
3 Jajanan Kekinian dan Resep serta Cara untuk Membuatnya
“Jajanan kekinian adalah makanan atau camilan yang sedang populer dengan tampilan menarik dan rasa yang unik. Makanan ini disukai oleh anak muda dan mudah ditemukan di kedai pinggir jalan.”

DAFTAR ISI
- Fenomena Makanan Jajanan di Indonesia
- Bahaya Kesehatan di Balik Jajanan Sembarangan
- Tips Memilih Makanan Jajanan yang Sehat dan Aman
- Ide Resep Jajanan Sehat untuk Dibuat di Rumah
- Kapan Harus Menghubungi Dokter?
- Studi Terkait Keamanan Pangan
- FAQ
Siapa yang tidak tergoda dengan aroma gurih gorengan di pinggir jalan atau manisnya minuman kekinian yang sedang tren? Makanan jajanan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner masyarakat Indonesia. Mulai dari anak sekolah hingga pekerja kantoran, hampir semua orang memiliki jajanan favorit yang sering dikonsumsi di sela-sela aktivitas harian. Namun, di balik kelezatannya, penting bagi kamu untuk tetap memperhatikan kualitas dan kandungan gizi dari apa yang kamu konsumsi.
Sebagai konsumen yang cerdas, kamu perlu memahami bahwa tidak semua makanan jajanan diproses dengan standar kebersihan yang baik atau menggunakan bahan-bahan yang aman bagi tubuh dalam jangka panjang. Konsumsi jajanan yang tidak sehat secara berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan akut seperti diare hingga penyakit kronis seperti obesitas dan diabetes tipe 2. Oleh karena itu, edukasi mengenai cara memilih jajanan yang aman sangatlah krusial.
Jika kamu sering merasa tidak nyaman pada perut atau mengalami gejala kesehatan tertentu setelah mengonsumsi makanan dari luar, jangan dibiarkan begitu saja. Kamu bisa dengan mudah konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan saran medis yang tepat tanpa harus keluar rumah. Memastikan kondisi tubuh tetap prima adalah investasi terbaik untuk masa depanmu.
Nah, mau tahu lebih dalam mengenai dunia jajanan, risiko yang mengintai, serta cara mengatasinya jika terlanjur sakit? Berikut ulasannya!
Fenomena Makanan Jajanan di Indonesia
Indonesia dikenal sebagai surga kuliner, terutama untuk urusan makanan jajanan atau street food. Dari Sabang sampai Merauke, variasi jajanan sangatlah beragam, mulai dari yang tradisional seperti cilok, batagor, dan kue pancong, hingga jajanan modern yang dipengaruhi tren global seperti boba, corndog, dan berbagai olahan keju. Jajanan ini biasanya disukai karena harganya yang terjangkau, rasanya yang kuat (gurih, manis, atau pedas), dan kemudahannya untuk ditemukan di mana saja.
Secara sosiologis, jajanan juga berfungsi sebagai sarana sosialisasi. Banyak orang berkumpul di sentra kuliner malam atau area sekitar kampus hanya untuk menikmati jajanan sambil mengobrol. Namun, pesatnya pertumbuhan industri jajanan ini terkadang tidak dibarengi dengan pengawasan ketat terhadap penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang dilarang atau praktik higienitas pedagang yang kurang memadai.
Bahaya Kesehatan di Balik Jajanan Sembarangan
Meskipun nikmat, ada beberapa risiko kesehatan serius yang perlu kamu waspadai saat membeli makanan jajanan tanpa memperhatikan kebersihannya:
1. Kontaminasi Bakteri dan Parasit
Proses pengolahan yang tidak bersih, penggunaan air yang tidak matang, atau terpapar debu jalanan dapat menyebabkan makanan terkontaminasi bakteri seperti E. coli, Salmonella, atau Vibrio cholerae. Dampaknya adalah infeksi saluran pencernaan yang menyebabkan mulas, diare, hingga muntaber.
2. Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Berbahaya
Beberapa oknum pedagang nakal terkadang masih menggunakan bahan kimia non-pangan seperti formalin (pengawet mayat) untuk membuat tahu atau mie lebih awet, boraks untuk membuat tekstur bakso lebih kenyal, serta pewarna tekstil (Rhodamin B atau Metanil Yellow) agar warna makanan terlihat lebih mencolok. Bahan-bahan ini bersifat karsinogenik dan dapat merusak organ dalam jika dikonsumsi terus-menerus.
3. Kandungan Gula, Garam, dan Lemak Tinggi
Jajanan kekinian seringkali mengandung kadar gula yang sangat tinggi (terutama pada minuman manis) serta lemak jenuh dan natrium tinggi (pada gorengan dan camilan gurih). Hal ini dapat meningkatkan risiko hipertensi, kolesterol tinggi, dan penumpukan lemak visceral.
Tanda Jajanan Tidak Sehat
- Warna makanan terlalu mencolok atau berpendar.
- Tekstur makanan terasa sangat kenyal dan tidak mudah hancur.
- Makanan tidak dihinggapi lalat meskipun berada di ruang terbuka dalam waktu lama (indikasi pengawet berlebih).
- Aroma bahan kimia yang menyengat menutupi aroma asli makanan.
Tips Memilih Makanan Jajanan yang Sehat dan Aman
Bukan berarti kamu tidak boleh jajan sama sekali, namun kamu harus lebih selektif. Berikut adalah panduan praktis bagi kamu:
- Perhatikan Kebersihan Tempat: Lihat apakah pedagang mencuci tangan, menggunakan penjepit makanan, dan apakah area berjualannya jauh dari tempat sampah atau saluran air terbuka.
- Cek Kemasan: Jika membeli jajanan dalam kemasan, pastikan terdapat nomor registrasi BPOM atau P-IRT. Periksa juga tanggal kedaluwarsanya.
- Pilih Makanan yang Dimasak Segar: Makanan yang dimasak langsung di depan mata (seperti tumisan atau gorengan baru) cenderung lebih aman dari bakteri dibandingkan makanan yang sudah dipajang berjam-jam dalam suhu ruang.
- Kurangi Saus dan Sambal yang Meragukan: Saus sambal atau tomat dengan harga sangat murah seringkali mengandung pewarna dan pengawet tinggi. Lebih baik gunakan sambal asli atau bawa saus sendiri.
Ide Resep Jajanan Sehat untuk Dibuat di Rumah
Membuat jajanan sendiri di rumah adalah cara terbaik untuk menjamin nutrisi dan kebersihan. Berikut adalah dua ide sederhana:
1. Bakso Ayam Sayur Homemade
Gunakan dada ayam tanpa kulit, campurkan dengan wortel parut dan brokoli cincang halus. Tambahkan sedikit tepung tapioka dan bumbu alami (bawang putih, merica, garam). Rebus hingga mengapung. Kamu mendapatkan protein dan serat sekaligus tanpa pengawet.
2. Smoothie Bowl Segar
Alih-alih membeli minuman boba yang tinggi gula, kamu bisa memblender pisang beku dengan stroberi dan sedikit yogurt plain. Taburkan kacang-kacangan dan biji-bijian (chia seeds) di atasnya sebagai camilan sore yang kaya antioksidan.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Jika setelah jajan kamu mengalami gejala seperti nyeri perut hebat, diare cair lebih dari 5 kali sehari, demam tinggi, atau gejala dehidrasi (bibir kering, jarang buang air kecil), segera cari bantuan medis. Untuk memudahkan penanganan awal, kamu bisa beli obat online di Halodoc seperti oralit atau suplemen probiotik untuk menjaga keseimbangan cairan dan bakteri baik di usus.
Studi Mengenai Keamanan Pangan
World Health Organization (WHO) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa makanan yang tidak aman mengandung bakteri, virus, parasit, atau zat kimia berbahaya yang menyebabkan lebih dari 200 penyakit—mulai dari diare hingga kanker.
Penelitian ini menekankan pentingnya rantai pasokan makanan yang bersih dari produsen hingga konsumen. Di Indonesia, edukasi mengenai higiene sanitasi pangan bagi pedagang kaki lima terus digalakkan untuk menekan angka kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah.
Menikmati makanan jajanan memang menyenangkan, namun jangan sampai keinginan sesaat mengorbankan kesehatan jangka panjangmu. Selalu prioritaskan kebersihan dan keseimbangan gizi dalam setiap suapan. Jika muncul keluhan kesehatan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional melalui aplikasi Halodoc agar mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.
Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Penyelenggaraan Higiene Sanitasi Makanan Jajanan.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Food Safety: Key Facts.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Food Poisoning: Symptoms and Causes.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2026. The Nutrition Source: Ultra-Processed Foods.
FAQ
1. Apa ciri-ciri makanan yang mengandung formalin?
Makanan seperti mie basah atau tahu yang mengandung formalin biasanya memiliki tekstur yang sangat kenyal, tidak rusak dalam suhu ruang selama lebih dari 24 jam, dan memiliki aroma obat yang tajam.
2. Apakah gorengan di pinggir jalan aman dikonsumsi setiap hari?
Tidak disarankan. Gorengan tinggi akan lemak trans akibat penggunaan minyak goreng yang dipanaskan berulang kali. Konsumsi harian dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
3. Bagaimana cara mengatasi perut mulas setelah jajan pedas?
Kamu bisa meminum air hangat atau susu untuk menetralisir rasa pedas (kapsaisin) di saluran cerna. Hindari minuman berkafein atau bersoda saat perut sedang tidak nyaman.
4. Apa perbedaan keracunan makanan dan alergi makanan?
Keracunan makanan disebabkan oleh kontaminan (bakteri/kimia), sedangkan alergi adalah reaksi sistem imun terhadap protein tertentu dalam makanan (seperti kacang atau seafood) yang biasanya ditandai dengan gatal atau sesak napas.
—
## Punya Keluhan Perut Setelah Jajan Sembarangan? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu merasa perut mulas atau tidak nyaman setelah jajan, tapi bingung harus minum obat apa? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
[Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


