Ad Placeholder Image

5 Resep Bubur Sumsum yang Lembut dan Mudah Dibuat

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

“Ada sejumlah resep bubur sumsum yang lembuh dan mudah kamu buat di rumah. Salah satunya seperti bubur sumsum mangga yang juga bisa menjadi menu MPASI bayi usia delapan bulan.”

5 Resep Bubur Sumsum yang Lembut dan Mudah Dibuat5 Resep Bubur Sumsum yang Lembut dan Mudah Dibuat

DAFTAR ISI


Bubur sumsum adalah salah satu hidangan tradisional Indonesia yang tidak hanya lezat, tetapi juga dikenal sangat ramah bagi sistem pencernaan. Teksturnya yang sangat lembut menjadikannya pilihan utama bagi mereka yang sedang dalam masa pemulihan setelah sakit atau bagi orang yang memiliki masalah lambung. Nama “sumsum” sendiri merujuk pada warnanya yang putih bersih dan teksturnya yang lembut menyerupai sumsum tulang.

Penting bagi kita untuk memahami bahwa makanan dengan tekstur lembut seperti bubur sumsum berperan besar dalam meringankan kerja saluran cerna. Saat lambung sedang meradang, misalnya pada penderita gastritis, mengonsumsi makanan yang keras dapat memperparah iritasi. Di sinilah resep bubur sumsum rumahan hadir sebagai solusi nutrisi yang menenangkan sekaligus mengenyangkan.

Membuat bubur sumsum di rumah memberikan keuntungan lebih, karena kamu bisa mengontrol kualitas bahan yang digunakan, mulai dari jenis tepung beras hingga kadar gula dalam kuah kincanya. Dengan bahan-bahan alami seperti santan segar dan daun pandan, kamu bisa menyajikan hidangan yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memberikan energi instan dari karbohidrat yang mudah diserap.

Nah, mau tahu apa saja pilihan resep bubur sumsum rumahan yang bisa kamu coba? Berikut ulasannya!

Manfaat Bubur Sumsum untuk Kesehatan Pencernaan

Sebelum masuk ke cara pembuatan, sebagai apoteker, saya ingin menjelaskan mengapa bubur sumsum sering direkomendasikan secara turun-temurun untuk kondisi kesehatan tertentu. Bahan utamanya, yaitu tepung beras, secara alami bersifat bebas gluten, sehingga aman bagi individu dengan sensitivitas gluten. Selain itu, nasi yang diolah menjadi bubur memiliki indeks glikemik yang cukup untuk memberikan tenaga, namun teksturnya yang hancur sempurna membuat lambung tidak perlu mengeluarkan asam lambung secara berlebihan untuk mencernanya.

Santan yang digunakan mengandung asam laurat, yang dikenal memiliki sifat antimikroba dalam dosis yang tepat. Namun, bagi kamu yang sedang membatasi lemak jenuh, santan bisa diganti dengan alternatif susu nabati lainnya. Sementara itu, gula merah atau gula aren sebagai sirup pendamping mengandung mineral seperti zat besi dan kalium dalam jumlah kecil, yang jauh lebih baik dibandingkan gula pasir putih biasa.

Tips Agar Bubur Sumsum Tidak Menggumpal
  1. Larutkan tepung beras dengan sebagian santan dalam keadaan dingin sebelum dimasak.
  2. Gunakan api kecil hingga sedang agar kematangan merata.
  3. Aduk terus tanpa henti menggunakan whisk atau spatula kayu hingga muncul letupan kecil.

1. Resep Bubur Sumsum Klasik Lembut

Ini adalah resep dasar yang paling banyak dicari. Kunci utamanya adalah perbandingan antara tepung beras dan cairan yang tepat untuk menghasilkan tekstur seperti sutra.

Bahan Bubur:

  • 100 gram tepung beras kualitas premium.
  • 800 ml santan (dari 1 butir kelapa).
  • 1 sendok teh garam halus.
  • 2 lembar daun pandan, simpulkan.

Bahan Kuah Kinca (Gula Merah):

  • 200 gram gula aren, sisir halus.
  • 200 ml air.
  • 1 lembar daun pandan.
  • Sejumput garam.

Cara Membuat:

  1. Siapkan panci, campur tepung beras dengan sebagian santan (sekitar 200 ml) dan garam. Aduk hingga benar-benar larut dan tidak ada gumpalan.
  2. Rebus sisa santan dengan daun pandan hingga mendidih sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.
  3. Masukkan larutan tepung beras ke dalam panci santan mendidih. Kecilkan api.
  4. Aduk terus hingga adonan mengental, licin, dan meletup-letup. Angkat.
  5. Untuk kuah kinca: rebus semua bahan kuah hingga mendidih dan gula larut sempurna. Saring.
  6. Sajikan bubur sumsum di mangkuk, siram dengan kuah kinca.

2. Resep Bubur Sumsum Hijau Pandan Wangi

Variasi ini sangat digemari karena aromanya yang lebih kuat dan tampilannya yang menggugah selera. Warna hijau berasal dari sari daun suji atau pandan asli, yang juga mengandung antioksidan alami.

Cara Membuat:

Proses pembuatannya sama dengan resep klasik, namun kamu perlu mengganti 100 ml santan dengan 100 ml air perasan daun pandan dan suji. Gunakan sekitar 10 lembar daun pandan yang diblender dengan air, lalu saring. Penambahan ekstrak alami ini memberikan efek relaksasi melalui aromaterapi saat kamu mengonsumsinya dalam kondisi hangat.

3. Resep Bubur Sumsum Oat (Oatmeal Sumsum)

Bagi kamu yang menginginkan asupan serat lebih tinggi namun tetap ingin merasakan sensasi bubur sumsum, variasi oat adalah pilihannya. Ini sangat cocok untuk menjaga kadar kolesterol dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Bahan:

  • 50 gram tepung beras.
  • 50 gram rolled oat yang diblender halus menjadi tepung.
  • 900 ml susu rendah lemak atau santan encer.
  • Garam secukupnya.

Metode masak tetap sama dengan mencampurkan kedua jenis tepung terlebih dahulu. Serat beta-glukan dalam oat sangat baik untuk kesehatan jantung dan membantu melancarkan pembuangan sisa makanan dari usus.

4. Resep Bubur Sumsum Beras Merah Sehat

Bubur sumsum beras merah memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibanding beras putih, sehingga lebih aman bagi kamu yang perlu mengontrol gula darah namun tetap ingin menikmati camilan tradisional.

Bahan:

Gunakan tepung beras merah organik. Teksturnya mungkin akan sedikit lebih kasar atau “berpasir” dibandingkan tepung beras putih, namun kandungan vitamin B1 dan mineralnya jauh lebih tinggi. Disarankan untuk menambah takaran cairan sekitar 10-20% karena tepung beras merah cenderung menyerap lebih banyak air.

5. Resep Bubur Sumsum untuk MPASI Bayi

Bubur sumsum sering menjadi pilihan menu MPASI karena mudah ditelan. Namun, untuk bayi di bawah 1 tahun, hindari penggunaan gula merah yang berlebihan dan pastikan santan benar-benar matang sempurna untuk mencegah gangguan pencernaan.

Peringatan Medis: Jika setelah mengonsumsi bubur sumsum anak mengalami gejala alergi seperti ruam atau perut kembung yang tidak biasa, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Kapan Bubur Sumsum Menjadi Terapi Nutrisi?

Dalam praktik farmakologi klinis, diet makanan lunak sering diresepkan untuk pasien dengan kondisi:

  • Disfagia: Kesulitan menelan akibat kondisi medis atau faktor usia.
  • Gastritis/Maag: Saat dinding lambung mengalami peradangan, makanan padat dapat memicu nyeri hebat.
  • Pemulihan Pasca Operasi: Terutama operasi saluran cerna di mana sistem usus harus mulai bekerja kembali secara perlahan.

Namun, perlu diingat bahwa jika kamu memiliki riwayat diabetes melitus, konsumsi kuah kinca harus dibatasi secara ketat atau diganti dengan pemanis rendah kalori. Jika kamu memerlukan suplemen pendukung pencernaan atau vitamin untuk masa pemulihan, kamu bisa mencari produk 100% asli dan produk diantar ke rumah melalui aplikasi kesehatan terpercaya.

Studi Mengenai Bubur Sumsum dan Diet Rendah Residu

Journal of Nutrition and Metabolism menerbitkan studi di tahun 2019 yang menjelaskan bahwa penggunaan pati beras dalam bentuk bubur yang dimasak lama secara signifikan dapat membantu pemulihan mukosa lambung yang teriritasi.

Elaborasi temuan ini menunjukkan bahwa struktur karbohidrat yang telah tergelatinisasi sempurna dalam bubur meminimalkan beban mekanis pada lambung. Hal ini sejalan dengan penggunaan bubur sumsum dalam kearifan lokal Indonesia sebagai makanan penyembuh.

Meskipun bubur sumsum sangat baik untuk pencernaan, ia tidak bisa menggantikan pengobatan medis jika keluhan kesehatanmu bersifat kronis. Jika gejala seperti nyeri ulu hati atau mual terus berlanjut meskipun sudah mengatur pola makan, segeralah berkonsultasi dengan tenaga medis profesional.

Punya Keluhan Pencernaan atau Pertanyaan Nutrisi? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa perut sering tidak nyaman setelah makan, atau ingin tahu porsi bubur sumsum yang tepat untuk dietmu? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Gastritis: Symptoms and Causes.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Tabel Komposisi Pangan Indonesia: Tepung Beras dan Gula Merah.
NCBI – Journal of Clinical Gastroenterology. Diakses pada 2026. Role of Rice-Based Diet in Digestive Disorders.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Soft Food Diet: What To Eat When You Can’t Chew.

FAQ

1. Apakah bubur sumsum aman untuk penderita asam lambung?

Ya, bubur sumsum sangat aman karena teksturnya yang lembut tidak memicu produksi asam lambung berlebih secara mekanis, asalkan tidak dikonsumsi dalam suhu yang terlalu panas.

2. Bolehkah bubur sumsum disimpan untuk dikonsumsi esok hari?

Bisa, namun teksturnya akan sedikit mengeras. Simpan dalam wadah tertutup di lemari es dan kukus kembali sebentar untuk mengembalikan kelembutannya sebelum dimakan.

3. Mengapa bubur sumsum saya terasa pahit?

Hal ini biasanya terjadi jika santan yang digunakan sudah tidak segar atau jika daun pandan direbus terlalu lama hingga sari pahitnya keluar. Pastikan menggunakan bahan yang segar.

4. Bisakah mengganti tepung beras dengan tepung terigu?

Tidak disarankan. Tepung terigu memiliki karakteristik yang berbeda dan mengandung gluten, sehingga tidak akan menghasilkan tekstur “sumsum” yang khas dan mungkin kurang ramah bagi perut yang sensitif.