206 Nama Tulang Manusia: Daftar Lengkap & Fungsinya

DAFTAR ISI
- Berapa Banyak Tulang dalam Tubuh Manusia Dewasa?
- Memahami Rangka Aksial (80 Tulang)
- Memahami Rangka Apendikular (126 Tulang)
- Fungsi Utama Tulang bagi Manusia
- Cara Menjaga Kesehatan Tulang Agar Tetap Kuat
- Studi Terkait Kesehatan Tulang
- FAQ
Pernahkah kamu membayangkan apa yang membuat tubuh kita bisa berdiri tegak, berjalan, dan melakukan berbagai aktivitas fisik lainnya? Jawabannya terletak pada sistem rangka. Tulang merupakan struktur keras yang membentuk fondasi tubuh kita, melindungi organ-organ vital yang lunak, dan menjadi tempat melekatnya otot-otot yang memungkinkan pergerakan.
Banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa jumlah tulang manusia berubah seiring dengan bertambahnya usia. Bayi lahir dengan jumlah tulang yang jauh lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Hal ini terjadi karena seiring pertumbuhan, beberapa tulang kecil akan menyatu membentuk satu tulang yang lebih besar dan kuat. Memahami anatomi tulang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, terutama dalam mencegah kondisi seperti osteoporosis atau patah tulang di masa depan.
Dalam artikel ini, kita akan membedah secara mendalam mengenai struktur rangka manusia. Kita akan mengeksplorasi pembagian sistem rangka, fungsi spesifik dari masing-masing kelompok tulang, hingga cara efektif untuk menjaga kepadatannya. Pengetahuan ini akan membantu kamu lebih menghargai kompleksitas tubuh sendiri dan memahami kapan waktu yang tepat untuk mencari bantuan profesional jika terjadi keluhan.
Nah, mau tahu apa saja rincian tulang yang menyusun tubuhmu? Berikut ulasannya!
Berapa Banyak Tulang dalam Tubuh Manusia Dewasa?
Secara medis, tubuh manusia dewasa yang sehat memiliki tepat 206 tulang. Jumlah ini merupakan hasil dari proses fusi atau penyatuan tulang yang terjadi sejak masa kanak-kanak. Sebagai perbandingan, seorang bayi lahir dengan sekitar 270 hingga 300 tulang yang sebagian besar masih berupa tulang rawan yang fleksibel untuk memudahkan proses kelahiran.
Sistem rangka manusia dewasa dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu rangka aksial dan rangka apendikular. Rangka aksial berfungsi sebagai sumbu utama tubuh, sedangkan rangka apendikular mencakup anggota gerak dan penyambungnya. Jika kamu ingin menjaga kekuatan sistem rangka ini, pastikan asupan nutrisi kalsium tercukupi. Jika butuh suplemen tambahan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.
Memahami Rangka Aksial (80 Tulang)
Rangka aksial adalah kelompok tulang yang membentuk sumbu vertikal tubuh, mulai dari kepala hingga ujung tulang ekor. Kelompok ini terdiri dari 80 tulang yang memiliki peran krusial dalam melindungi sistem saraf pusat dan organ dalam di rongga dada.
1. Tulang Tengkorak dan Wajah (22 Tulang)
Tengkorak manusia terbagi menjadi dua bagian: tulang kranium (pelindung otak) yang berjumlah 8 tulang, dan tulang wajah yang berjumlah 14 tulang. Tulang-tulang ini dihubungkan oleh sendi mati yang disebut sutura, kecuali rahang bawah (mandibula) yang dapat bergerak bebas untuk kita makan dan bicara.
2. Tulang Pendengaran dan Hyoid (7 Tulang)
Di dalam telinga tengah, terdapat tulang-tulang terkecil di tubuh manusia: malleus, incus, dan stapes (masing-masing sepasang). Selain itu, terdapat tulang hyoid yang berbentuk huruf “U” di bagian leher, yang merupakan satu-satunya tulang dalam tubuh yang tidak bersentuhan langsung dengan tulang lainnya.
3. Kolumna Vertebralis atau Tulang Belakang (26 Tulang)
Tulang belakang adalah struktur utama yang menopang berat tubuh. Pada orang dewasa, tulang ini terdiri dari 7 ruas servikal (leher), 12 ruas toraks (punggung tengah), 5 ruas lumbal (punggung bawah), 1 tulang sakrum (hasil fusi 5 ruas), dan 1 tulang koksigis atau ekor (hasil fusi 4 ruas).
4. Kerangka Dada (25 Tulang)
Bagian ini terdiri dari tulang dada (sternum) di tengah dan 12 pasang tulang rusuk. Fungsinya sangat vital, yaitu melindungi jantung dan paru-paru dari benturan eksternal, serta membantu mekanisme pernapasan.
Pentingnya Kepadatan Tulang
- Tulang mencapai puncak kepadatannya pada usia 25-30 tahun.
- Setelah usia 40 tahun, massa tulang cenderung menurun secara perlahan.
- Latihan beban dan asupan vitamin D sangat kunci untuk meminimalisir pengeroposan.
Memahami Rangka Apendikular (126 Tulang)
Rangka apendikular mencakup tulang-tulang yang membentuk anggota gerak atas (lengan) dan anggota gerak bawah (kaki), serta tulang yang menghubungkannya ke rangka aksial.
1. Pektoral atau Bahu (4 Tulang)
Terdiri dari sepasang tulang selangka (klavikula) dan sepasang tulang belikat (skapula). Tulang-tulang ini memungkinkan lengan kita memiliki rentang gerak yang luas dan fleksibel.
2. Lengan dan Tangan (60 Tulang)
Masing-masing lengan memiliki tulang humerus (lengan atas), radius, dan ulna (lengan bawah). Bagian yang paling kompleks adalah tangan, di mana terdapat 8 tulang pergelangan tangan (karpal), 5 tulang telapak tangan (metakarpal), dan 14 tulang jari (falang) di setiap sisinya.
3. Panggul (2 Tulang)
Tulang panggul (os coxae) terdiri dari penyatuan tulang ilium, iskium, dan pubis. Tulang ini berfungsi menopang organ reproduksi dan kandung kemih, serta menjadi tumpuan bagi kaki untuk bergerak.
4. Tungkai dan Kaki (60 Tulang)
Anggota gerak bawah terdiri dari tulang paha (femur) yang merupakan tulang terpanjang dan terkuat, tempurung lutut (patela), serta tulang kering (tibia) dan tulang betis (fibula). Kaki manusia juga memiliki struktur rumit dengan 7 tulang pergelangan kaki (tarsal), 5 tulang telapak kaki (metatarsal), dan 14 tulang jari kaki di masing-masing kaki.
Fungsi Utama Tulang bagi Manusia
Tulang bukan sekadar benda keras di dalam tubuh. Ia adalah organ hidup yang terus-menerus melakukan regenerasi. Berikut adalah fungsi utamanya:
- Penopang Struktur: Memberikan bentuk tubuh dan tempat melekatnya jaringan lunak.
- Proteksi: Melindungi organ vital seperti otak, jantung, dan sumsum tulang belakang.
- Pergerakan: Bekerja sama dengan otot sebagai pengungkit (lever) untuk menciptakan gerakan.
- Produksi Sel Darah: Sumsum tulang merah memproduksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
- Penyimpanan Mineral: Menjadi gudang utama kalsium dan fosfor yang dapat dilepaskan ke darah saat tubuh membutuhkan.
Cara Menjaga Kesehatan Tulang Agar Tetap Kuat
Menjaga kesehatan tulang harus dilakukan sejak dini agar di masa tua tidak mengalami gangguan gerak yang berarti. Beberapa langkah yang bisa kamu lakukan antara lain:
1. Konsumsi Makanan Kaya Kalsium
Susu, keju, yoghurt, sayuran hijau (seperti brokoli dan kale), serta ikan teri adalah sumber kalsium yang baik. Kalsium adalah bahan baku utama pembentuk matriks tulang.
2. Cukupi Kebutuhan Vitamin D
Tanpa Vitamin D, tubuh tidak dapat menyerap kalsium secara maksimal. Berjemur di bawah sinar matahari pagi dan mengonsumsi kuning telur atau ikan berlemak sangat disarankan.
3. Olahraga Beban secara Rutin
Aktivitas seperti berjalan kaki, lari, atau latihan angkat beban memberikan stres mekanik pada tulang yang justru memicu sel tulang untuk menjadi lebih padat dan kuat.
Jika kamu merasakan nyeri yang tidak kunjung hilang pada area sendi atau tulang, jangan didiamkan. Segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat sebelum kondisi semakin parah.
Studi Mengenai Kesehatan Tulang
Journal of Bone and Mineral Research menerbitkan studi di tahun 2019 yang menjelaskan bahwa kombinasi antara asupan protein tinggi dan kalsium yang cukup memiliki korelasi positif terhadap kepadatan mineral tulang pada orang dewasa lanjut usia.
Studi ini menekankan bahwa nutrisi bukan satu-satunya faktor, namun keseimbangan antara aktivitas fisik dan suplementasi mikro-nutrisi menjadi penentu utama dalam mencegah risiko fraktur atau patah tulang di masa mendatang bagi populasi dewasa.
FAQ
1. Kenapa bayi punya tulang lebih banyak dari dewasa?
Karena banyak tulang bayi yang terbuat dari tulang rawan dan terpisah menjadi beberapa bagian kecil agar tubuhnya lebih fleksibel saat proses lahir. Seiring pertumbuhan, tulang-tulang kecil ini menyatu (fusi).
2. Apa tulang terkuat di tubuh manusia?
Tulang terkuat dan terpanjang adalah tulang paha atau femur. Tulang ini mampu menopang beban yang sangat berat dan sangat sulit untuk dipatahkan tanpa trauma yang besar.
3. Apakah tulang manusia bisa tumbuh lagi setelah patah?
Ya, tulang adalah jaringan hidup yang memiliki kemampuan regenerasi. Ketika patah, sel osteoblas akan bekerja membentuk jaringan tulang baru untuk menyambung kembali bagian yang rusak.
4. Apa yang terjadi jika tubuh kekurangan kalsium?
Jika kadar kalsium darah rendah, tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang. Jika ini terjadi terus-menerus, tulang akan menjadi keropos, rapuh, dan meningkatkan risiko osteoporosis.
Punya Keluhan Tulang dan Sendi tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan seperti nyeri sendi atau pegal linu, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.



