Ad Placeholder Image

5 Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Asma

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

“Ada beberapa makanan yang perlu dihindari pengidap asma karena dapat memperparah gejalanya. Contohnya susu dan produk turunannya, makanan olahan, serta buah kering.”

5 Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Asma5 Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Asma

DAFTAR ISI


Asma pada anak merupakan kondisi peradangan kronis pada saluran pernapasan yang membuat jalan napas menjadi lebih sensitif dan mudah menyempit. Saat serangan asma terjadi, anak bisa mengalami sesak napas, batuk yang memburuk di malam hari, hingga dada terasa sesak. Kondisi ini tentunya dapat mengganggu aktivitas belajar maupun bermain anak jika tidak ditangani dengan baik.

Salah satu langkah paling efektif dalam mengelola kondisi ini adalah dengan mengenali dan menghindari faktor pemicunya. Mengetahui pantangan asma pada anak sangat penting untuk menekan risiko kekambuhan dan menjaga agar fungsi paru-paru anak tetap optimal. Tanpa pencegahan yang tepat, paparan terhadap pemicu asma bisa menyebabkan serangan asma berat yang membahayakan jiwa.

Oleh karena itu, kamu sebagai orang tua wajib menerapkan pola hidup dan lingkungan yang aman untuk anak. Kamu juga perlu tahu apa saja pantangan dari segi makanan maupun paparan harian agar frekuensi serangan asma anak dapat diminimalkan semaksimal mungkin.

Nah, mau tahu apa saja daftar pantangan asma pada anak yang harus dihindari? Berikut ulasan selengkapnya!

Pantangan Makanan untuk Asma pada Anak

Meski tidak semua anak pengidap asma memiliki pantangan makanan, namun beberapa jenis makanan dan bahan tambahan pangan bisa memicu reaksi alergi yang berujung pada penyempitan saluran napas. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Makanan Mengandung Sulfit

Sulfit adalah bahan pengawet yang sering digunakan dalam industri makanan. Bagi sebagian anak dengan asma, sulfit dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu batuk atau mengi. Pantangan makanan yang kaya sulfit meliputi buah-buahan kering (seperti kismis), acar, jus kemasan dalam botol, dan beberapa camilan olahan pabrik.

2. Produk Olahan Susu Sapi

Susu sapi dan produk turunannya seperti keju dan yoghurt bisa menjadi pantangan jika anak memiliki riwayat alergi protein susu sapi. Pada anak dengan asma dan alergi susu, mengonsumsi produk ini dapat memicu produksi lendir berlebih di tenggorokan yang memicu kekambuhan asma.

3. Makanan yang Mengandung Gas

Beberapa jenis makanan seperti kol, brokoli, kubis, gorengan, dan kacang-kacangan bisa memicu penumpukan gas dalam lambung (perut kembung). Kondisi perut yang kembung akan menekan diafragma ke atas, sehingga ruang untuk paru-paru mengembang menjadi terbatas dan anak lebih berisiko mengalami sesak napas.

4. Makanan dan Minuman Dingin

Untuk beberapa anak yang memiliki saluran napas hipersensitif, mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu dingin (seperti es krim atau air es) bisa menyebabkan bronkospasme, yaitu penyempitan otot saluran napas secara tiba-tiba.

Tips Mencegah Serangan Asma di Rumah
  1. Pastikan sirkulasi udara di dalam kamar tidur anak berjalan dengan baik.
  2. Cuci sprei, sarung bantal, dan selimut dengan air panas setidaknya seminggu sekali.
  3. Ganti bantal dan kasur kapuk dengan bahan sintetis yang lebih tahan terhadap tungau debu.

Pantangan Lingkungan dan Alergen

Selain asupan makanan, pemicu serangan asma terbanyak justru datang dari polusi atau partikel di lingkungan sekitar. Berikut ini pantangannya:

1. Asap Rokok dan Polusi Udara

Asap rokok adalah pantangan mutlak dan paling berbahaya bagi anak pengidap asma. Perokok pasif memiliki risiko lebih besar untuk mengalami peradangan saluran napas. Jangan pernah membiarkan siapa pun merokok di dalam rumah atau di dekat anak. Selain itu, hindari mengajak anak keluar rumah saat tingkat polusi udara sedang tinggi.

2. Tungau Debu Rumah

Tungau debu adalah hewan mikroskopis yang hidup di perabotan kain seperti kasur, karpet, sofa, dan boneka berbulu. Kotoran dari tungau ini sangat mudah terhirup oleh anak dan langsung memicu reaksi peradangan pada saluran pernapasan.

3. Bulu Hewan Peliharaan

Jika anak memiliki alergi, protein yang ada pada sel kulit mati, air liur, dan urine hewan peliharaan (seperti kucing dan anjing) bisa menjadi alergen yang kuat. Sebaiknya jauhkan hewan peliharaan dari area kamar tidur anak.

Kapan Harus ke Dokter?

Kamu harus segera membawa anak ke dokter jika ia menunjukkan tanda-tanda serangan asma berat, seperti napas yang sangat cepat, tarikan otot dada dan leher saat bernapas (retraksi dinding dada), bibir atau kuku tampak kebiruan, hingga anak kesulitan untuk bicara atau berjalan karena sesak.

Untuk perawatan rumahan ringan atau melengkapi kebutuhan suplemen serta vitamin harian anak, kamu bisa beli obat online di Halodoc. Semua produk kesehatannya terjamin 100% asli, aman, dan langsung diantar ke depan pintu rumahmu.

Studi Mengenai Pemicu Asma pada Anak

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa faktor lingkungan, terutama paparan alergen dalam ruangan seperti tungau debu dan asap rokok sekunder, berkontribusi secara signifikan terhadap morbiditas asma pada anak-anak.

Studi ini menekankan pentingnya pengendalian lingkungan rumah sebagai terapi tambahan yang wajib dilakukan orang tua. Menjauhkan anak dari pemicu ini terbukti dapat menurunkan angka kunjungan gawat darurat dan mengurangi kebutuhan anak terhadap obat-obatan asma.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Childhood asthma.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Asthma.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Asthma in Children.
National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2024. Environmental Exposures and Asthma Exacerbations.

FAQ

1. Apakah anak penderita asma boleh makan es krim?

Sebaiknya dihindari jika anak memiliki riwayat saluran napas yang sangat sensitif terhadap suhu dingin. Namun, jika suhu dingin bukan pemicu asmanya, anak boleh mengonsumsinya secara terbatas dengan pantauan orang tua.

2. Apa olahraga yang aman untuk anak pengidap asma?

Berenang adalah salah satu olahraga yang paling dianjurkan karena udara di sekitar kolam renang biasanya hangat dan lembap, sehingga tidak mudah memicu penyempitan saluran napas.

3. Mengapa asma anak sering kambuh di malam hari?

Kekambuhan asma di malam hari bisa disebabkan oleh paparan tungau debu di kasur, suhu udara yang lebih dingin, atau posisi tidur yang membuat asam lambung mudah naik dan mengiritasi tenggorokan.

4. Apakah asma pada anak bisa sembuh total?

Asma tidak bisa disembuhkan secara total, tetapi banyak anak yang gejalanya berkurang atau bahkan hilang sepenuhnya saat mereka tumbuh dewasa jika asma dikontrol dan pantangannya dihindari dengan baik.