• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Kesalahan Membuat Jus yang Bisa Membahayakan Kesehatan

4 Kesalahan Membuat Jus yang Bisa Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Buah adalah makanan yang baik untuk kesehatan. Untuk menikmati buah biasanya orang akan memakannya secara langsung ataupun mengolahnya menjadi jus. Banyak orang yang mengonsumsi jus untuk detoksifikasi atau agar makanan yang dikonsumsi lebih bernutrisi. 

Membuat jus adalah proses yang mudah, karena kamu tinggal memasukkan potongan buah ke dalam blender. Walaupun begitu, sering kali sebagian orang melakukan kesalahan saat membuat jus. Akhirnya, minuman yang seharusnya sehat ini jadi tidak benar-benar sehat dikonsumsi. Apa saja kesalahan membuat jus yang sering terjadi?

Baca juga: Buah-buahan Segar yang Bisa Turunkan Kolesterol

Kesalahan Membuat Jus yang Membahayakan Kesehatan

Untuk mendapatkan asupan nutrisi, vitamin, dan mineral dari buah yang diolah menjadi jus, kamu harus memahami bagaimana cara membuat jus yang benar agar lebih berguna untuk tubuh. Untuk itu, hindari kesalah membuat jus, diantaranya:

  • Menambahkan Gula ke Dalam Jus

Faktanya, kesalahan ini paling sering dilakukan. Menambahkan gula ke dalam jus justru membuat nutrisi yang terkandung dalam buah menjadi hilang. Di samping itu, konsumsi gula tambahan yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan tubuh. Maka dari itu, hindari untuk menambahkan gula atau pemanis buatan apa pun agar kamu mendapatkan manfaat yang lengkap.

  • Jus Dibiarkan dalam Wadah dan Ruangan Terbuka

Membiarkan jus dalam sebuah wadah terbuka juga sering dilakukan. Kesalahan ini mengakibatkan proses oksidasi atau pencampuran dengan oksigen. Hal ini menghilangkan banyak vitamin dan mineral di dalam jus buah. Sebaiknya setelah membuat jus, segera konsumsi atau simpan di wadah yang tertutup dan dinginkan di dalam kulkas. 

  • Menyimpan Jus di Kulkas Terlalu Lama

Memang tidak ada salahnya untuk menyimpan jus di lemari es agar dingin dan lebih nikmat diminum. Jika terlalu lama atau lebih dari 24 jam, justru membuat kandungan manfaat dari jus semakin menurun. Kebiasaan ini juga bisa membuat enzim dan nutrisi lain di dalam teroksidasi oleh udara.

Lebih baik segera minum jus paling lambat 15 menit setelah jus selesai dibuat. Sedangkan untuk menyimpan di kulkas sebaiknya tidak lebih dari 24 hingga 36 jam. 

  • Tidak Mencuci Buah Sebelum Diolah Menjadi Jus

Mulailah untuk menghindari kesalahan ini. Tidak mencuci buah sebelum mengolahnya jadi bus, bisa menyebabkan nutrisi tidak terserap secara maksimal. Masih banyak sisa kandungan bahan kimia di bagian luar buah yang bisa masuk ke dalam jus. Rendam terlebih dulu buah di dalam air, agar kotoran seperti jejak tangan manusia dan pestisida dapat terbuang.

Baca juga: 6 Alasan Harus Sering Makan Buah Bit

Metode dan Tujuan Pembuatan Jus

Metode pembuatan jus bervariasi, mulai dari memeras buah dengan tangan hingga jus yang diproses dengan mesin blender. Dua jenis pembuat jus atau juicer yang umum, yaitu:

  • Sentrifugal. Juicer ini menggiling buah dan sayuran menjadi bubur melalui gerakan seperti memintal dengan kecepatan tinggi menggunakan pisau pemotong. Pemintalan juga menghancurkan jus agar tidak padat. 
  • Cold-pressed. Juicer ini bekerja dengan seolah mengunyah buah. Alat ini menghancurkan dan menekan buah lebih lambat untuk mendapatkan jus sebanyak mungkin. 

Jus umumnya dibuat untuk dua tujuan:

  • Pembersih atau detoksifikasi. Beberapa orang percaya minum jus dapat membersihkan tubuh dari racun. Namun, belum ada bukti pendukung mengenai keefektifan ini. 
  • Pelengkap diet normal: Jus segar dapat digunakan sebagai suplemen yang bermanfaat untuk diet harian dan meningkatkan asupan nutrisi dari buah-buahan.

Baca juga: 5 Makanan Superfood untuk Kesehatan Tubuh

Nah, itulah yang perlu diketahui mengenai kesalahan membuat jus. Jika kamu ingin tahu lebih banyak mengenai diet dan nutrisi lainnya yang bermanfaat untuk tubuh, kamu dapat berdiskusi pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2020. Juicing: Good or Bad?

The Guardian. Diakses pada 2020. How fruit juice went from health food to junk food