfort Food)

Kesehatan tidak hanya terbatas pada kondisi fisik, tetapi juga mental. Mengonsumsi makanan yang disukai, yang masuk dalam kategori comfort food, terbukti secara ilmiah dapat merangsang pelepasan neurotransmiter seperti dopamin dan serotonin di otak. Hal ini bisa memperbaiki mood, mengurangi stres sementara, dan memberikan perasaan bahagia. Tentu saja, jadikan ini sebagai treat sesekali, bukan sebagai pelarian emosional yang memicu binge eating.

Cara Mengurangi Kalori pada Kentang Goreng
  1. Potong kentang lebih besar (potongan besar menyerap lebih sedikit minyak daripada potongan tipis).
  2. Gunakan teknik air fryer atau panggang di oven.
  3. Rendam kentang dalam air dingin selama 30 menit sebelum digoreng untuk menghilangkan kelebihan pati.

Risiko Kesehatan di Balik Gorengan

Membahas manfaat tidak akan lengkap tanpa membicarakan risikonya. Konsumsi kentang goreng dari restoran cepat saji secara rutin menyimpan berbagai ancaman kesehatan yang tidak boleh disepelekan.

Pertama adalah penumpukan lemak trans dan lemak jenuh. Banyak restoran komersial menggunakan minyak terhidrogenasi parsial agar minyak tahan lama dan bisa digunakan berulang kali. Lemak trans adalah jenis lemak paling berbahaya karena tidak hanya menaikkan LDL (kolesterol jahat), tetapi juga menurunkan HDL (kolesterol baik). Kondisi ini secara signifikan meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah jantung dan stroke.

Kedua, tingginya kadar natrium (garam). Penambahan garam yang masif pada tahap akhir penyajian dapat menyebabkan retensi air dalam tubuh dan memaksa jantung memompa darah lebih keras. Ini adalah jalan tol menuju hipertensi. Jika kamu kesulitan mengontrol tekanan darah, menjaga pola makan adalah keharusan. Untuk mendukung daya tahan tubuh harianmu selama proses perbaikan diet, kamu juga bisa beli vitamin atau suplemen secara rutin agar kebutuhan mikronutrien tetap tercukupi.

Ketiga adalah terbentuknya Akrilamida (Acrylamide). Akrilamida adalah senyawa kimia yang terbentuk ketika makanan kaya pati (seperti kentang) dimasak pada suhu tinggi, baik digoreng, dipanggang, maupun dibakar. Reaksi antara asam amino asparagin dan gula alami pada kentang menghasilkan senyawa ini, yang sering ditandai dengan warna kecokelatan pada makanan. Berbagai badan kesehatan dunia telah mengklasifikasikan akrilamida sebagai senyawa yang berpotensi karsinogenik (pemicu kanker) jika terpapar dalam jumlah yang sangat besar.

Cara Sehat Memasak Kentang Goreng di Rumah

Agar kamu tetap bisa menikmati kelezatannya tanpa dihantui rasa bersalah dan risiko penyakit kronis, langkah terbaik adalah membuatnya sendiri di rumah. Berikut adalah beberapa metode sehat yang bisa diterapkan:

1. Gunakan Metode Air Frying

Air fryer menggunakan sirkulasi udara panas berkecepatan tinggi untuk memasak makanan. Kamu hanya perlu menyemprotkan 1-2 sendok teh minyak zaitun atau minyak kanola ke atas potongan kentang. Hasilnya, kentang akan matang dan renyah dengan kandungan lemak hingga 70-80% lebih rendah dibandingkan teknik deep frying konvensional.

2. Panggang di Oven (Oven-Baked)

Mirip dengan air fryer, memanggang di dalam oven memberikan kontrol penuh terhadap suhu dan jumlah minyak. Baluri potongan kentang dengan sedikit minyak nabati sehat, taburi dengan rempah-rempah alami seperti oregano, rosemary, bawang putih bubuk, dan sedikit garam laut (sea salt). Panggang pada suhu 200 derajat Celcius hingga warnanya keemasan.

3. Perhatikan Teknik Persiapan

Untuk meminimalisir pembentukan akrilamida, potong kentang dan rendam dalam air bersuhu ruang selama minimal 15-30 menit sebelum dimasak. Proses perendaman ini akan melarutkan sebagian gula alami dan pati di permukaan kentang. Pastikan kamu mengeringkannya dengan tisu dapur sebelum memasaknya agar teksturnya tetap bisa renyah.

Studi Mengenai Konsumsi Gorengan dan Dampaknya

The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan sebuah studi observasional berskala besar yang meneliti hubungan antara konsumsi kentang (baik yang digoreng maupun tidak) dengan tingkat mortalitas. Studi tersebut menemukan bahwa individu yang mengonsumsi kentang goreng dua hingga tiga kali seminggu memiliki risiko lebih tinggi terhadap berbagai penyakit kardiometabolik dibandingkan mereka yang mengonsumsi kentang rebus atau panggang tanpa minyak berlebih.

Temuan ini menegaskan kembali bahwa bahaya sebenarnya tidak datang dari kentang itu sendiri, melainkan dari metode pemrosesan menggunakan minyak bersuhu tinggi, pembentukan senyawa akrilamida, serta penambahan garam komersial yang berlebihan. Hal ini menjadi pengingat penting bahwa modifikasi cara memasak adalah kunci jika kamu ingin mempertahankan camilan ini dalam daftar menu makananmu.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Nutrition and healthy eating.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2024. The Nutrition Source: Potatoes.
Food and Drug Administration (FDA). Diakses pada 2024. Acrylamide in Food and Mitigating Acrylamide in Your Diet.
The American Journal of Clinical Nutrition. Diakses pada 2024. Fried potato consumption is associated with elevated mortality: an 8-y longitudinal cohort study.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Bahaya Konsumsi Lemak Trans dan Makanan Cepat Saji.

FAQ

1. Apakah aman makan kentang goreng setiap hari?

Secara medis, tidak disarankan mengonsumsi kentang goreng (terutama versi komersial/deep-fried) setiap hari. Konsumsi harian dapat menyebabkan lonjakan asupan kalori harian, penumpukan lemak trans, dan asupan natrium berlebih yang memicu risiko obesitas serta penyakit jantung.

2. Apakah kentang goreng memicu munculnya jerawat?

Makanan dengan indeks glikemik tinggi dan kaya akan lemak tersaturasi dapat memicu respons peradangan di dalam tubuh. Hal ini bisa merangsang produksi sebum (minyak) pada kulit wajah, yang bagi beberapa individu yang sensitif, dapat memperburuk kondisi jerawat atau memicu breakout.

3. Lebih sehat kentang goreng beku (frozen) atau kentang segar?

Kentang segar yang dipotong dan diolah sendiri umumnya lebih sehat. Banyak produk kentang goreng beku di pasaran yang sudah melalui proses pre-fried (digoreng setengah matang di pabrik) dan ditambahkan bahan pengawet serta natrium ekstra agar awet di dalam freezer.

4. Bagaimana cara menghilangkan akrilamida pada kentang?

Meskipun tidak bisa dihilangkan 100%, kamu bisa mengurangi kadar akrilamida dengan merendam potongan kentang mentah di dalam air selama 15-30 menit sebelum digoreng. Selain itu, gorenglah hingga warnanya kuning keemasan muda saja, jangan sampai terlalu cokelat gelap atau gosong.