• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Gejala PTSD yang Membutuhkan Penanganan Dokter
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Gejala PTSD yang Membutuhkan Penanganan Dokter

4 Gejala PTSD yang Membutuhkan Penanganan Dokter

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 12 September 2022

“PTSD adalah gangguan mental yang dipicu oleh peristiwa menakutkan, baik korban atau orang yang menyaksikannya. Gejala yang membutuhkan pertolongan ditandai dengan pikiran negatif, putus asa dan mudah terkejut.”

4 Gejala PTSD yang Membutuhkan Penanganan Dokter4 Gejala PTSD yang Membutuhkan Penanganan Dokter

Halodoc, Jakarta – Gangguan stres pasca trauma (PTSD) termasuk ke dalam jenis gangguan mental yang dipicu oleh peristiwa menakutkan. Ini berlaku pada korban (orang yang mengalami) maupun orang yang menyaksikan.

Gejala umum ditandai dengan kilas balik peristiwa traumatik yang pernah dialami, mimpi buruk dan kecemasan parah serta pikiran tak terkendali. Awalnya, mereka merasa kesulitan untuk menyesuaikan diri.

Dengan langkah perawatan yang tepat, gejala bisa berangsur membaik dalam beberapa bulan atau tahun. Namun, jika gejala justru semakin parah, pengidap perlu melakukan pengobatan guna mencegah penurunan kualitas hidup.

Segera Temui Dokter Jika Gejala Ini Muncul

Gejala gangguan stres pasca trauma bisa dimulai dalam waktu satu bulan setelah pengidap mengalami peristiwa traumatik. Tapi, terkadang gejalanya muncul bertahun-tahun setelahnya.

Gejalanya dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu:

  1. Ingatan. Muncul kenangan menyedihkan secara berulang, menghidupkan kembali peristiwa traumatik, mimpi buruk dan tekanan emosional terhadap kondisi yang mengingatkan peristiwa.
  2. Menghindar. Mengalihkan pemikiran dan pembicaraan tentang peristiwa traumatik serta menghindari tempat atau orang yang mengingatkan kejadian.
  3. Pikiran dan emosi. Memiliki pemikiran negatif tentang diri sendiri atau orang lain, putus asa tentang nasib di masa depan, tidak mengingat aspek penting dari peristiwa traumatik, sulit mempertahankan hubungan dekat, sulit merasa bahagia serta penurunan minat pada aktivitas yang pernah disukai.
  4. Fisik dan emosional. Mudah kaget dan takut, selalu waspada, kesulitan tidur, sulit berkonsentrasi, perilaku agresif serta rasa salah dan malu berlebihan.

Sementara gejala yang tampak pada anak di bawah usia 6 tahun, antara lain memperagakan peristiwa saat bermain dan mengalami mimpi menakutkan yang mungkin termasuk dalam aspek dari peristiwa traumatik yang dialami.

Tindakan untuk Mengatasi Gejala

Tindakan yang dilakukan berguna untuk membantu meringankan gejala sehingga pengidap bisa hidup selayaknya orang normal. Penanganan dilakukan dengan psikoterapi, obat-obatan atau gabungan dari keduanya.

1. Psikoterapi

Adapun jenis psikoterapi yang digunakan dalam pengobatan gangguan stres pasca trauma, antara lain:

  • Terapi kognitif. Terapi ini membantu mengenali cara berpikir (pola kognitif) yang membuat pengidap terjebak dalam ingatan peristiwa. Terapi kognitif sering digunakan bersamaan dengan terapi pemaparan.
  • Terapi paparan. Terapi ini membantu pengidap menghadapi situasi dan ingatan yang menakutkan dan belajar mengatasinya. Caranya dilakukan dengan mengulas peristiwa trauma yang pernah dialami.
  • Desensitisasi dan pemrosesan ulang gerakan mata (EMDR). EMDR menggabungkan terapi pemaparan dengan serangkaian gerakan mata. Tujuannya untuk memunculkan ingatan traumatis dan mengubah cara pengidap bereaksi terhadap ingatan tersebut.

2. Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat membantu memperbaiki gejala PTSD:

  • Antidepresan. Ini dapat membantu mengatasi gejala depresi, kecemasan, masalah tidur dan meningkatkan konsentrasi.
  • Obat anti kecemasan. Ini dapat meredakan kecemasan parah dan kondisi yang menjadi pemicunya
  • Prazosin. Ini dapat mengurangi atau menekan mimpi buruk pada pengidap. 

Itulah gejala PTSD yang dialami oleh pengidap serta langkah penanganannya. Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan, silakan buat janji medis untuk melakukan penanganan.

Jangan biarkan saja, ya. Sebab, gangguan stres pasca trauma bisa berdampak pada penurunan kualitas hidup pengidapnya, depresi, gangguan makan, kecemasan dan kecanduan alkohol serta narkotika.

Jika kamu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
American Psychiatric Association. Diakses pada 2022. What is Posttraumatic Stress Disorder (PTSD)?
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Post-traumatic stress disorder (PTSD).