• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Cara Mencegah Anak agar Tidak Menjadi Narsistik

5 Cara Mencegah Anak agar Tidak Menjadi Narsistik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Percaya atau tidak, gangguan kepribadian narsistik atau narcissistic personality disorder bisa terbentuk akibat pola asuh orangtua. Meski seperti gangguan kepribadian lainnya yang penyebab pastinya tidak bisa diketahui, narsistik diyakini bisa dipicu oleh faktor genetik dan lingkungan, salah satunya adalah pengasuhan dari orangtua di masa kecil. 

Perlu diketahui bahwa narsistik adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan menganggap dirinya jauh lebih penting dari orang lain, haus dipuji dan dielu-elukan, benci dikritik, dan punya empati yang rendah terhadap orang lain. Anak yang diasuh oleh orangtua yang berlebihan memberi pujian atau justru kurang kasih sayang, dapat memiliki risiko mengalami gangguan kepribadian ini di kemudian hari. 

Baca juga: Percaya Diri atau Narsistik? Ketahui Bedanya

Agar Anak Tidak Menjadi Narsistik

Seperti disebutkan tadi, pola asuh dan perilaku orangtua, bisa berpengaruh terhadap peningkatan risiko narsistik pada anak. Misalnya, dengan berlebihan memuji anak, menekankan keistimewaan, terlalu mengkritisi rasa takut dan kegagalan. Jika bisa dipicu oleh pola asuh orangtua, tentunya narsistik pada anak bisa dicegah. 

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua:

1.Hindari Memuji Anak Berlebihan

Pada dasarnya anak suka dipuji, dan memberi pujian pada anak ketika ia melakukan hal yang baik itu bisa membuatnya termotivasi untuk jadi lebih baik lagi. Memang benar, tetapi orangtua juga sebaiknya tidak berlebihan dalam memuji anak. Terutama pada hal-hal kecil yang seharusnya sudah jadi kewajiban anak, bukanlah sebuah pencapaian. 

2.Jangan Terlalu Sering Memberi Kritik Negatif

Sering kali orangtua takut anaknya gagal, sehingga kemudian menekannya dan memberi kritikan, mungkin dengan maksud ingin anak lebih berkembang. Namun, terlalu sering memberi kritik negatif pada anak juga dapat membuatnya merasa buruk tentang dirinya sendiri. Hal ini akhirnya akan membuatnya mengembangkan narsisme sebagai mekanisme pertahanan dirinya. 

Baca juga: Orangtua Berpotensi Memunculkan Gangguan Kepribadian Narsistik pada Anak

3.Hindari Sikap Over Protektif

Over protektif dan terlalu terobsesi dengan anak di satu sisi membuat anak merasa tertekan, tetapi di sisi lain membuat anak menciptakan sikap narsistik dalam dirinya. Hal ini karena ia selalu dianggap penting, dilindungi, dan didahulukan oleh orangtuanya, sehingga ketika dewasa, tanpa sadar ia jadi ingin orang lain juga bersikap seperti itu padanya. 

4.Jangan Jadi Orangtua yang Narsis

Anak adalah peniru ulung. Terkadang tanpa orangtua diktekan, anak bisa melihat bagaimana perilaku orangtua, dan menganggapnya sebagai hal yang benar lalu menirunya. Jadi, jika orangtua ingin anak tidak narsistik, janganlah menunjukkan perilaku narsis, seperti merasa selalu ingin dipuji dan diutamakan.

Baca juga: Enggak Mau Dengar Kritik, Ciri Gangguan Kepribadian Narsistik

5.Ajarkan Empati

Pengidap gangguan kepribadian narsistik biasanya punya rasa empati yang rendah terhadap orang lain. Oleh karena itu, untuk mencegah agar gangguan ini tidak terjadi pada anak, ajarkanlah empati pada anak sedini mungkin. Bisa dengan cara menanamkan bahwa setiap orang punya keistimewaan dan kekurangan masing-masing, atau mengajaknya melakukan kegiatan amal. Dengan begitu, anak bisa tumbuh jadi pribadi yang bisa menghargai dan menghormati orang lain. 

Itulah beberapa tips untuk mencegah agar anak tidak mengalami gangguan kepribadian narsistik. Jika ada hal yang masih belum jelas atau butuh saran pengasuhan anak, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada psikolog anak, kapan dan di mana saja. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Narcissistic Personality Disorder.
US National Library of Medicine. Diakses pada 2020. Narcissistic Personality Disorder.
Psychology Today. Diakses pada 2020. What Three Factors Predict If a Child Will Become a Narcissist?