3 Cara Efektif Mengatasi Infeksi Jamur pada Kulit

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   19 Juni 2023

“Untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit, kamu bisa menggunakan salep dengan kandungan miconazole nitrate atau salicylic acid.”

3 Cara Efektif Mengatasi Infeksi Jamur pada Kulit3 Cara Efektif Mengatasi Infeksi Jamur pada Kulit

Halodoc, Jakarta – Jamur terdapat di tanah, udara, atau bahkan permukaan kulit. Karena jamur dapat tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembap, infeksi jamur pada kulit sering kali berkembang di area yang berkeringat. Contohnya, kaki, selangkangan, dan lipatan kulit.

Infeksi jamur memang biasanya tidak menimbulkan masalah kulit serius. Namun, penampakannya dapat membuat geli dan terkesan kotor.

Selain itu, jamur juga sering kali terasa sangat gatal dan tidak nyaman. Maka dari itu, begitu ada jamur di kulit, kamu harus segera mengobatinya.  

Macam-Macam Infeksi Jamur

Ada berbagai macam infeksi jamur yang dapat menyerang kulitmu, contohnya:

1. Infeksi jamur candidiasis

Candida adalah sejenis ragi yang secara alami terdapat pada kulit dan dalam tubuh manusia. Ketika tumbuh berlebihan, maka dapat menyebabkan infeksi jamur yang biasa muncul di lipatan bokong atau di bawah payudara.

Gejalanya meliputi ruam merah, gatal, dan benjolan seperti jerawat di sekitar ruam.

2. Kurap

Kurap atau ringworm merupakan infeksi jamur yang umum terjadi. Infeksi ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi. 

Kamu juga dapat terinfeksi  dari pakaian atau furniture yang terkontaminasi jamur. Meski sangat menular, kondisi ini tidak menimbulkan penyakit kulit yang serius. 

3. Panu

Panu atau nama lainnya pityriasis versicolor, terjadi karena infeksi jamur malassezia yang tumbuh secara berlebihan. Biasanya, infeksi jamur ini lebih sering terjadi pada orang yang rutin berolahraga atau mudah berkeringat.

Selain itu, panu juga cenderung muncul selama musim panas atau di daerah dengan iklim yang hangat dan basah.

4. Kutu air

Jamur kaki atau athlete’s foot juga termasuk infeksi jamur yang sering terjadi. Kutu air yang hidup di jaringan rambut, kuku, dan lapisan kulit luar, merupakan penyebab utamanya. Ketika kutu air sudah menyebar, maka dapat menyebabkan kulit mengelupas, pecah-pecah, dan gatal.

Lebih Efektif dan Cepat dengan Obat Antijamur

Tidak hanya mengganggu penampilan, infeksi jamur juga dapat menimbulkan bau tak sedap dan cenderung cepat menyebar. Karenanya, begitu terinfeksi jamur kamu harus segera mengobatinya melalui beberapa cara berikut:

1. Obat oral

Ada beberapa tipe obat oral untuk mengatasi jamur antara lain miconazole, terbinafine, dan flukonazol. Masing-masing tipe memiliki kegunaanya sendiri dalam menangkal berbagai jenis infeksi jamur. 

Contohnya, miconazole untuk mengobati infeksi jamur candida. Sementara itu, terbinafine lebih sering digunakan untuk mengatasi kutu air atau panu. 

Namun, hal yang kamu perlu ingat, sebelum kamu mengonsumsi obat oral ini tentunya kamu harus konsultasikan dulu dengan dokter mengenai efek samping yang dapat terjadi.

2. Krim antijamur

Menggunakan krim antijamur merupakan cara paling mudah dan efektif untuk menangkal infeksi jamur. Pasalnya, penggunaan krim ini aman tanpa resep dokter. Nah, salah satunya kamu bisa menggunakan Kalpanax Krim.

cara mengatasi infeksi jamur dengan kalpanax

Kalpanax Krim mengandung 2 persen miconazole nitrate yang terbukti klinis dapat merusak struktur membran sel jamur hingga ke akarnya.

Berdasarkan jurnal Development of miconazole nitrate nanoparticles loaded in nanoemulgel to improve its antifungal activity, miconazole merupakan turunan sintetis dari imidazole, yaitu agen antijamur spektrum luas yang digunakan untuk mengobati infeksi kulit dan kuku. 

Kalpanax Krim juga cocok untuk kamu yang memiliki kulit sensitif. Sebab, krim ini tidak lengket sehingga dapat kamu gunakan di area wajah, area berambut, atau bagian kulit lainnya yang lebih tipis. 

Bagusnya lagi, krim ini tidak menimbulkan rasa nyeri, memberikan sensasi dingin saat diaplikasikan ke kulit, dan tidak meninggalkan bekas penyembuhan.

Selain itu, jangan lupa gunakan sesuai dosis pemakaian dengan oleskan pada kulit yang terkena infeksi jamur, sebanyak 2 kali sehari selama 2 minggu agar mendapatkan penyembuhan yang maksimal.

3. Salep antijamur

Sementara itu, bagi kamu yang aktif bergerak dan sering beraktivitas di area yang banyak air atau basah, kamu bisa pilih Kalpanax Salep.

Formula salep ini tidak mudah larut dalam air, lebih tahan lama, dan memberikan sensasi menyegarkan, sehingga lebih nyaman di kulit.

Kandungan Kalpanax Salep juga lebih kompleks yaitu benzoic acid dan sulfur praecipitatum sebagai antijamur, champor untuk mengurangi iritasi, dan salicylic acid

Berdasarkan studi ilmiah berjudul Salicylic acid as a peeling agent: a comprehensive review, salicylic acid merupakan agen pengikis kulit yang sangat baik, yang bahkan telah digunakan lebih dari 2.000 tahun. 

Aplikasikanlah Kalpanax Salep pada sela-sela jari tangan atau kaki, terutama bagian yang sering terkena air.

Dengan kandungan aktifnya dan juga mentol, Kalpanax Salep dapat menghilangkan kutu air dan panu secara efektif, dan memberikan sensasi dingin dan aroma menenangkan.

Jangan lupa oleskan 2 kali sehari pada kulit yang terkena infeksi jamur selama 2 minggu agar mendapatkan penyembuhan yang maksimal.

Itulah tipe-tipe infeksi jamur dan cara mengatasinya. Nah, agar jamur tak lama-lama hinggap di kulit, gunakan saja Kalpanax Krim atau Kalpanax Salep untuk mengatasinya.

Supaya lebih mudah, kamu bisa mendapatkannya lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2023. Everything You Need to Know About Fungal Skin Infections.
WebMD. Diakses pada 2023. Fungal Infections of the Skin.
Science Direct. Diakses pada 2023. Development of miconazole nitrate nanoparticles loaded in nanoemulgel to improve its antifungal activity.
Pharmeasy. Diakses pada 2023. 18 Simple Home Remedies For Fungal Infections!.
NIH. Diakses pada 2023. Salicylic acid as a peeling agent: a comprehensive review.

Mulai Rp25 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Dokter seputar Kesehatan