• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Hal Seputar Panseksual yang Perlu Diketahui

4 Hal Seputar Panseksual yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta – Orientasi seksual tak hanya sebatas tentang biseksual, heteroseksual, atau homoseksual. Masih ada lagi berbagai sebutan yang menyatakan terjadinya orientasi seksual dengan sebab dan gejala yang berbeda. Adalah panseksual, istilah kelainan seksual yang baru-baru ini terungkap ketika salah seorang penyanyi asal Hollywood, Miley Cyrus mengatakan bahwa dirinya termasuk dalam golongan orientasi tersebut. Lalu, apa sebenarnya panseksual itu? Simak informasi tentang panseksual melalui ulasan berikut ini.

Panseksual adalah Kelainan Seksual yang Terbilang Baru

Hal pertama tentang panseksual yang perlu diketahui adalah arti dari istilah panseksual itu sendiri. Panseksual merupakan orientasi seksual ketika seseorang tertarik kepada orang lain tanpa memperhatikan gender, orientasi seksual, maupun jenis kelaminnya. Demikian penjelasan dari pakar sosiolog Emily Lenning. Artinya, orang yang mengidap panseksual akan tertarik pada siapa saja, terlepas apakah orang tersebut adalah biseksual, transgender, homoseksual, wanita maupun pria.

Biasanya, ketertarikan ini muncul bukan dari paras atau fisik serta jenis kelamin, melainkan karena karakter atau kepribadian yang dimiliki orang tersebut. Inilah yang membuat seorang panseksual disebut unik, karena mereka tertarik pada orang lain dari sisi romantisme maupun emosional yang saling terhubung.

Seorang ahli psikologi Holly Richmond, Ph.D. mengatakan bahwa orang-orang yang memiliki orientasi seksual sebagai panseksual memang cenderung tertutup dan tidak mau mengakui keadaan tersebut. Kondisi ini belum ditambah dengan panseksual yang masih terbilang baru dengan gejala yang terlihat umum laiknya orang normal yang menyukai orang lain bukan karena cinta.

Baca juga: Benarkah Perasaan Cinta Hanya Permainan Hormon Semata?

Panseksual Tidak Sama dengan Biseksual

Banyak orang mengira panseksual adalah orientasi seksual yang sama dengan biseksual. Padahal, keduanya jelas berbeda. Seseorang yang mengalami biseksual hanya menyukai dua gender, yaitu perempuan dan laki-laki. Namun, gender bagi seorang panseksual memiliki arti yang luas, tidak sebatas pada jenis kelamin semata. Bisa saja, seorang panseksual tertarik pada orang yang ternyata homoseksual, transgender, biseksual, atau sesame panseksual itu sendiri.

Inilah hal tentang panseksual yang perlu dipahami, terlebih bagi masyarakat awam atau mereka yang merasa memiliki orientasi seksual tersebut. Ciri khas yang paling terlihat dari seorang panseksual adalah ketertarikan mereka terhadap orang lain tanpa memperhatikan jenis kelamin. Meski begitu, seringnya gejala ini dianggap normal, karena ketertarikan terhadap orang lain tanpa melihat gender itu dinilai wajar.

Panseksual Bukanlah Tipe Peselingkuh

Ketertarikan seorang panseksual terhadap orang lain tanpa memerdulikan jenis kelamin dan gender juga kerap menjadi bahan perbincangan orang lain. Seringnya, seorang panseksual dianggap sebagai “tukang selingkuh” karena ketertarikannya pada hampir setiap orang. Padahal, seorang panseksual pun tetap bisa berkomitmen pada satu orang saja, seperti laiknya seorang heteroseksual dan homoseksual.

Justru, orang-orang yang menyebut dirinya “normal”-lah yang kerap ditemukan berselingkuh atau berkhianat dengan pasangannya. Jadi, anggapan bahwa panseksual adalah seorang peselingkuh bukanlah hal yang benar.

Baca juga: Benarkah Parfum Pheromone Bisa Memikat Lawan Jenis?

Panseksual Tidak Seharusnya Dianggap Salah

Setiap orang tentu memiliki jati dirinya masing-masing, termasuk ke mana arah hasrat seksual mereka. Inilah mengapa sangat penting bagi setiap orang untuk mencari jati dirinya dan mengakui apa yang menjadi ketertarikan seksualnya. Memang tidak mudah untuk mengakui adanya orientasi seksual yang dianggap tidak umum oleh lingkungan sosial. Namun, berani untuk jujur pada diri sendiri akan menghindarkan seorang panseksual dari bahaya stres dan depresi berkepanjangan.

Ya, seorang panseksual dikabarkan lebih rentan mengalami depresi akibat tekanan berlebih dari masyarakat. Oleh sebab itu, kapan pun kamu menemukan seseorang teman yang menunjukkan gejala depresi, segera ajak ia untuk bercerita. Tidak harus denganmu, bisa juga dengan dokter yang ahli dalam menangani masalah kejiwaan. Supaya lebih mudah, minta ia download aplikasi Halodoc di ponselnya. Melalui aplikasi Halodoc, ia bisa menyampaikan masalahnya pada dokter pilihannya dengan lebih mudah.