Ad Placeholder Image

5 Jenis dan Gejala Hernia pada Anak yang Perlu Diketahui

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026
5 Jenis dan Gejala Hernia pada Anak yang Perlu Diketahui5 Jenis dan Gejala Hernia pada Anak yang Perlu Diketahui

DAFTAR ISI


Mendengar kata “hernia” atau turun berok, banyak orang tua secara otomatis mengasosiasikannya dengan anak laki-laki. Memang benar bahwa kondisi ini lebih sering ditemukan pada anak laki-laki karena proses penurunan testis, namun penting bagi kamu untuk mengetahui bahwa hernia juga bisa terjadi pada anak perempuan. Hernia pada anak perempuan sering kali terabaikan karena gejalanya yang terkadang samar atau lokasi benjolannya yang tidak biasa.

Kondisi ini terjadi ketika ada organ tubuh, seperti usus atau ovarium (indung telur), yang menonjol keluar melalui celah atau titik lemah pada otot dinding perut. Pada anak perempuan, titik lemah ini biasanya berada di area selangkangan atau pusar. Memahami tanda-tanda awal sangatlah krusial agar penanganan medis dapat dilakukan sesegera mungkin sebelum terjadi komplikasi yang membahayakan nyawa si kecil.

Sebagai orang tua, kamu tentu ingin memberikan perlindungan terbaik untuk kesehatan buah hati. Karena hernia pada anak perempuan merupakan masalah struktural yang tidak bisa sembuh dengan sendirinya (terutama jenis inguinal), pemantauan medis secara intensif sangat diperlukan. Jika kamu menemukan benjolan yang tidak biasa pada anak, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis awal yang akurat.

Nah, mau tahu apa saja jenis, gejala, dan langkah penanganan hernia pada anak perempuan? Berikut ulasannya!

Apa Itu Hernia pada Anak Perempuan?

Hernia secara medis didefinisikan sebagai penonjolan organ atau jaringan melalui bukaan abnormal pada dinding otot yang seharusnya menahannya. Pada anak-anak, hernia umumnya bersifat kongenital atau bawaan lahir. Artinya, celah pada dinding perut tersebut sudah ada sejak anak masih dalam kandungan dan tidak menutup dengan sempurna setelah lahir.

Pada anak perempuan, hernia yang paling sering terjadi adalah hernia inguinal. Meskipun mekanismenya berbeda dengan anak laki-laki, prinsip dasarnya serupa. Jika pada anak laki-laki lubang tersebut berfungsi sebagai jalan turunnya testis, pada anak perempuan terdapat struktur yang disebut ligamentum teres uteri (jaringan yang menyangga rahim) yang melewati saluran inguinal menuju bibir kemaluan (labia mayora). Jika saluran ini gagal menutup, organ seperti usus atau ovarium bisa masuk ke dalamnya.

Jenis Hernia pada Anak Perempuan

Terdapat beberapa jenis hernia yang dapat dialami oleh anak perempuan, di antaranya:

1. Hernia Inguinal

Ini adalah jenis yang paling umum. Benjolan biasanya muncul di area selangkangan atau labia (bibir kemaluan). Pada anak perempuan, organ yang sering terjebak dalam kantong hernia inguinal bukan hanya usus, tetapi juga ovarium atau saluran tuba. Kondisi ini memerlukan perhatian medis segera karena risiko kerusakan ovarium jika aliran darah terganggu.

2. Hernia Umbilikalis

Hernia ini terjadi di area pusar (umbilikus). Kamu mungkin akan melihat pusar si kecil tampak menonjol atau “bodong”, terutama saat ia menangis, batuk, atau mengejan. Berbeda dengan hernia inguinal, banyak kasus hernia umbilikalis yang dapat menutup dengan sendirinya seiring bertambahnya usia anak dan menguatnya otot perut, biasanya sebelum usia 4-5 tahun.

3. Hernia Femoralis

Meskipun jarang terjadi pada anak-anak, hernia ini muncul tepat di bawah lipat paha. Hernia femoralis lebih sering ditemukan pada perempuan dewasa, namun pada beberapa kasus langka, anak perempuan juga bisa mengalaminya. Jenis ini memiliki risiko tinggi untuk mengalami strangulasi (terjepitnya aliran darah).

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab utama hernia pada anak perempuan adalah kegagalan penutupan saluran yang disebut Canal of Nuck (setara dengan Processus Vaginalis pada laki-laki). Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan kondisi ini meliputi:

  • Kelahiran Prematur: Bayi yang lahir prematur memiliki risiko lebih tinggi karena dinding otot perut mereka belum sempat menguat dan menutup dengan sempurna.
  • Riwayat Keluarga: Jika orang tua atau saudara kandung pernah mengalami hernia saat kecil, risiko anak mengalaminya juga meningkat.
  • Kondisi Medis Tertentu: Gangguan jaringan ikat atau adanya cairan di dalam perut (asites) dapat memberikan tekanan tambahan pada dinding perut.
Tips Mengamati Benjolan pada Anak
  1. Periksa saat anak menangis atau mengejan, karena tekanan perut yang meningkat membuat benjolan lebih terlihat.
  2. Perhatikan apakah benjolan hilang atau mengecil saat anak tenang atau sedang tidur.
  3. Sentuh dengan lembut, hernia yang tidak berkomplikasi biasanya tidak menyebabkan nyeri hebat saat disentuh ringan.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Gejala utama adalah adanya benjolan yang hilang timbul di selangkangan, labia, atau pusar. Namun, ada tanda-tanda lain yang perlu kamu perhatikan:

  • Benjolan membesar saat anak aktif, menangis, atau batuk.
  • Anak tampak rewel tanpa alasan yang jelas (mungkin karena rasa tidak nyaman di area hernia).
  • Pusar yang menonjol ke luar (pada hernia umbilikalis).
  • Nyeri tekan di area benjolan.

Jika benjolan menjadi keras, merah, sangat nyeri, atau anak mulai muntah dan tidak bisa buang air besar, ini bisa menjadi tanda hernia inkarserata atau strangulata. Ini adalah keadaan darurat medis di mana organ terjepit dan aliran darahnya terputus.

Kapan Harus ke Dokter?

Kamu harus segera membawa si kecil ke dokter jika menemukan benjolan sekecil apa pun di area selangkangan atau perut. Diagnosis sedini mungkin dapat mencegah tindakan operasi darurat yang lebih berisiko. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menyarankan USG untuk melihat organ apa yang berada di dalam kantong hernia.

Untuk perawatan di rumah pasca diagnosis atau pasca operasi, pastikan kamu menjaga kebersihan area bekas luka dan memberikan nutrisi yang baik untuk mempercepat penyembuhan. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk kebutuhan vitamin atau obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter setelah tindakan dilakukan.

Studi Mengenai Hernia pada Anak Perempuan

Journal of Pediatric Surgery menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa hernia inguinal pada anak perempuan memiliki karakteristik unik karena keterlibatan ovarium dalam hampir 15-20% kasus. Temuan ini menekankan pentingnya pemeriksaan radiologi seperti USG untuk memastikan keamanan organ reproduksi sebelum tindakan pembedahan.

Studi lain dalam European Journal of Pediatrics menunjukkan bahwa meskipun angka kejadian pada perempuan lebih rendah dibanding laki-laki (rasio sekitar 1:6), risiko komplikasi pada bayi perempuan prematur tetap signifikan sehingga pemantauan ketat pasca kelahiran sangat direkomendasikan oleh para ahli bedah anak.

FAQ

1. Apakah hernia pada anak perempuan bisa sembuh sendiri?

Hernia umbilikalis (pusar) sering kali bisa sembuh sendiri sebelum anak berusia 5 tahun. Namun, hernia inguinal (selangkangan) tidak akan sembuh sendiri dan hampir selalu membutuhkan tindakan operasi untuk menutup celah otot.

2. Apa yang terjadi jika ovarium masuk ke dalam hernia?

Jika ovarium terjebak dan aliran darahnya terganggu (strangulasi), hal ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada ovarium tersebut. Itulah sebabnya hernia inguinal pada anak perempuan dianggap kondisi yang perlu penanganan serius.

3. Apakah operasi hernia pada anak perempuan aman?

Operasi hernia (herniotomi) adalah salah satu prosedur bedah yang paling umum dan rutin dilakukan pada anak-anak. Dengan teknik bedah modern dan anestesi yang aman, risiko prosedur ini tergolong rendah dibandingkan risiko jika hernia dibiarkan tanpa penanganan.

4. Bagaimana cara mencegah hernia pada anak?

Karena hernia pada anak umumnya adalah kelainan bawaan (kongenital), tidak ada cara spesifik untuk mencegahnya. Namun, memberikan nutrisi yang baik selama kehamilan dan melakukan pemeriksaan rutin setelah lahir dapat membantu deteksi dini.

Jika kamu memiliki kekhawatiran tentang benjolan pada buah hati, jangan menunda untuk mendapatkan bantuan medis. Segera konsultasikan keluhan tersebut dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Punya Keluhan Kesehatan pada Si Kecil tapi Bingung Harus Apa? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa khawatir melihat benjolan pada si kecil tapi bingung harus mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Inguinal Hernia.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Hernia in Children.
Journal of Pediatric Surgery. Diakses pada 2026. Ovarian Inguinal Hernia in Female Infants.
Healthline. Diakses pada 2026. What to Know About Hernias in Girls.
NHS UK. Diakses pada 2026. Inguinal Hernia Repair in Children.