Ad Placeholder Image

2 Cara Menggunakan Kondom untuk Pria dan Wanita

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

“Terdapat dua jenis kondom, yaitu kondom untuk pria dan kondom untuk wanita. Kedua jenis kondom tersebut memiliki cara penggunaan yang berbeda.”

2 Cara Menggunakan Kondom untuk Pria dan Wanita2 Cara Menggunakan Kondom untuk Pria dan Wanita

DAFTAR ISI


Berbicara tentang alat kontrasepsi, kondom pria mungkin menjadi metode yang paling populer dan sering digunakan. Namun, tahukah kamu bahwa ada juga alat kontrasepsi penghalang khusus untuk wanita? Kondom wanita adalah salah satu inovasi dalam kesehatan reproduksi yang memberikan kendali lebih bagi perempuan untuk melindungi diri mereka sendiri. Meski belum sepopuler versi pria, memahami cara pakai kondom wanita sangat penting sebagai alternatif perlindungan yang efektif.

Sama halnya dengan kondom pria, kondom wanita dirancang untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan serta melindungi dari infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV. Alat ini bekerja dengan menciptakan penghalang fisik agar sperma tidak dapat masuk ke dalam rahim, sekaligus mencegah pertukaran cairan tubuh antara pasangan selama berhubungan intim.

Sayangnya, masih banyak orang yang ragu atau bingung menggunakannya karena bentuknya yang sedikit berbeda. Kondom wanita memiliki dua cincin elastis di kedua ujungnya, di mana satu cincin tertutup untuk dimasukkan ke dalam vagina, dan cincin lainnya terbuka di luar vagina. Jika digunakan dengan benar secara konsisten, tingkat efektivitas kondom wanita mencapai 95 persen.

Nah, buat kamu yang ingin mencoba beralih atau sekadar mencari tahu alternatif perlindungan tambahan yang memberikan kontrol pada pihak perempuan, panduan lengkap mengenai cara pakai kondom wanita yang aman dan benar ini wajib kamu simak!

Mengenal Kondom Wanita dan Fungsinya

Kondom wanita, atau yang sering disebut sebagai kondom internal, adalah kantong lembut dan tipis yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan seks. Berbeda dengan kondom pria yang umumnya terbuat dari bahan lateks, sebagian besar kondom wanita terbuat dari bahan poliuretan (plastik tipis) atau nitril (karet sintetis). Hal ini menjadikannya pilihan yang sangat ideal bagi mereka yang memiliki alergi terhadap lateks.

Fungsi utamanya tidak berbeda jauh dengan kontrasepsi penghalang lainnya. Kondom ini menangkap air mani sebelum sempat memasuki leher rahim (serviks). Kelebihan utama dari kondom jenis ini adalah wanita dapat memegang kendali penuh atas perlindungan kesehatan seksualnya tanpa harus bergantung pada pasangannya untuk memakai kondom.

Selain itu, karena terbuat dari bahan non-lateks, alat ini aman digunakan bersama dengan pelumas berbahan dasar apa pun, baik itu air, silikon, maupun minyak (seperti baby oil atau losion). Hal ini berbeda dengan kondom lateks yang bisa rusak jika terkena pelumas berbahan dasar minyak. Kamu bisa beli alat kesehatan dan kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhanmu secara mudah dan aman untuk memaksimalkan perlindungan diri saat berhubungan.

Cara Pakai Kondom Wanita yang Benar

Bagi yang baru pertama kali melihatnya, kondom wanita mungkin terlihat sedikit rumit. Alat ini memiliki cincin dalam yang tebal (tertutup) dan cincin luar yang lebih tipis (terbuka). Cincin dalam berfungsi menahan kondom tetap di dalam vagina, sedangkan cincin luar tetap berada di luar menutupi vulva. Berikut adalah panduan langkah demi langkah cara pakai kondom wanita:

1. Periksa Kemasan dan Tanggal Kedaluwarsa

Sebelum membuka, pastikan selalu untuk memeriksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan. Jangan gunakan kondom yang sudah kedaluwarsa karena materialnya mungkin sudah rapuh dan rentan robek. Buka kemasan dengan hati-hati menggunakan jari, jangan pernah menggunakan gigi, gunting, atau benda tajam lainnya agar tidak merobek kondom.

2. Cari Posisi yang Nyaman

Kunci dari pemasangan kondom wanita yang mudah adalah menemukan posisi tubuh yang rileks. Kamu bisa berdiri dengan satu kaki diangkat ke atas kursi, duduk di tepi kursi, berjongkok, atau berbaring. Pilih posisi mana saja yang paling membuat otot panggulmu rileks.

3. Pegang Cincin Bagian Dalam

Temukan cincin tebal yang berada di ujung tertutup kondom. Pegang kondom dengan ibu jari dan jari telunjuk, lalu jepit cincin bagian dalam tersebut hingga membentuk angka 8 atau menyerupai huruf O yang pipih. Jepitan ini akan memudahkan proses memasukkan kondom ke dalam liang vagina.

4. Masukkan ke Dalam Vagina

Dengan posisi cincin dalam terjepit, arahkan perlahan ke dalam lubang vagina (mirip seperti memasukkan tampon atau menstrual cup). Setelah cincin masuk, gunakan jari telunjuk untuk mendorong cincin dalam sejauh mungkin ke arah leher rahim (serviks). Kondom harus terpasang secara mulus tanpa terpelintir.

5. Pastikan Cincin Luar Berada di Tempatnya

Setelah cincin dalam terpasang dengan baik di ujung vagina, cincin luar yang tipis dan terbuka harus tetap menggantung sekitar 1-2 inci di luar bibir vagina (vulva). Cincin luar ini berfungsi melindungi area vulva dan pangkal penis saat terjadi gesekan, serta mencegah kondom masuk seluruhnya ke dalam vagina.

6. Membimbing Penis saat Penetrasi

Saat akan memulai penetrasi, pastikan kamu atau pasangan membimbing penis agar masuk tepat ke dalam lubang cincin luar kondom, bukan di sela-sela antara kondom dan dinding vagina. Jika penis masuk di luar kondom, segera keluarkan penis dan atur ulang kondom, atau gunakan kondom yang baru jika sudah terjadi paparan cairan pra-ejakulasi.

7. Cara Melepas Kondom Setelah Berhubungan

Setelah selesai berhubungan intim, segera lepas kondom sebelum berdiri untuk mencegah sperma tumpah. Putar cincin luar beberapa kali untuk menutup lubang dan menyegel cairan di dalamnya. Tarik kondom keluar secara perlahan dan hati-hati. Bungkus dengan tisu, lalu buang ke tempat sampah. Jangan pernah membuang kondom ke dalam toilet karena bisa menyebabkan saluran tersumbat.

Tips Tambahan Penggunaan Kondom Wanita
  1. Tambahkan ekstra pelumas di bagian dalam kondom maupun pada penis untuk mengurangi gesekan berlebih yang bisa menimbulkan bunyi.
  2. Kondom wanita dapat dipasang hingga 8 jam sebelum berhubungan intim, sehingga tidak merusak “momen” romantis.
  3. Jangan gunakan kondom wanita dan kondom pria secara bersamaan, karena gesekan antar kedua bahan bisa memicu robekan pada alat kontrasepsi tersebut.

Kesalahan Umum Saat Memakai Kondom Wanita

Meskipun cara pakai kondom wanita terbilang mudah jika sudah terbiasa, ada beberapa kesalahan teknis yang sering dilakukan oleh pemula. Menghindari kesalahan ini sangat penting untuk menjaga tingkat efektivitas kondom dalam mencegah kehamilan dan penyakit menular.

1. Kondom Terpelintir di Dalam

Terkadang, saat mendorong cincin bagian dalam, kantong kondom bisa terpelintir. Hal ini dapat membuat penetrasi menjadi sulit dan tidak nyaman. Jika kamu merasakan kondom tidak terbuka lurus, keluarkan kondom dengan hati-hati dan masukkan ulang secara perlahan.

2. Cincin Luar Terdorong ke Dalam

Saat penetrasi yang terlalu keras atau kurangnya pelumas, cincin bagian luar bisa terdorong masuk ke dalam vagina. Jika ini terjadi, segera hentikan aktivitas seksual. Keluarkan kondom, dan jika belum ada ejakulasi, kamu bisa memasangnya kembali. Jika sudah terlanjur berisiko, pertimbangkan kontrasepsi darurat.

3. Menggunakan Kembali Kondom yang Sama

Kondom wanita dirancang murni untuk satu kali pemakaian (sekali pakai). Menggunakan kembali kondom yang sama, meskipun sudah dicuci bersih, akan merusak struktur bahan dan menghilangkan efektivitasnya sama sekali. Selalu gunakan kondom baru setiap kali berhubungan intim.

Jika kamu mengalami keluhan pada area organ intim, seperti rasa gatal yang hebat, keputihan tidak normal, atau nyeri saat berhubungan intim setelah penggunaan alat kontrasepsi tertentu, jangan tunda untuk mencari bantuan medis. Kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat dan tepat waktu.

Keunggulan dan Kekurangan Kondom Wanita

Setiap metode kontrasepsi tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Memahami aspek ini dapat membantu kamu memutuskan apakah alat pelindung ini cocok dengan kebutuhan dan gaya hidupmu.

Keunggulan

Pertama, kondom wanita memberdayakan perempuan karena mereka dapat menyiapkan perlindungannya sendiri sebelum aktivitas seksual dimulai. Alat ini juga tidak memerlukan ereksi dari pria untuk tetap berada di posisinya, tidak seperti kondom pria yang bisa longgar saat penis kehilangan ereksinya.

Kedua, cincin luar dari kondom wanita memberikan perlindungan ekstra dengan menutupi sebagian area vulva dan pangkal penis. Hal ini mengurangi risiko penularan infeksi kulit ke kulit, seperti herpes genital atau kutil kelamin (HPV). Selain itu, bagi beberapa wanita, gesekan dari cincin luar pada area klitoris dilaporkan dapat meningkatkan kenikmatan seksual.

Kekurangan

Dari segi kekurangan, harga kondom wanita cenderung lebih mahal dan ketersediaannya di pasaran (seperti di apotek atau minimarket) lebih sulit ditemukan dibandingkan kondom pria. Selain itu, bahan nitril atau poliuretan kadang dapat menimbulkan suara gesekan saat penetrasi. Namun, masalah suara ini bisa diatasi dengan menambahkan pelumas.

Beberapa pasangan juga merasa cincin bagian luar yang menggantung terlihat kurang estetis, meski hal ini sangat subjektif dan tidak mengurangi fungsi perlindungannya sama sekali.

Studi Terkait Efektivitas Kondom Wanita

World Health Organization (WHO) menerbitkan pedoman yang menjelaskan bahwa kondom wanita memiliki tingkat efektivitas hingga 95% dalam mencegah kehamilan jika digunakan secara konsisten dan benar pada setiap kali berhubungan seksual.

Studi ini menegaskan bahwa tingkat perlindungan terhadap Infeksi Menular Seksual (IMS) yang diberikan oleh kondom wanita sebanding dengan kondom pria. Oleh karena itu, tenaga kesehatan global sangat menganjurkan promosi alat ini untuk memberikan variasi pilihan alat pelindung yang berpusat pada kendali perempuan.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Menjaga kesehatan reproduksi adalah tanggung jawab bersama. Memahami alternatif perlindungan seperti kondom wanita memberi ruang lebih luas bagi perencanaan keluarga dan pencegahan penyakit. Jika kamu mengalami masalah kulit atau iritasi setelah menggunakan produk kontrasepsi, jangan ragu untuk berkonsultasi.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan reproduksi yang sedang dialami melalui aplikasi kesehatan digital yang praktis.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Family planning/contraception methods.
Planned Parenthood. Diakses pada 2024. How do I use a female condom?
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Female condom – Mayo Clinic.
National Health Service (NHS). Diakses pada 2024. Female condoms.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Internal (Female) Condom.

FAQ

1. Apakah cara pakai kondom wanita sulit untuk pemula?

Awalnya mungkin terasa sedikit canggung dan butuh latihan. Proses memasukkannya sangat mirip dengan memasukkan tampon. Dengan posisi tubuh yang rileks dan bantuan pelumas, proses pemasangan akan menjadi jauh lebih mudah.

2. Bolehkah menggunakan kondom wanita dan pria secara bersamaan?

Sangat tidak disarankan. Menggunakan kedua kondom secara bersamaan akan menciptakan gesekan berlebih antara kedua material. Hal ini justru meningkatkan risiko robeknya salah satu atau kedua kondom tersebut.

3. Apakah kondom wanita bisa dicuci dan dipakai berulang?

Tidak. Sama seperti kondom pria, kondom wanita dirancang hanya untuk sekali pakai. Mencuci atau menggunakan kembali alat ini akan merusak bahan pembuatnya, meningkatkan risiko infeksi, dan menghilangkan fungsinya untuk mencegah kehamilan serta penyakit menular seksual.

4. Seberapa jauh kondom wanita harus dimasukkan?

Cincin bagian dalam harus didorong sejauh mungkin ke dalam vagina hingga menyentuh leher rahim (serviks). Jika dipasang dengan benar, kamu tidak akan merasakan ketidaknyamanan, dan cincin bagian luar akan tetap berada sekitar 1-2 inci di luar bibir vagina.