• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Cara Ajarkan Si Kecil Menabung Sejak Dini
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Cara Ajarkan Si Kecil Menabung Sejak Dini

4 Cara Ajarkan Si Kecil Menabung Sejak Dini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 24 April 2018
4 Cara Ajarkan Si Kecil Menabung Sejak Dini4 Cara Ajarkan Si Kecil Menabung Sejak Dini

Halodoc, Jakarta – Mengajarkan anak menabung bukanlah hal mudah. Ini karena anak-anak belum memiliki kewajiban yang mengharuskannya untuk menabung. Meski begitu, sebaiknya anak-anak diajarkan tentang konsep menabung sejak dini.

Bagi orang dewasa, menabung dilakukan untuk menyimpan uang dan tujuannya bermacam-macam. Ada yang menabung untuk membeli barang tertentu dan ada juga yang menabung untuk mempersiapkan dana darurat. Cara menabung juga bermacam-macam. Mulai dari menabung di celengan, buka rekening tabungan, hingga investasi.

(Baca juga : Sebelum Punya Anak, Bahas 4 Topik Ini Dulu Bareng Suami)

Sedangkan, menabung bagi anak-anak dilakukan untuk memperkenalkan angka, konsep menyimpan uang, berhemat, dan menentukan priorias. Ini dilakukan agar saat mereka beranjak dewasa, ia sudah terbiasa untuk menabung. Sebab, semakin bertambah usia, semakin banyak pula kebutuhannya kelak. Lantas, bagaimana sih cara mengajarkan anak menabung?

1. Kenalkan Konsep Uang

Sebelum mengajarkan cara menabung kepada Si Kecil, ibu perlu mengenalkan konsep uang kepadanya. Mulai dari nilai uang, bentuk uang, hingga fungsi uang. Ajarkan dengan cara yang sederhana dan menarik agar Si Kecil lebih mudah memahaminya.

2. Kenalkan Konsep Menabung

Setelah Si Kecil paham konsep uang, ibu mulai bisa mengenalkan konsep menabung kepadanya. Lakukan secara perlahan dan sesuaikan dengan perkembangan usianya, seperti :

  • Usia 3-5 tahun

Ajak Si Kecil bermain permainan yang melibatkan transaksi keuangan (misalkan bermain toko-tokoan). Ibu juga sudah bisa menjelaskan kepada Si Kecil tentang pentingnya bekerja untuk mendapatkan uang.

  • Usia 6-9 tahun

Di usia ini, ibu sudah bisa mengajarkan Si Kecil menabung. Ibu bisa menggunakan celengan, kaleng, atau wadah apa pun untuk tempat Si Kecil menyimpan uang. Ajarkan juga tentang nilai uang dan berapa nilai uang yang harus dikeluarkan untuk membeli suatu barang.

  • Usia 10-12 tahun

Ibu sudah bisa mengajak Si Kecil menentukan tujuan jangka pendeknya. Dengan ini, ibu bisa membantu Si Kecil menentukan nominal uang yang harus ditabung untuk mendapatkan benda yang diinginkannya.

  • Usia 13-15 tahun

Jika anak berencana menabung di bank, ibu bisa mengajarkannya perbedaan keuntungan yang dimiliki setiap bank.

  • Usia 15-18 tahun

Di usia ini, ibu sudah bisa memberikan kepercayaan kepada anak untuk mengelola keuangannya sendiri. Misalkan dengan memberikan uang saku mingguan/bulanan. Ini dilakukan untuk melatih anak mengatur keuangan (pemasukan dan pengeluaran) secara mandiri.

3. Beri Pengertian dan Motivasi

Menabung bukanlah hal yang mudah dilakukan, apalagi bagi Si Kecil. Karena itu, saat Si Kecil mulai malas menabung, ibu perlu memberikannya pengertian dan motivasi agar kembali semangat. Ajak Si Kecil melihat perkembangan jumlah uang yang ditabungnya. Sebab, saat jumlahnya semakin banyak, Si Kecil mungkin akan senang dan semakin bersemangat untuk menabung.

4. Beri Hadiah

Saat tabungan Si Kecil mencapai target, ibu bisa mengajak Si Kecil membelikan uang tersebut dengan barang yang diinginkannya. Jika harga barang lebih dari uang tabungan, tak ada salahnya ibu menambahkan sebagai “reward” dari usaha kerasnya menabung.

Nah, selama Si Kecil berada di fase pertumbuhan dan perkembangan, jangan lupa untuk perhatikan kondisi kesehatan Si Kecil ya, bu. Jika Si Kecil sakit, sekarang ibu enggak perlu lagi repot ke luar rumah untuk membelikan Si Kecil obat/vitamin. Ibu bisa memanfaatkan fitur Pharmacy Delivery atau Apotik Antar di aplikasi Halodoc. Ibu hanya tinggal pesan obat/vitamin yang dibutuhkan Si Kecil melalui aplikasi Halodoc dan pesanan ibu akan diantar dalam waktu kurang dari satu jam. Jadi, yuk download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play. (Baca juga: Faktor yang Pengaruhi Tinggi Badan Si Kecil)