• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Langkah Efektif Mengatasi Gangguan OCD pada Anak

4 Langkah Efektif Mengatasi Gangguan OCD pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Selama ini gangguan OCD dianggap hanya memengaruhi orang yang telah dewasa saja. Padahal, nyatanya tidak demikian. OCD juga bisa berkembang sejak masa kanak-kanak. Sama seperti yang dialami pengidap OCD dewasa, anak-anak yang mengidap OCD memiliki pikiran obsesif dan kompulsif yang sebenarnya tidak mereka diinginkan. 

Pikiran obsesif dan kompulsif ini pun lebih kuat dan lebih sering muncul. Akibatnya, perkembangan dan aktivitas anak sehari-hari pun dapat terganggu. Apabila ibu melihat tanda-tanda OCD pada Si Kecil, berikut sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Baca juga: Ibu, Ketahui Gejala Gangguan OCD yang Bisa Dialami Anak

Cara Mengatasi OCD pada Anak-Anak

Penanganan OCD pada anak-anak sebenarnya tidak jauh berbeda dengan orang dewasa. Perawatan mencakup terapi yang mungkin dikombinasikan dengan obat-obatan untuk meredakan kecemasan yang dialami anak. Berikut perawatan OCD pada anak-anak:

1. Terapi Perilaku Kognitif

Langkah pertama dalam perawatan OCD adalah membantu Si Kecil untuk memahami gejala OCD. Melalui terapi perilaku kognitif, terapis akan menjelaskan pada anak apa itu OCD dan seperti apa gejalanya. Setelah Si Kecil sudah memahami kondisi yang dialaminya, terapis kemudian akan membantu Si Kecil untuk belajar menghadapi gangguan ini.

Terapi perilaku kognitif untuk pengidap OCD biasanya adalah tipe terapi exposure response prevention (ERP). Terapi ini bekerja dengan membantu anak-anak untuk menghadapi hal-hal yang memicu kecemasan dalam langkah yang terstruktur, bertahap, dan lingkungan yang aman. Dengan menghadapi pemicunya, anak-anak belajar untuk mentolerir kecemasan mereka dan seiring waktu, kecemasan pun otomatis berkurang.

2. Melibatkan Orangtua dalam Terapi

Orangtua adalah sosok individu yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan anak-anak. Itulah alasannya keterlibatan orangtua sangat penting dalam terapi OCD. Selama proses pengobatan, terapis akan menjelaskan kepada orangtua tentang cara kerja terapi, sehingga orangtua pun mampu memberikan dan mengawasi keterampilan yang sudah pernah Si Kecil pelajari dalam sesi terapi bersama terapis. 

Bukan cuma mengawasi saja, orangtua juga wajib mempelajari cara terbaik untuk menanggapi perilaku OCD yang dialami anak-anak. Jika anak tidak menyukai perkataan, perbuatan, atau hal-hal tertentu yang orangtua lakukan, orangtua atau anggota keluarga lainnya juga perlu belajar untuk menghindari kata atau kebiasaan tersebut dan meminta maaf jika tidak sengaja menggunakannya. 

Baca juga: OCD pada Anak, Kapan Mulai Ajak ke Psikolog?

3. Perawatan Intensif

Pada anak-anak yang punya gejala OCD cukup parah, sesi terapi yang dilakukan mingguan atau bahkan dua kali seminggu mungkin tidak akan efektif. Ketika gejala OCD sangat mengganggu kinerja sekolah, kehidupan keluarga dan persahabatan, maka perawatan yang lebih intensif mungkin dibutuhkan.

Perawatan intensif ini mungkin mengharuskan Si Kecil menjalani rawat inap di rumah sakit atau menjalani sesi terapi beberapa kali dalam seminggu. 

4. Obat-Obatan

Pengobatan utama untuk OCD adalah terapi perilaku kognitif. Namun, pada anak-anak dengan kasus yang lebih parah, terapi ini mungkin harus dikombinasikan dengan penggunaan obat-obatan. Obat antidepresan, seperti serotonin selective reuptake inhibitor (SSRI) sering digunakan untuk membantu mengurangi kecemasan. Obat-obatan ini memungkinkan anak menjadi lebih responsif terhadap terapi. 

Obat-obatan mungkin akan dikurangi atau dihentikan nantinya saat anak mempelajari keterampilan untuk mengatasi kecemasannya sendiri. Kadang-kadang jenis obat lain dapat diresepkan untuk mengendalikan gejala lekas marah atau kemarahan yang berlebihan yang mungkin mempersulit pengobatan.

Baca juga: Pastikan Rasa Takut Anak pada Kotor Bukan OCD

Kebutuhan anak yang mengidap OCD mungkin dapat berbeda-beda tergantung seberapa parah gejala yang mereka alami. Mungkin ada anak yang hanya perlu menjalani terapi kognitif, namun ada pula yang harus menjalani perawatan intensif dan penggunaan obat-obatan. Bila ibu khawatir Si Kecil mengalami tanda-tanda OCD, coba tanyakan dokter di Halodoc terlebih dahulu untuk memastikan gejalanya. Melalui Halodoc, ibu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi:
Cedars Sinai. Diakses pada 2020. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) in Children.
Child Mind Institute. Diakses pada 2020. Treatment for OCD.