• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Jenis Gangguan Suasana Hati yang Perlu Diketahui

5 Jenis Gangguan Suasana Hati yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
5 Jenis Gangguan Suasana Hati yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Pemeriksaan gangguan suasana hati kerap dijadikan cara buat para profesional kesehatan mengetahui jenis gangguan mental yang dialami. Misalnya untuk pengecekan apakah seseorang mengalami depresi ataupun bipolar. 

Anak-anak, remaja, dan orang dewasa biasa mengalami gangguan suasana hati. Perlu diketahui kalau anak-anak dan remaja tidak selalu memiliki gejala yang sama seperti orang dewasa. Lebih sulit mendiagnosis gangguan suasana hati pada anak-anak karena mereka tidak selalu dapat mengungkapkan perasaan mereka. Informasi selengkapnya mengenai jenis gangguan suasana hati bisa dibaca di sini!

Mengenal Jenis Gangguan Suasana Hati

Berikut ini jenis gangguan suasana hati yang paling umum terjadi:

1. Depresi Mayor

Kurangnya minat pada aktivitas yang biasa dilakukan, perasaan sedih atau putus asa, dan gejala lain yang dirasakan selama minimal dua minggu. Kondisi-kondisi ini dapat mengindikasikan kalau seseorang sedang mengalami depresi.

2. Dysthymia

Ini adalah suasana hati kronis, mood rendah, depresi, atau mudah tersinggung yang berlangsung setidaknya selama dua tahun.

3. Gangguan Bipolar

Ini adalah kondisi ketika seseorang mengalami periode depresi yang bergantian dengan periode mania atau suasana hati yang meningkat.

4. Gangguan Mood yang Berhubungan dengan Kondisi Kesehatan Lain

Banyak penyakit medis (termasuk kanker, cedera, infeksi, dan penyakit kronis) dapat memicu gejala depresi.

5. Gangguan Mood yang Diinduksi Zat

Gejala depresi yang disebabkan oleh efek obat-obatan, penyalahgunaan obat, alkoholisme, paparan racun, atau bentuk konsumsi obat-obatan lainnya.

Banyak faktor yang berkontribusi pada gangguan suasana hati. Kondisi ini kemungkinan besar disebabkan oleh ketidakseimbangan bahan kimia otak. Kemudian bisa juga perubahan hidup yang membuat stres memicu suasana hati yang tertekan. Selain itu, gangguan suasana hati juga bisa diturunkan dalam keluarga alias genetik.

Informasi selengkapnya mengenai gangguan suasana hati bisa ditanyakan langsung di Halodoc.    Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Gejala Umum dari Gangguan Suasana Hati

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, gangguan suasana hati terbagi atas beberapa jenis tergantung dari gejala dan kondisi kesehatan terkait. Berikut ini adalah gejala gangguan suasana yang paling umum:

1. Suasana hati yang terus menerus sedih, cemas, atau "kosong".

2. Merasa putus asa atau tidak berdaya.

3. Memiliki harga diri yang rendah.

4. Merasa tidak mampu atau tidak berharga.

5. Rasa bersalah yang berlebihan.

6. Berpikir tentang kematian atau bunuh diri.

7. Kehilangan minat pada aktivitas atau aktivitas biasa yang pernah dinikmati, termasuk seks.

8. Masalah hubungan.

9. Kesulitan tidur atau terlalu banyak tidur.

10. Perubahan nafsu makan dan/atau berat badan.

11. Berkurangnya energi.

12. Kesulitan berkonsentrasi.

14. Penurunan kemampuan mengambil keputusan.

15. Keluhan fisik yang sering terjadi (misalnya sakit kepala, sakit perut, atau kelelahan) yang tidak kunjung membaik dengan pengobatan.

16. Sangat sensitif terhadap kegagalan atau penolakan.

17. Lekas ​​marah, permusuhan, atau agresi.

Pada gangguan suasana hati, gejala-gejala yang disebutkan di atas tadi lebih kuat ketimbang kondisi umum. Apalagi kalau sampai gejala-gejala ini sampai mengganggu interaksi dengan keluarga, teman, komunitas, atau pekerjaan. 

Gejala gangguan suasana hati biasanya terlihat seperti kondisi lain atau masalah kesehatan mental tertentu. Jika kamu ragu dengan kondisi kesehatanmu, jangan sungkan untuk menanyakan ke Halodoc ya!

Referensi:
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Mood Disorders
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Mood Disorders