• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Tips Mengajari Anak untuk Hemat sejak Usia Dini

4 Tips Mengajari Anak untuk Hemat sejak Usia Dini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Setiap orangtua pasti ingin anaknya sukses dalam segala hal, termasuk dalam mengelola keuangan dengan baik. Sebenarnya, sama seperti aspek kehidupan lain, sikap hemat juga bisa diajarkan oleh orangtua pada anak sejak usia dini, lho. 

Terlebih, orangtua adalah “sekolah” pertama, tempat Si Kecil belajar segala sesuatu, sebelum akhirnya masuk ke lingkungan sosial yang lebih besar. Jadi, sebelum menghadapi berbagai tantangan kehidupan, orangtua perlu membekali Si Kecil dengan berbagai keterampilan. Salah satunya keterampilan berhemat.

Baca juga: Seberapa Besar Pengaruh Pola Pikir Ibu Terhadap Anak?

Begini Cara Mengajari Anak Berhemat

Selain mengenalkan tentang apa itu uang, penting bagi orangtua untuk mengajarkan Si Kecil cara berhemat dan menggunakan uang dengan bijak. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba:

1.Jelaskan Bahaya Sikap Boros

Sedini mungkin, jelaskan pada Si Kecil tentang bahaya memiliki sikap boros. Meski uang bukanlah segalanya, sikap boros dan suka menghamburkan uang untuk hal yang tidak penting dapat membuat hidup jadi sulit di kemudian hari. 

Tentu saja, orangtua perlu menjelaskan dengan bahasa yang sederhana. Misalnya, jelaskan bahwa jika ia punya uang lalu langsung dihabiskan untuk membeli mainan, ia jadi tidak punya uang lagi untuk membeli hal lain yang lebih penting atau lebih diinginkan. 

2.Beritahu dari Mana Uang Berasal

Anak-anak sering kali polos dan menganggap bahwa uang berasal dari bank, atau dari ayah dan ibunya, tetapi tidak tahu dari mana sebenarnya asalnya. Jadi, jelaskan pada anak bahwa untuk bisa mendapatkan uang, ia harus bekerja atau berusaha melakukan sesuatu dengan tekun. 

Beritahu ia juga bahwa ia tidak bisa mendapatkan uang dengan cuma-cuma tanpa bekerja. Jadi, saat memiliki uang, ia harus bisa menghargainya. Orangtua bisa melatihnya dengan memintanya untuk membantu pekerjaan rumah yang ringan. 

Misalnya, membantu membuat kue atau cokelat dan kemudian menjualnya. Saat Si Kecil mengerti bahwa mendapatkan uang butuh upaya, ia akan jadi lebih menghargai uang dan orangtua bisa mengajarkannya pentingnya berhemat.

Baca juga: Usia yang Tepat untuk Mulai Pendidikan Seks pada Anak

3.Ajarkan Bedanya Kebutuhan dan Keinginan

Anak mungkin sering minta belikan mainan atau sepeda baru, atau hal-hal lain yang diinginkan. Padahal, ia mungkin tidak terlalu membutuhkannya. Jadi, sejak dini ajarkanlah cara membedakan mana kebutuhan dan keinginan. 

Orangtua dapat mengatakan pada anak bahwa kebutuhan adalah sesuatu yang harus dimiliki untuk bertahan hidup, seperti makanan, air, dan tempat tinggal. Jelaskan juga bahwa keinginan adalah sesuatu yang ingin dimiliki, tetapi jika tidak dimiliki pun tidak apa-apa.

Jelaskan bahwa tidak semua hal yang diinginkan bisa dimiliki. Membeli mainan yang diinginkan sesekali mungkin tidak masalah. Namun, jika wanti ia untuk tidak selalu meminta mainan, karena itu bukanlah kebutuhan utama.

4.Buatkan Tabungan atau Celengan

Sedini mungkin, kenalkan anak pada kebiasaan menabung. Katakan bahwa uang yang dimilikinya sebaiknya jangan dihabiskan. Sisihkan juga untuk ditabung, untuk digunakan di kemudian hari. 

Sebagai langkah awal, kamu bisa membelikannya celengan yang memiliki bentuk lucu. Lalu, minta ia untuk menyisihkan uang jajannya dan memasukkannya ke sana. Jika sudah mulai terkumpul, ajak anak ke bank untuk membuka rekening khusus anak-anak. 

Baca juga: Hubungan Ayah dan Anak Renggang, Ibu Lakukan Ini

Itulah sedikit tips mengajarkan anak untuk hemat sejak usia dini. Tentu saja, orangtua juga perlu ikut menerapkan hidup hemat, agar anak bisa mencontohnya. Jika kamu hanya menyuruh anak berhemat, tetapi kamu malah boros, anak tentu jadi bingung. 

Mengajarkan anak untuk hemat sedini mungkin sangat penting bagi kehidupannya saat dewasa nanti. Kalau kamu butuh saran pengasuhan lainnya dari ahli, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada psikolog anak, kapan dan di mana saja. 

Referensi:
Parents. Diakses pada 2020. 5 Real-Life Finance Lessons for Kids.
Consumer Financial Protection Bureau. Diakses pada 2020. Talking About Money Choices, Big and Small.