Ad Placeholder Image

4 Manfaat Oolong Tea yang Baik bagi Kesehatan

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Oolong tea bantu jaga berat badan, gula darah, dan jantung tetap sehat.

4 Manfaat Oolong Tea yang Baik bagi Kesehatan4 Manfaat Oolong Tea yang Baik bagi Kesehatan

DAFTAR ISI


Bagi para pencinta teh, istilah teh oolong tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Namun, bagi sebagian orang, jenis teh ini mungkin masih terdengar baru jika dibandingkan dengan teh hijau atau teh hitam yang lebih umum dikonsumsi sehari-hari. Sebenarnya, teh oolong adalah salah satu jenis teh tradisional asal Tiongkok yang memiliki karakteristik rasa, aroma, serta manfaat kesehatan yang sangat unik dan luar biasa.

Teh oolong terbuat dari daun, tunas, dan batang tanaman Camellia sinensis. Menariknya, tanaman ini adalah spesies tanaman yang sama persis dengan yang digunakan untuk membuat teh hijau dan teh hitam. Lalu, apa yang membedakannya? Perbedaan utamanya terletak pada cara pemrosesan daun teh tersebut setelah dipanen, terutama pada tingkat oksidasi yang memengaruhi warna, rasa, dan komposisi senyawanya.

Kandungan nutrisi yang ada di dalam teh oolong menjadikannya salah satu minuman yang sangat direkomendasikan untuk mendukung kesehatan tubuh. Mulai dari membantu menjaga kesehatan jantung, mendukung proses penurunan berat badan, hingga menjaga fungsi kognitif otak. Manfaat-manfaat ini tentu sayang untuk dilewatkan jika kamu sedang mencari alternatif minuman sehat yang bisa dikonsumsi secara rutin.

Lantas, apa sebenarnya teh oolong itu, bagaimana proses pembuatannya, dan apa saja manfaat luar biasa yang bisa kamu dapatkan dengan meminumnya? Nah, mau tahu ulasan lengkapnya? Berikut penjelasan mendalam mengenai teh oolong!

Apa Itu Teh Oolong?

Secara bahasa dan botani, teh oolong adalah jenis teh semi-oksidasi. Kata “oolong” sendiri berasal dari bahasa Mandarin, wulong, yang secara harfiah berarti “naga hitam”. Nama ini kemungkinan besar merujuk pada bentuk daun teh yang panjang, gelap, dan melengkung setelah proses pengeringan, yang menyerupai naga hitam mistis dari mitologi Tiongkok kuno.

Secara klasifikasi, teh oolong berada di antara teh hijau (yang tidak dioksidasi sama sekali) dan teh hitam (yang dioksidasi sepenuhnya). Tingkat oksidasi teh oolong sangat bervariasi, berkisar antara 8 persen hingga 85 persen, tergantung pada produsen dan teknik pembuatan spesifik dari daerah asalnya. Hal inilah yang membuat teh oolong memiliki spektrum rasa yang sangat luas. Beberapa teh oolong yang teroksidasi ringan akan memiliki rasa segar yang mirip dengan teh hijau, sementara yang teroksidasi kuat akan terasa pekat dan malty seperti teh hitam.

Proses Pembuatan Teh Oolong

Kunci dari keistimewaan teh oolong adalah terletak pada teknik pemrosesannya yang kompleks dan membutuhkan keahlian tinggi. Berikut adalah tahapan umum bagaimana daun Camellia sinensis diubah menjadi teh oolong yang nikmat:

1. Pelayuan (Withering)

Setelah daun teh dipetik, daun-daun tersebut akan dijemur di bawah sinar matahari atau diangin-anginkan di dalam ruangan. Tujuannya adalah untuk menghilangkan sebagian kadar air dalam daun sehingga daun menjadi lebih layu dan lemas. Proses ini sangat krusial untuk mempersiapkan sel-sel daun memasuki tahap oksidasi.

2. Memar dan Oksidasi (Bruising and Oxidation)

Daun yang sudah layu kemudian akan diguncang, diaduk, atau digulung dengan lembut. Gesekan ini membuat tepi daun sedikit memar, sehingga enzim di dalam daun bereaksi dengan oksigen di udara (oksidasi). Pembuat teh harus sangat teliti mengontrol waktu dan suhu pada tahap ini. Begitu tingkat oksidasi yang diinginkan tercapai, proses ini harus segera dihentikan.

3. Pemanasan (Fixation/Kill-Green)

Untuk menghentikan proses oksidasi, daun teh akan dipanaskan dengan cepat, biasanya dengan cara disangrai di dalam wajan panas atau dipanggang. Pemanasan ini menonaktifkan enzim penyebab oksidasi, mengunci rasa dan aroma spesifik yang telah terbentuk pada tahap sebelumnya.

4. Penggulungan (Rolling)

Daun yang telah dipanaskan kemudian digulung menjadi bentuk memanjang atau digulung erat menyerupai bola-bola kecil. Proses penggulungan ini membantu mengeluarkan minyak esensial dari dalam daun, yang nantinya akan memberikan kedalaman rasa saat diseduh dengan air panas.

5. Pengeringan dan Pemanggangan (Drying and Roasting)

Langkah terakhir adalah pengeringan penuh untuk memastikan tidak ada sisa kelembapan yang bisa membuat teh berjamur. Beberapa jenis oolong premium juga melalui proses pemanggangan tambahan (roasting) dengan arang untuk memberikan profil rasa smoky atau karamel yang khas.

Perbedaan Teh Oolong dengan Teh Lainnya

Untuk lebih memahami posisi teh oolong di antara teh lainnya, kamu perlu mengetahui tingkat oksidasinya. Oksidasi adalah reaksi kimia yang terjadi saat daun teh terpapar oksigen, yang merubah warna daun dari hijau menjadi cokelat atau hitam.

Teh hijau diproses tanpa oksidasi. Sesaat setelah dipetik, daun teh langsung dipanaskan untuk menghentikan enzim. Itulah mengapa teh hijau mempertahankan warna hijau terangnya dan kaya akan antioksidan jenis catechin, terutama EGCG. Di sisi lain, teh hitam dibiarkan teroksidasi sepenuhnya hingga daun berubah menjadi hitam pekat. Proses ini mengubah katekin menjadi theaflavin dan thearubigin, yang memberikan rasa kuat pada teh hitam.

Nah, teh oolong adalah jembatan di antara keduanya. Karena teroksidasi sebagian, teh oolong mengandung kombinasi antioksidan dari teh hijau dan teh hitam. Keseimbangan ini yang membuat teh oolong memiliki efek kesehatan yang sering diklaim lebih komprehensif.

Kandungan Nutrisi Teh Oolong

Kebaikan teh oolong bagi kesehatan tentu tidak lepas dari kandungan nutrisi dan senyawa aktif di dalamnya. Dalam setiap cangkir teh oolong yang diseduh, kamu tidak hanya meminum air bernilai rasa, tetapi juga menyerap berbagai vitamin, mineral, dan antioksidan penting.

Berikut adalah profil nutrisi utama yang terdapat dalam satu cangkir teh oolong (sekitar 240 mililiter):

  • Fluoride: Sekitar 5 hingga 24 persen dari kebutuhan harian, sangat baik untuk kesehatan gigi.
  • Mangan: Sekitar 26 persen dari kebutuhan harian, penting untuk metabolisme enzim dan tulang.
  • Kalium, Magnesium, dan Natrium: Mineral elektrolit yang hadir dalam jumlah kecil namun mendukung hidrasi.
  • Kafein: Sekitar 36 miligram, lebih rendah dari kopi, namun cukup untuk memberikan dorongan energi.
  • L-Theanine: Asam amino langka yang memberikan efek relaksasi pada otak tanpa menyebabkan kantuk.

Selain vitamin dan mineral, bintang utama dalam teh oolong adalah senyawa antioksidan polifenol. Teh oolong mengandung theaflavin, thearubigin, dan EGCG (Epigallocatechin gallate). Kombinasi senyawa-senyawa inilah yang bertanggung jawab atas berbagai manfaat medis dari teh oolong.

Manfaat Teh Oolong bagi Kesehatan

Rutin mengonsumsi teh oolong memberikan dampak positif jangka panjang bagi berbagai organ tubuh. Berikut adalah penjabaran lengkap mengenai ragam manfaat teh oolong bagi kesehatan:

1. Membantu Menurunkan dan Menjaga Berat Badan

Banyak orang mencari teh oolong sebagai pendamping diet. Hal ini bukan tanpa alasan. Kombinasi kafein dan polifenol dalam teh oolong terbukti dapat meningkatkan laju metabolisme basal tubuh dan mempercepat oksidasi lemak. Polifenol dalam oolong membantu menghambat enzim yang membangun lemak di dalam tubuh. Dengan kata lain, minum teh oolong sebelum atau sesudah berolahraga dapat membantu tubuh membakar lebih banyak kalori.

2. Menjaga Kesehatan Jantung

Penyakit kardiovaskular adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia. Konsumsi teh oolong secara teratur dapat membantu menurunkan risiko masalah jantung dengan cara menurunkan tekanan darah serta menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Antioksidan dalam teh ini juga membantu memperbaiki fungsi endotel (lapisan pembuluh darah), yang memengaruhi kelancaran aliran darah.

3. Mengoptimalkan Fungsi Otak dan Mencegah Demensia

Kandungan kafein dalam teh oolong dapat memblokir neurotransmitter penghambat adenosin, yang secara otomatis akan meningkatkan pelepasan dopamin dan norepinefrin. Hasilnya adalah kewaspadaan mental dan konsentrasi yang lebih tajam. Lebih dari itu, asam amino L-Theanine dalam teh oolong membantu meningkatkan produksi gelombang otak alpha, yang memicu efek tenang. Kombinasi keduanya membuat pikiran menjadi jernih dan rileks. Studi juga menunjukkan lansia yang rutin minum teh memiliki risiko penurunan kognitif yang lebih lambat.

Tips Menikmati Teh Oolong dengan Sehat
  1. Hindari menambahkan gula pasir, susu kental manis, atau pemanis buatan agar manfaat antioksidannya tidak rusak dan tidak menyumbang kalori kosong.
  2. Jangan minum teh saat perut benar-benar kosong di pagi hari, karena dapat memicu peningkatan asam lambung bagi sebagian orang.
  3. Beri jeda sekitar satu jam setelah makan berat sebelum minum teh oolong agar tidak mengganggu penyerapan zat besi dari makanan.

4. Membantu Mencegah Diabetes Tipe 2

Kandungan antioksidan polifenol dipercaya dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Resistensi insulin adalah akar penyebab diabetes tipe 2. Dengan rutin mengonsumsi oolong (tanpa gula), sel-sel tubuh dapat merespons insulin dengan lebih baik, sehingga glukosa dari makanan dapat segera diubah menjadi energi alih-alih menumpuk di dalam darah. Jika kamu memiliki gejala diabetes atau gangguan metabolisme lain, penting untuk konsultasi dokter di Halodoc guna mendapatkan penanganan medis yang tepat.

5. Memperkuat Kepadatan Tulang dan Gigi

Minum teh oolong dapat membantu memperkuat gigi dan tulang. Hal ini berkat tingginya kadar fluoride alami yang berasal dari daun teh, serta magnesium dan kalsium yang membantu penyerapan nutrisi ke dalam tulang. Mengonsumsi teh oolong secara teratur dikaitkan dengan risiko patah tulang dan osteoporosis yang lebih rendah pada lansia, serta membantu mengurangi pembentukan plak bakteri penyebab gigi berlubang.

6. Meringankan Masalah Kulit seperti Eksim

Polifenol dalam teh oolong tidak hanya bekerja di dalam organ internal, tetapi juga dapat bermanfaat untuk meredakan peradangan alergi pada kulit, seperti eksim (dermatitis atopik). Efek anti-alergi dan anti-inflamasinya membantu meredakan gatal dan kemerahan. Jika kamu sedang berjuang melawan peradangan kulit, kamu juga bisa beli vitamin atau suplemen kesehatan kulit online di Halodoc untuk memaksimalkan asupan nutrisi harianmu, di mana produk dijamin 100% asli dan langsung diantar ke rumah.

Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Meskipun teh oolong adalah minuman yang sangat menyehatkan, konsumsi secara berlebihan tetap dapat menimbulkan efek samping tertentu, sebagian besar berkaitan dengan kandungan kafeinnya. Beberapa risiko yang mungkin timbul jika dikonsumsi lebih dari 4-5 cangkir sehari antara lain:

  • Insomnia dan Gelisah: Kafein dapat mengganggu pola tidur jika diminum terlalu dekat dengan waktu tidur malam.
  • Jantung Berdebar: Sensitivitas terhadap kafein bisa memicu detak jantung berdebar cepat atau palpitasi.
  • Gangguan Penyerapan Zat Besi: Senyawa tanin dalam teh dapat mengikat zat besi dari makanan nabati, sehingga menghambat penyerapannya di usus. Hal ini perlu diwaspadai oleh penderita anemia kronis.
  • Sakit Kepala dan Pusing: Efek diuretik ringan dari kafein bisa menyebabkan dehidrasi jika tidak diimbangi dengan minum air putih yang cukup.

Bagi ibu hamil dan menyusui, sangat disarankan untuk membatasi asupan kafein dari segala sumber, termasuk teh oolong, tidak lebih dari 200 miligram per hari (setara dengan sekitar maksimal 2-3 cangkir teh oolong seduh).

Studi Mengenai Khasiat Teh Oolong

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa konsumsi rutin ekstrak teh oolong secara signifikan dapat meningkatkan metabolisme lipid dan membantu mengontrol obesitas.

Penelitian klinis tersebut menemukan bahwa pria sehat yang mengonsumsi teh oolong mengalami peningkatan pengeluaran energi (kalori yang terbakar) sebesar 2,9% hingga 3,4% lebih banyak dalam sehari dibandingkan mereka yang hanya minum air putih. Temuan ini menegaskan peran teh oolong sebagai minuman pendukung diet sehat yang efektif jika dibarengi dengan pola hidup aktif.

Apabila kamu mengalami gangguan kesehatan lambung, insomnia parah, atau palpitasi setelah minum teh berkafein, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum melanjutkannya. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami dengan mudah melalui layanan kesehatan jarak jauh.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2024. What Is Oolong Tea and What Benefits Does It Have?
WebMD. Diakses pada 2024. Health Benefits of Oolong Tea.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Caffeine: How much is too much?
NCBI – National Institutes of Health. Diakses pada 2024. Beneficial effects of oolong tea consumption on diet-induced overweight and obese subjects.
Medical News Today. Diakses pada 2024. What to know about oolong tea.

FAQ

1. Apakah teh oolong aman diminum setiap hari?

Ya, teh oolong aman dan sangat dianjurkan untuk diminum setiap hari bagi orang sehat. Batas aman konsumsi yang disarankan adalah 2 hingga 3 cangkir sehari untuk mendapatkan manfaat antioksidan yang optimal tanpa efek samping dari kelebihan kafein.

2. Kapan waktu terbaik untuk minum teh oolong?

Waktu terbaik minum teh oolong adalah pada pagi hari atau siang hari untuk memberikan suntikan energi. Jika tujuannya untuk pencernaan, minumlah sekitar 45-60 menit setelah makan. Hindari minum menjelang tidur agar tidak mengalami gangguan tidur.

3. Apakah teh oolong mengandung kafein tinggi?

Teh oolong mengandung kafein moderat, yaitu sekitar 30-40 miligram per cangkir. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan secangkir kopi (sekitar 95 miligram) namun lebih tinggi daripada secangkir teh hijau (sekitar 25-30 miligram).

4. Bisakah teh oolong membantu menurunkan berat badan?

Kombinasi kafein dan senyawa polifenol di dalamnya terbukti secara ilmiah dapat mempercepat metabolisme tubuh dan membantu mengoksidasi lemak dengan lebih baik, sehingga sangat baik untuk mendukung program penurunan berat badan.