• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Penanganan Pertama saat Bayi Mengalami Campak

5 Penanganan Pertama saat Bayi Mengalami Campak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Campak adalah infeksi yang biasa terjadi pada masa yang disebabkan oleh virus. Tanda dan gejala campak muncul sekitar 10 hingga 14 hari setelah terpapar virus. Tanda dan gejalanya adalah demam, batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, mata meradang (konjungtivitis), bintik putih kecil dengan bagian tengah putih kebiruan dengan latar merah pada lapisan dalam mulut dan pipi, serta ruam kulit.

Campak adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus yang berkembang biak di hidung dan tenggorokan anak atau orang dewasa yang terinfeksi. Bayi juga bisa terkena campak. Bagaimana penanganan pertama saat bayi mengalami campak? Baca selengkapnya di sini!

Baca juga: Bagaimana Cara Pengobatan di Rumah Guna Mengatasi Cacar Air?

Penanganan saat Bayi Terkena Campak

Campak menyebar saat orang menghirup atau bersentuhan langsung dengan cairan yang terinfeksi virus. Bayi yang belum cukup umur mendapatkan vaksin berisiko terkena campak. Jika bayi terkena campak, seperti ini penanganan yang perlu dilakukan orangtua:

1. Imunisasi sesuai usianya. Kalau orangtua punya pertanyaan mengenai penanganan campak, bisa ditanyakan langsung ke dokter di Halodoc. Ibu bisa menanyakan apa saja dan dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik.

2. Istirahat cukup. Bayi perlu istirahat untuk memulihkan sistem tubuh melawan virus. Kurangi aktivitas fisik dan biarkan anak mendapatkan tidur yang cukup.

3. Tingkatkan asupan protein. Tubuh perlu protein untuk mengembalikan imunitas tubuh. Begitu pula dengan bayi. Ibu bisa membantu mengembalikan imun tubuh bayi dengan cara memberikan protein imun yang disebut imunoglobulin. 

4. Bayi yang yang mengidap campak butuh pengawasan dokter. Dalam beberapa kasus, campak dapat menyebabkan masalah lain, seperti infeksi telinga, croup, diare, radang paru-paru, serta iritasi dan pembengkakan otak.

5. Bayi dengan campak harus dijauhkan dari orang lain selama 4 hari setelah ruam muncul. Bagi mereka dengan sistem kekebalan yang lemah, ini harus berlanjut sampai mereka sembuh total dan semua gejala hilang.

Baca juga: Ibu, Kenali 14 Gejala Awal Penyakit Campak pada Anak

Vaksin Cara Terbaik untuk Pencegahan Campak

Cara terbaik untuk melindungi bayi dari campak adalah dengan memastikan bahwa mereka telah diimunisasi terhadap campak. Untuk kebanyakan anak, perlindungan campak adalah bagian dari vaksin campak-gondok-rubella (MMR) atau vaksin campak-gondok-rubella-varicella (MMRV) yang diberikan saat anak berusia 12 hingga 15 bulan dan diberikan lagi saat mereka berusia 4 hingga 6 tahun. 

Vaksin ini dapat diberikan kepada bayi berusia 6 bulan jika akan melakukan perjalanan internasional. Penting bagi semua bayi untuk bisa mendapatkan vaksin tepat waktu. Orang yang berisiko (seperti mereka yang sistem kekebalannya lemah) tidak bisa mendapatkan vaksin. Tetapi ketika banyak orang diimunisasi terhadap suatu penyakit, hal itu melindungi mereka dari penyakit sehingga mencegah penyebaran penyakit, dan membantu mencegah wabah.

Baca juga: Ibu, Lakukan 4 Hal Ini saat Anak Terkena Cacar Air

Bayi yang belum cukup umur untuk mendapatkan vaksin, wanita hamil, orang dengan gizi buruk atau sistem kekebalan yang lemah adalah mereka yang rentan mengalami campak. Dokter dapat memberikan suntikan antibodi campak (disebut immune globulin) kepada orang yang berisiko terkena campak. Ini paling efektif bila diberikan dalam 6 hari setelah kontak. Antibodi ini dapat mencegah campak atau membuat gejala menjadi tidak terlalu parah.

Referensi:
KidsHealth. Diakses pada 2020. Measles.
Healthy Children.org. Diakses pada 2020. Protecting Your Baby from a Measles Outbreak FAQs.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Measles.