• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Dampak Keguguran pada Mental yang Harus Ditangani
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Dampak Keguguran pada Mental yang Harus Ditangani

5 Dampak Keguguran pada Mental yang Harus Ditangani

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 27 Oktober 2022

“Keguguran pada wanita dapat menyebabkan gangguan mental dan perlu mendapatkan penanganan segera. Salah satu dampak buruk dari keguguran yang bisa terjadi adalah depresi.”

5 Dampak Keguguran pada Mental yang Harus Ditangani5 Dampak Keguguran pada Mental yang Harus Ditangani

Halodoc, Jakarta – Keguguran yang terjadi pada wanita dapat menimbulkan banyak dampak buruk, baik secara fisik maupun mental. Perasaan kehilangan, ditambah rasa bersalah dapat menjadi salah satu faktor yang membuat kondisi mental menjadi tidak stabil.

Maka dari itu, semua perasaan negatif tersebut perlu diatasi sesegera mungkin agar tidak berlarut-larut. Ada beberapa gangguan mental yang mengancam jika tindakan segera tidak dilakukan.

Dampak Buruk pada Mental yang Bisa Terjadi Akibat Keguguran

1. Citra Diri yang Buruk

Salah satu dampak buruk dari keguguran bagi mental adalah membuat wanita menanamkan citra diri yang buruk pada diri sendiri. Hal ini dirinya merasa tidak mampu menjadi seorang wanita yang utuh, akibat tidak dapat melahirkan bayi yang utuh.

Keguguran pada kehamilan pertama dapat meningkatkan kecemasan yang cukup besar terkait kesuburan di masa depan. Meskipun pada kenyataannya, wanita yang pernah mengalami keguguran tetap bisa mendapatkan kehamilan lagi.

2. Perasaan Bersalah

Wanita yang mengalami keguguran juga dapat merasa bersalah, sebab menggambarkan ketidakmampuan dirinya dalam menjaga janin yang dikandungnya. Bahkan, beberapa wanita juga merasa jika kegagalan melahirkan ini sebagai hukuman. Seseorang dalam kondisi ini terus mencari jawaban atas kejadian ini, meski seringkali tidak menemukan jawaban yang diinginkan.

3. Post Traumatic Stress Disorder

PTSD juga termasuk dampak buruk yang terjadi akibat keguguran. Bahkan, wanita yang pernah melewati keguguran sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi alami masalah ini. Mengetahui penyebab keguguran bisa saja tidak mengurangi risiko alami kondisi stres akibat trauma ini.

Pandangan buruk tentang dunia yang berada di sekitarnya dan memiliki harga diri yang buruk juga dapat meningkatkan risiko terjadinya PTSD. Bahkan, ada kekhawatiran jika kejadian traumatis ini dapat memberikan dampak negatif pada anak yang lahir setelahnya.

4. Depresi

Menurut penelitian, 43% kasus keguguran wanita dapat menyebabkan seseorang yang mengalaminya terserang depresi. Maka dari itu, wanita pasca keguguran perlu mendapatkan perhatian khusus atau bahkan penanganan dari psikolog, apabila dirasa butuh. Terapi perilaku kognitif juga terbukti dapat membantu jika dilakukan segera setelah kehilangan.

5. Melukai Diri Sendiri

Saat gangguan mental yang dialami oleh wanita pascakeguguran tidak mendapat penanganan, risiko adalah melukai diri sendiri. Tidak jarang juga bisa membuat seseorang memiliki pikiran untuk bunuh diri. Hal ini disebabkan perasaan gagal mempertahankan janin yang dikandungnya.

Maka dari itu, setiap ibu yang baru saja mengalami keguguran, sebaiknya mendapatkan pemeriksaan mental meskipun merasa baik-baik saja. Wanita pasca keguguran bisa meluapkan segala perasaan yang timbul, sehingga psikolog dapat menilai perlu atau tidaknya mendapatkan pengobatan.

Semakin cepat kondisi yang dapat memengaruhi mental ini didiagnosis, semakin baik penanganan yang bisa dilakukan. Jangan sampai kondisi mental yang tidak stabil tersebut dibiarkan, sebab komplikasinya dapat membahayakan. Untuk para pria, pastikan untuk memperhatikan gelagat yang berbeda dari pasangannya.

Untuk para wanita yang baru saja alami keguguran, ada baiknya segera melakukan pemeriksaan. Nah, pemesanan untuk pemeriksaan ini bisa dilakukan melalui aplikasi Halodoc pada fitur janji medis. Dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa didapatkan kapan dan dimana saja melalui smartphone di tangan!

Referensi:
Open Doors. Diakses pada 2022. Emotional and psychological effects of Miscarriage.
Wikipedia. Diakses pada 2022. Miscarriage and mental illness.