Mengenal 3 Payudara: Kapan Harus Waspada?

Memahami Kondisi “3 Payudara”: Puting Tambahan atau Kanker Stadium Lanjut?
Istilah “3 payudara” dapat merujuk pada dua kondisi medis yang sangat berbeda, yaitu puting atau payudara tambahan (supernumerary nipple/polymastia) yang umumnya jinak, atau Kanker Payudara Stadium 3, sebuah kondisi keganasan yang serius dan memerlukan penanganan medis segera. Pemahaman mengenai perbedaan kedua kondisi ini sangat penting untuk penanganan yang tepat.
Puting atau Payudara Tambahan (Supernumerary Nipple/Polymastia)
Kondisi ini dikenal juga dengan istilah medis supernumerary nipple atau polymastia. Seseorang mungkin memiliki lebih dari dua puting susu normal. Kelebihan puting ini bisa muncul sebagai puting saja (polythelia) atau disertai dengan jaringan payudara fungsional (polymastia).
Penyebab Puting atau Payudara Tambahan
Puting atau payudara tambahan terbentuk selama perkembangan embrio. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel yang seharusnya membentuk kelenjar susu gagal menghilang sepenuhnya di sepanjang “garis susu” (mammary ridges), yang membentang dari ketiak hingga selangkangan. Akibatnya, jaringan tersebut berkembang menjadi puting atau payudara tambahan.
Gejala Puting atau Payudara Tambahan
Gejala puting atau payudara tambahan bervariasi. Puting tambahan seringkali terlihat seperti tahi lalat, lesi kulit, atau bintik gelap. Lokasinya bisa di mana saja di sepanjang garis susu, paling umum di bawah payudara utama atau di area ketiak.
Pada beberapa individu, puting tambahan bisa membesar saat pubertas, selama kehamilan, atau menyusui. Terkadang, kondisi ini dapat terasa nyeri, gatal, atau mengeluarkan cairan, terutama jika memiliki jaringan payudara fungsional.
Risiko dan Penanganan Puting atau Payudara Tambahan
Umumnya, puting tambahan tidak berbahaya dan tidak menimbulkan masalah kesehatan. Namun, jika jaringan payudara tambahan (polymastia) hadir, perlu dipantau secara berkala. Hal ini karena polymastia memiliki potensi untuk berkembang seperti payudara normal, termasuk risiko terjadinya kanker payudara di jaringan tersebut, meskipun jarang.
Penanganan puting atau payudara tambahan biasanya tidak diperlukan jika tidak menimbulkan gejala atau kekhawatiran estetika. Namun, jika kondisi ini menyebabkan ketidaknyamanan, nyeri, atau kekhawatiran kosmetik, pengangkatan melalui prosedur operasi kecil dapat menjadi pilihan.
Kanker Payudara Stadium 3
Kanker payudara stadium 3 adalah tahap lanjut dari kanker payudara. Pada stadium ini, sel kanker telah tumbuh meluas melampaui payudara. Penyebarannya bisa mencapai kelenjar getah bening di area ketiak, di bawah tulang selangka, atau bahkan ke dinding dada.
Stadium 3 dibagi lagi menjadi 3A, 3B, dan 3C, tergantung pada ukuran tumor, jumlah kelenjar getah bening yang terkena, dan lokasi penyebarannya.
Gejala Kanker Payudara Stadium 3
Gejala kanker payudara stadium 3 seringkali lebih jelas dibandingkan stadium awal. Individu mungkin merasakan benjolan yang lebih besar di payudara atau ketiak.
Tanda lain meliputi perubahan kulit pada payudara, seperti kemerahan, bengkak, tekstur kulit jeruk, nyeri, atau puting tertarik ke dalam. Gejala ini bisa menjadi indikasi kanker payudara inflamasi, yang merupakan jenis kanker agresif.
Penanganan Kanker Payudara Stadium 3
Penanganan kanker payudara stadium 3 memerlukan pendekatan multidisiplin yang intensif. Metode pengobatan meliputi:
- Kemoterapi: Sering diberikan sebelum operasi (neoadjuvant) untuk mengecilkan tumor, atau setelah operasi (adjuvant) untuk membunuh sel kanker yang tersisa.
- Operasi: Dapat berupa lumpektomi (pengangkatan benjolan dan sedikit jaringan sehat di sekitarnya) atau mastektomi (pengangkatan seluruh payudara). Seringkali disertai pengangkatan kelenjar getah bening di ketiak.
- Radiasi: Terapi radiasi sering diberikan setelah operasi untuk menghancurkan sel kanker yang mungkin tertinggal di area payudara atau dinding dada.
- Terapi Hormon: Diberikan jika kanker memiliki reseptor hormon positif, untuk memblokir hormon yang memicu pertumbuhan sel kanker.
- Terapi Target: Menggunakan obat yang menargetkan karakteristik spesifik sel kanker.
Prognosis Kanker Payudara Stadium 3
Meskipun stadium 3 adalah tahap lanjut, masih ada kemungkinan sembuh dengan penanganan yang tepat dan agresif. Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk kanker payudara stadium 3 bervariasi, namun secara umum, sekitar 86% individu dapat bertahan hidup selama 5 tahun atau lebih setelah diagnosis. Prognosis dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk jenis kanker, respons terhadap pengobatan, dan kondisi kesehatan umum individu.
Kapan Harus Berkonsultasi Medis?
Apabila ditemukan puting tambahan, benjolan baru, perubahan kulit pada payudara, atau gejala lain yang mengkhawatirkan di area payudara, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, pencitraan (seperti mammografi, USG, atau MRI), dan biopsi jika diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.
Diagnosis dini dan penanganan yang tepat adalah kunci untuk mendapatkan hasil terbaik, baik untuk kondisi jinak seperti puting tambahan maupun kondisi serius seperti kanker payudara stadium lanjut. Lewat aplikasi Halodoc, dapatkan konsultasi dengan dokter spesialis untuk informasi dan penanganan lebih lanjut.



