• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Dampak Berbahaya saat Alami Binge Eating Disorder

4 Dampak Berbahaya saat Alami Binge Eating Disorder

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Saat membuka media sosial, paling tidak kamu pasti pernah melihat video seseorang yang melakukan “mukbang” atau makan dalam porsi besar sekaligus. Perlu diketahui bahwa makan dalam porsi besar seperti itu bisa menandai adanya kondisi binge eating disorder atau gangguan makan berlebihan. 

Perilaku makan berlebihan ini bahkan sering kali berhubungan dengan kondisi kesehatan mental, seperti depresi atau kecemasan, lho. Seseorang yang punya gangguan ini sering kali makan dengan porsi berlebihan sebagai cara untuk mengatasi masalah emosional yang mereka alami. Meski video-video “mukbang” tersebut bikin kamu “ngiler” dan satisfying, nyatanya banyak penyakit berbahaya yang mengintai karena makan secara berlebihan. 

Baca juga: Binge Eating Bukan Sekadar Nafsu Makan, Tetapi Psikologis


Dampak Berbahaya Binge Eating Disorder

Jika terjadi dalam jangka waktu yang lama, binge eating disorder dapat mengundang berbagai penyakit berbahaya berikut:


1. Penambahan Berat Badan dan Obesitas

Salah satu dampak utama yang bisa dialami oleh pengidap binge eating disorder adalah penambahan berat badan hingga obesitas. Banyak orang yang makan berlebihan juga merasa tidak nyaman dengan berat badannya. Hal ini kemudian mampu menurunkan kepercayaan diri seseorang dan menimbulkan depresi atau kecemasan.


Kelebihan berat badan atau obesitas juga dapat meningkatkan peluang terkena masalah kesehatan jangka panjang seperti sleep apnea, kanker, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan radang sendi.


2. Penyakit Jantung

Kelebihan berat badan membuat jantung lebih sulit untuk memompa darah ke paru-paru dan tubuh. Memiliki banyak lemak, terutama di sekitar perut, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan gula darah tinggi. Semua hal ini meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Terkadang penyakit jantung tidak memiliki gejala, jadi sulit untuk mendeteksinya. Namun, beberapa gejala umum dari penyakit jantung adalah nyeri dada, pusing atau pingsan, detak jantung cepat, sesak napas, dan keringat berlebih. Mengganti pola makan menjadi lebih sehat serta rutin berolahraga adalah kunci utama mencegah penyakit jantung


Baca juga: Anak-Anak Juga Bisa Kena Binge Eating, Benarkah?


3. Diabetes Tipe 2

Orang yang makan berlebihan juga sangat berisiko mengalami diabetes tipe 2. Diabetes bisa menjadi penyakit seumur hidup yang membutuhkan pengobatan berkelanjutan. Diabetes tipe 2 awalnya ditandai dengan masalah penglihatan, sering lapar, mudah haus, mudah lelah, sering BAK, serta mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki. Jika sudah begini, kamu perlu memeriksakan gula darah secara teratur, menerapkan pola makan sehat, minum obat secara teratur, dan rutin berolahraga. 


4. Depresi dan Masalah Suasana Hati 

Depresi dan kecemasan sering dialami oleh seseorang yang mengalami gangguan makan berlebihan. Banyak orang yang makan berlebihan melakukannya untuk meningkatkan mood mereka. Hal ini dapat menyebabkan perasaan bersalah yang justru membuat mereka semakin sering makan berlebihan.

Makan terlalu banyak meski tidak lapar mungkin merupakan tanda bahwa seseorang sedang mencoba untuk meluapkan emosinya. Kondisi ini sering kali disertai dengan perasaan putus asa, tidak berdaya, rasa bersalah, sedih dan lelah layaknya tidak punya energi. 

Baca juga: Inilah Tanda Awal Mengidap Binge Eating Disorder

Bila kamu mengalami gangguan makan berlebihan, kamu bisa hubungi dokter Halodoc tentang cara untuk mengatasinya. Lewat Halodoc, kamu bisa menghubungi dokter kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.



Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What's to know about binge eating disorder?.
WebMD. Diakses pada 2020. Serious Health Problems Caused by Binge Eating.