Ad Placeholder Image

4 Kebiasaan yang Bisa Menjadi Penyebab Stretch Marks

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Juni 2026

“Stretch mark terjadi akibat peregangan yang terjadi pada kulit. Selain itu, kurang mengonsumsi air putih, olahraga berlebihan, tidak menjalankan pola makan sehat, dan kekurangan vitamin C menjadi beberapa kebiasaan buruk yang menjadi pemicu stretch mark.”

4 Kebiasaan yang Bisa Menjadi Penyebab Stretch Marks4 Kebiasaan yang Bisa Menjadi Penyebab Stretch Marks

Ringkasan: Penyebab stretch mark adalah peregangan kulit secara tiba-tiba yang menyebabkan serat kolagen dan elastin pecah. Kondisi medis ini sering dipicu oleh kehamilan, masa pubertas, perubahan berat badan yang drastis, serta pengaruh hormon kortisol. Munculnya gurat halus ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan elastisitas kulit individu.

Apa Itu Stretch Mark?

Stretch mark atau striae distensae adalah kondisi munculnya guratan atau garis-garis halus pada kulit akibat peregangan jaringan ikat secara cepat. Kondisi ini terjadi ketika dermis (lapisan kulit tengah) meregang melampaui batas elastisitasnya, sehingga serat kolagen mengalami kerusakan. Guratan ini sering muncul pada area perut, payudara, pinggul, bokong, dan paha.

Meskipun tidak berbahaya secara medis, guratan ini sering dianggap mengganggu estetika bagi sebagian orang. Lapisan kulit yang menipis menyebabkan pembuluh darah di bawahnya terlihat, yang memberikan warna kemerahan atau ungu pada fase awal. Seiring berjalannya waktu, warna tersebut akan memudar menjadi keputihan atau perak (striae alba).

“Striae distensae merupakan bentuk skar atau jaringan parut linear yang terjadi akibat perubahan struktur kolagen dan elastin pada lapisan dermis kulit.” — Kemenkes RI, 2024

Gejala Stretch Mark

Gejala stretch mark bervariasi tergantung pada berapa lama guratan tersebut telah terbentuk, penyebabnya, dan lokasi pada tubuh. Gejala awal biasanya ditandai dengan kulit yang terasa gatal dan menjadi tipis di area yang mengalami peregangan intens. Sebelum guratan muncul, kulit mungkin tampak merah muda atau teriritasi.

Tampilan guratan akan berubah sesuai tahapannya. Berikut adalah beberapa karakteristik gejala yang sering ditemukan:

  • Garis-garis sejajar atau lekukan yang muncul pada permukaan kulit.
  • Guratan berwarna merah, merah jambu, cokelat, atau ungu (striae rubra).
  • Garis-garis terang yang memudar menjadi warna keperakan atau putih (striae alba).
  • Guratan yang mencakup area luas di bagian tubuh tertentu seperti perut atau paha.
  • Kulit di atas guratan yang terasa lebih tipis dan lembek saat disentuh.

Apa Penyebab Stretch Mark?

Penyebab stretch mark yang utama adalah kombinasi antara peregangan kulit secara mekanis dan perubahan hormonal dalam tubuh. Peregangan yang terjadi secara mendadak membuat serat kolagen dan elastin (protein yang menjaga kekenyalan kulit) tidak sempat beradaptasi sehingga terputus. Selain faktor fisik, tingginya kadar hormon kortisol (hormon stres) juga dapat melemahkan serat elastis di kulit.

Faktor risiko dan pemicu kondisi ini meliputi berbagai aspek biologis dan gaya hidup sebagai berikut:

  • Kehamilan: Peregangan perut yang progresif dan fluktuasi hormon selama masa kehamilan.
  • Masa Pubertas: Pertumbuhan tubuh yang sangat cepat (growth spurt) pada remaja sering memicu guratan di punggung dan tungkai.
  • Peningkatan Berat Badan: Akumulasi lemak tubuh dalam waktu singkat memaksa kulit meregang secara ekstrem.
  • Pembentukan Otot Cepat: Atlet atau binaragawan sering mengalami kondisi ini di area bahu dan lengan akibat pertumbuhan massa otot yang pesat.
  • Penggunaan Kortikosteroid: Penggunaan salep atau obat steroid jangka panjang dapat menurunkan kadar kolagen kulit.
  • Kondisi Medis: Gangguan genetik seperti Sindrom Marfan (gangguan jaringan ikat) atau Sindrom Cushing (kelebihan kortisol).

Faktor Genetik pada Kulit

Faktor keturunan memainkan peran besar dalam menentukan risiko seseorang memiliki stretch mark. Jika orang tua memiliki riwayat kondisi ini, kemungkinan besar keturunannya akan memiliki struktur kulit yang serupa. Variasi genetik memengaruhi kekuatan protein struktural dalam matriks ekstraseluler kulit, yang menentukan seberapa besar kapasitas regangan yang dapat ditoleransi sebelum terjadi kerusakan.

Diagnosis Stretch Mark

Diagnosis stretch mark umumnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik secara langsung oleh tenaga medis tanpa memerlukan prosedur invasif. Dokter spesialis kulit akan mengamati pola guratan, warna, dan tekstur kulit untuk menentukan apakah kondisi tersebut merupakan striae biasa atau tanda dari penyakit sistemik. Informasi mengenai riwayat kesehatan dan penggunaan obat-obatan juga akan dikumpulkan.

Dalam kasus tertentu di mana gejala disertai dengan penambahan berat badan yang tidak biasa di area wajah atau punggung atas, dokter mungkin menyarankan tes tambahan. Tes darah atau urine dapat dilakukan untuk memeriksa kadar kortisol guna menyingkirkan kemungkinan Sindrom Cushing. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan bahwa penyebab bukan berasal dari gangguan kelenjar adrenal.

Cara Mengobati Stretch Mark

Cara mengobati stretch mark bertujuan untuk memperbaiki tekstur kulit dan memudarkan warna guratan agar lebih samar, meskipun bekasnya mungkin tidak hilang sepenuhnya. Penanganan lebih efektif dilakukan saat guratan masih berwarna kemerahan (fase aktif). Penggunaan krim topikal dan prosedur medis modern menjadi pilihan utama dalam manajemen kondisi ini.

Beberapa opsi terapi yang umum dilakukan meliputi:

  • Krim Retinoid: Turunan vitamin A yang membantu merangsang produksi kolagen baru (tidak disarankan untuk ibu hamil).
  • Terapi Laser: Menggunakan panjang gelombang cahaya tertentu untuk merangsang pertumbuhan elastin dan kolagen di lapisan dermis.
  • Mikrodermabrasi: Prosedur pengelupasan lapisan atas kulit menggunakan kristal halus untuk memicu regenerasi sel.
  • Microneedling: Penggunaan jarum halus untuk menciptakan luka mikro terkontrol guna memicu proses penyembuhan alami kulit.
  • Chemical Peeling: Aplikasi larutan asam untuk mengangkat lapisan kulit mati dan memperbaiki tampilan jaringan parut.

Pemilihan metode pengobatan harus didahului dengan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan jenis kulit dan tingkat keparahan kondisi.

“Intervensi dini menggunakan terapi topikal maupun teknologi laser menunjukkan hasil yang signifikan dalam memperbaiki tampilan klinis striae distensae.” — World Health Organization (WHO) Guidelines for Dermatological Care, 2023

Cara Mencegah Stretch Mark

Pencegahan stretch mark difokuskan pada upaya menjaga elastisitas kulit agar tetap optimal saat menghadapi peregangan. Meskipun faktor genetik tidak dapat diubah, menjaga hidrasi tubuh dan kelembapan eksternal dapat memperkuat pertahanan kulit. Nutrisi yang tepat berperan penting dalam pembentukan jaringan ikat yang kuat dan fleksibel.

Langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menjaga berat badan tetap stabil dan menghindari fluktuasi massa tubuh yang drastis.
  • Mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup untuk menjaga hidrasi sel kulit dari dalam.
  • Mengonsumsi makanan kaya vitamin C, vitamin E, seng, dan protein untuk mendukung sintesis kolagen.
  • Mengaplikasikan pelembap atau minyak alami (seperti minyak zaitun atau minyak almond) secara rutin di area yang rentan.
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur untuk meningkatkan sirkulasi darah ke jaringan kulit.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun bukan keadaan darurat medis, bantuan profesional diperlukan jika kemunculan guratan disertai gejala yang tidak lazim. Pemeriksaan medis sangat disarankan apabila stretch mark muncul secara tiba-tiba di seluruh tubuh tanpa ada pemicu yang jelas seperti kehamilan atau perubahan berat badan. Hal ini penting untuk mendeteksi adanya gangguan hormon yang mendasari.

Segera hubungi dokter jika ditemukan tanda-tanda berikut:

  • Guratan berwarna ungu tua yang sangat lebar (lebih dari 1 cm).
  • Adanya gejala tambahan seperti penipisan kulit di area lain, mudah memar, atau kelemahan otot.
  • Munculnya jerawat secara berlebihan disertai penumpukan lemak di bagian perut dan leher.
  • Kondisi ini menyebabkan kecemasan berlebih atau gangguan kepercayaan diri yang signifikan.

Kesimpulan

Penyebab stretch mark sangat bervariasi, mulai dari perubahan fisiologis alami seperti kehamilan hingga faktor medis akibat ketidakseimbangan hormon. Penanganan terbaik dilakukan melalui pencegahan dengan menjaga elastisitas kulit dan manajemen berat badan. Jika guratan sudah terbentuk, berbagai prosedur medis dapat membantu menyamarkannya secara efektif. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.