• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Penanganan untuk Bantu Meredakan GERD
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Penanganan untuk Bantu Meredakan GERD

4 Penanganan untuk Bantu Meredakan GERD

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 07 April 2021
4 Penanganan untuk Bantu Meredakan GERD

Halodoc, Jakarta - GERD adalah gangguan pencernaan yang memengaruhi cincin otot antara kerongkongan dan perut. Cincin ini disebut sfingter esofagus bagian bawah (LES). Jika kamu memilikinya, maka gejala yang terasa yaitu mulas atau gangguan pencernaan asam.



Beberapa orang mengidap GERD karena adanya kondisi yang disebut hernia hiatal. Dalam kebanyakan kasus, seseorang bisa meredakan gejala melalui perubahan pola makan dan gaya hidup. Tapi beberapa orang mungkin memerlukan pengobatan atau bahkan tindakan operasi. 


Baca juga: Alasan Penyakit GERD Bisa Memicu Sakit Tenggorokan


Penanganan untuk Meredakan GERD


Jika mengalami gejala GERD, segeralah hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. GERD adalah kondisi yang dapat diatasi dengan perubahan pola hidup dan mengonsumsi obat-obatan sesuai resep dokter.


Dokter mungkin akan merekomendasikan agar kamu memodifikasi gaya hidup dan obat-obatan yang dijual bebas. Namun, umumnya beginilah penanganan meredakan GERD:


1. Obat-obatan yang Dijual Bebas

  • Antasida untuk menetralkan asam lambung. 
  • Pengobatan untuk mengurangi produksi asam. Obat-obatan ini termasuk simetidin.
  • Obat yang menghalangi produksi asam dan menyembuhkan kerongkongan. Obat-obatan ini dikenal sebagai penghambat pompa proton.


2. Obat Resep


Penanganan obat resep untuk GERD, di antaranya:

  • Penghambat reseptor H-2 dengan kekuatan resep. Ini termasuk famotidine (pepcid) dan nizatidine.
  • Penghambat pompa proton berkekuatan resep.
  • Obat untuk memperkuat sfingter esofagus bagian bawah.


3. Perubahan Pola Makan dan Gaya Hidup


Ada beberapa perubahan yang disarankan dokter dalam gaya hidup untuk menangani gejala GERD:

  • Hindari makanan dan minuman pemicu, antara lain coklat, makanan berlemak, kafein, dan minuman beralkohol.
  • Terapkan pola makan yang sehat dengan nutrisi seimbang. 
  • Makan dalam porsi kecil. Hal ini bisa membantu mengontrol gejala GERD.
  • Makan secara perlahan. Sebisa mungkin luangkan waktu setiap kali makan.
  • Kunyah makanan secara menyeluruh. 
  • Berhenti merokok.
  • Tinggikan kepala saat tidur.
  • Pertahankan berat badan yang sehat.
  • Kenakan pakaian longgar.


Baca juga: Agar Tak Salah, Ini 5 Tips Mencegah GERD


4. Pembedahan dan Prosedur Lainnya


GERD adalah penyakit yang bisa dikontrol dengan obat-obatan. Namun, apabila obat tidak membantu atau ingin menghindari penggunaan obat jangka panjang, maka tindakan pembedahan akan direkomendasikan.

  • Fundoplication. Dokter bedah membungkus bagian atas perut di sekitar sfingter esofagus bagian bawah, untuk mengencangkan otot dan mencegah refluks. 
  • Perangkat LINX. Perangkat linx adalah susunan magnet kecil yang membentuk konfigurasi melingkari pintu lambung dan kerongkongan. Daya tarik magnet antara manik-manik cukup kuat untuk menjaga agar katup tetap tertutup untuk mencegah refluks asam lambung, namun cukup lemah sehingga memungkinkan dilewati oleh makanan. makanan melewatinya. 
  • Fundoplication tanpa sayatan transoral. Prosedur ini melibatkan pengencangan sfingter esofagus bagian bawah dengan membuat lapisan parsial di sekitar esofagus bagian bawah menggunakan pengencang polipropilen. 


GERD yang Tidak Ditangani Bisa Berakibat Fatal


GERD adalah gejala kronis yang berhubungan dengan mulas disebabkan oleh asam lambung yang naik ke kerongkongan, yaitu bagian tubuh yang berguna untuk menyalurkan makanan ke lambung.


Gangguan ini dapat menimbulkan perasaan mulas sesekali dan tidak membahayakan. Namun, jika kamu merasakan gejala tersebut lebih sering dan tidak mendapatkan pengobatan, beberapa dampak buruk akan terjadi.


Baca juga: Selalu Kambuh, Maag Jadi Penyakit Susah Sembuh?


GERD juga mengacu pada beberapa komplikasi medis yang dapat timbul dari asam lambung yang naik ke atas akan menyebabkan gangguan yang serius. Alasannya, GERD adalah penyakit yang dapat mengakibatkan peradangan pada lapisan esofagus, bahkan berpotensi mempersempitnya.


Selain itu, asam lambung juga dapat mengubah sel-sel lapisan esofagus yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker pada area tersebut. Jika kamu didiagnosis terhadap penyakit asam lambung tersebut, ada baiknya untuk mendapatkan pemeriksaan rutin. Dengan begitu, segala dampak buruk yang dapat terjadi mampu dihindari.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Gastroesophageal reflux disease (GERD)
WebMD. Diakses pada 2021. GERD