• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Penyakit Anak yang Muncul Setelah Lebaran

3 Penyakit Anak yang Muncul Setelah Lebaran

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta – Saat merayakan Idul Fitri, banyak keluarga Indonesia yang berbondong-bondong pulang ke kampung halaman atau biasa disebut mudik. Namun, perjalanan jauh yang dilakukan ini dapat menyebabkan semua anggota keluarga mengalami kelelahan, terlebih sistem kekebalan tubuh anak-anak yang mudah lemah. Oleh sebab itu, orangtua harus mewaspadai berbagai penyakit yang sering dialami usai libur Idul Fitri.

Dr. Rosary Sp.A., seorang dokter spesialis anak mengatakan bahwa apabila terlalu memforsir tenaga anak saat libur lebaran, penyakit pun juga dapat bermunculan. Nah, penyakit anak saat lebaran yang biasa terjadi antara lain:

  1. Batuk dan Pilek

Batuk pilek ditandai dengan gejala hidung tersumbat, mata berair, batuk, dan terkadang demam ringan. Jenis penyakit ini bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu virus dan reaksi alergi. Virus penyebab penyakit ini bisa menyebar melalui udara atau kontak langsung dengan permukaan benda yang terkontaminasi virus. Banyaknya orang yang kita temui saat silaturahmi bisa jadi sedang menderita batuk pilek. Hal ini bisa menjadi “pintu gerbang” masuknya virus ke dalam tubuh anak.

Paparan virus ditambah stamina tubuh yang sedang menurun adalah kombinasi ideal yang bisa mengakibatkan kuman di dalam tubuh berkembang menjadi penyakit. Untuk mencegah hal ini pun, orangtua harus selalu mengingatkan anak-anak untuk tidak lupa mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin. Nah, saat silaturahmi pun, kamu dapat meminta anak untuk bersalaman mengarahkan tangan ke dahi, bukan hidung atau mulut. Hal ini bisa memperkecil risiko masuknya kuman penyakit melalui saluran pernapasan si kecil.

  1. Sembelit

Penyakit anak saat lebaran yang juga bisa terjadi adalah sembelit. Sembelit atau konstipasi disebabkan karena feses berbentuk keras dan sulit dikeluarkan. Buang air besar pun menjadi jarang dan sakit. Apabila berlangsung cukup lama, anak bisa menjadi rewel dan gelisah, serta mengalami penurunan nafsu makan. Solusi pencegahannya ialah selalu memastikan anak mengonsumsi buah, sayur, dan meminum air putih yang cukup. Terlebih saat silaturahmi anak cenderung menghabiskan waktu dengan sepupunya, sehingga suka lupa makan dan minum yang cukup.

  1. Diare

Sajian Idul Fitri seperti ketupat, opor, rendang, sampai beraneka  kue kering dan jajanan siap menanti untuk dicicipi. Apabila anak-anak mengonsumsinya berlebihan, biasanya mereka akan mengalami masalah pencernaan. Anak biasanya masih memiliki sistem pencernaan yang cukup sensitif, sehingga besar kemungkinan makanan bersantan atau terlalu pedas akan membuatnya terserang diare. Untuk menyiasatinya, kamu dapat meminta anak-anak untuk mencicip dalam porsi kecil saja. Pastikan juga anak tetap memakan sayur dan buah agar nutrisinya seimbang.

(Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan Bayi)

Tips Agar Anak Tetap Sehat Saat Lebaran

Agar penyakit anak saat lebaran seperti di atas tidak menyerang, orangtua dapat melakukan beragam pencegahan, antara lain:

  • Perhatikan kualitas makanan dan minuman yang akan anak makan.
  • Perhatikan juga jumlah kalori dari makanan dan minuman tersebut. Perlu diingat bahwa camilan apa pun yang rasanya manis atau terlalu asin berpotensi menyebabkan radang tenggorokan.
  • Konsumsi air lebih dari 2 liter per hari.
  • Tetap konsumsi buah dan sayuran-sayuran. Usahakan konsumsi 5 porsi saat makan pagi, siang, malam, dan di sela-sela makanan tersebut.
  • Usahakan anak tidur cukup, bila perlu usahakan agar anak tetap tidur siang.

(Baca juga: Agar Anak Tidak Mudah Sakit saat Mudik)

Apabila kamu sudah melakukan langkah pencegahan di atas tapi anak atau anggota keluarga lain terserang penyakit, kamu enggak perlu panik. Kamu bisa bertanya dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, ibu bisa mengobrol dengan dokter spesialis anak dengan lebih mudah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!