
5 Resep Bubur Sumsum yang Lembut dan Mudah Dibuat
“Ada sejumlah resep bubur sumsum yang lembuh dan mudah kamu buat di rumah. Salah satunya seperti bubur sumsum mangga yang juga bisa menjadi menu MPASI bayi usia delapan bulan.”

DAFTAR ISI
- Bahan Utama: Bubur Sumsum Terbuat dari Apa Saja?
- Kandungan Nutrisi dalam Seporsi Bubur Sumsum
- Manfaat Kesehatan Mengonsumsi Bubur Sumsum
- Risiko dan Efek Samping Konsumsi Berlebihan
- Panduan Konsumsi untuk MPASI dan Penderita Asam Lambung
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Bagi masyarakat Indonesia, bubur sumsum bukanlah sekadar hidangan penutup biasa. Makanan tradisional yang memiliki tekstur sangat lembut dengan perpaduan rasa gurih dan manis ini sering kali menjadi pilihan menu untuk sarapan, makanan berbuka puasa, hingga hidangan khusus untuk orang yang sedang dalam masa pemulihan dari sakit. Namun, dari kacamata kesehatan dan nutrisi, tahukah kamu sebenarnya bubur sumsum terbuat dari apa dan bagaimana efeknya bagi tubuh?
Memahami bahan dasar pembentuk makanan yang kita konsumsi sehari-hari sangatlah penting, terutama jika kamu memiliki kondisi medis tertentu, sedang menjalani diet, atau berencana memberikannya kepada anak-anak maupun lansia. Setiap komposisi bahan dalam hidangan ini membawa dampak nutrisi masing-masing, mulai dari karbohidrat, lemak, hingga kandungan gulanya yang cukup tinggi.
Kondisi pencernaan yang sensitif atau masalah metabolik seperti diabetes membutuhkan perhatian ekstra terhadap pemilihan makanan ringan. Oleh karena itu, membedah komposisi bubur sumsum akan membantumu untuk bisa menikmati hidangan lezat ini tanpa perlu khawatir akan efek sampingnya terhadap kesehatan di masa mendatang.
Lantas, bahan apa saja yang menyusun hidangan manis nan gurih ini? Mari kita kupas tuntas komposisi utamanya, kandungan gizinya, serta bagaimana cara mengonsumsinya secara bijak demi menjaga kesehatan tubuhmu secara optimal!
Bahan Utama: Bubur Sumsum Terbuat dari Apa Saja?
Kelezatan dan kelembutan bubur sumsum tidak lepas dari kombinasi bahan-bahan tradisional yang sederhana namun kaya akan rasa. Secara umum, bubur sumsum terbuat dari empat komponen utama yang masing-masing memberikan kontribusi terhadap tekstur dan cita rasanya. Berikut adalah rinciannya:
1. Tepung Beras Putih
Bahan paling esensial dan merupakan kerangka utama dari hidangan ini adalah tepung beras. Tepung beras diperoleh dari beras putih yang ditumbuk atau digiling halus. Keunggulan utama dari tepung beras adalah sifatnya yang gluten-free atau bebas gluten. Hal ini membuat bubur sumsum menjadi hidangan yang sangat aman dikonsumsi oleh mereka yang memiliki penyakit celiac atau intoleransi terhadap gluten. Tepung beras memberikan tekstur kental dan lembut ketika dimasak bersama cairan, serta menjadi sumber karbohidrat sederhana yang sangat mudah dan cepat dicerna oleh lambung dan usus.
2. Santan Kelapa
Rasa gurih yang memanjakan lidah dari bubur sumsum berasal dari santan kelapa. Santan digunakan sebagai cairan utama untuk melarutkan dan memasak tepung beras. Santan mengandung lemak trigliserida rantai menengah (MCT) yang dapat dengan cepat diubah menjadi energi oleh tubuh. Selain itu, santan memberikan sensasi kental dan creamy yang khas. Namun, santan juga menyumbang jumlah kalori dan lemak jenuh yang cukup tinggi dalam satu porsi bubur sumsum, sehingga penggunaannya perlu diperhatikan bagi penderita kolesterol tinggi.
3. Gula Merah (Gula Aren/Gula Jawa)
Komponen ketiga yang tak kalah penting adalah saus manis yang sering disebut dengan kinca. Kinca terbuat dari larutan gula merah, baik itu gula aren maupun gula kelapa (gula jawa), yang direbus dengan air dan daun pandan. Gula merah tidak hanya memberikan rasa manis yang khas dengan aroma karamel alami, tetapi juga menyumbangkan warna cokelat yang kontras dengan putihnya bubur. Jika dibandingkan dengan gula pasir putih biasa, gula merah masih memiliki indeks glikemik yang sedikit lebih rendah dan mengandung sedikit mikronutrien seperti zat besi, kalsium, dan kalium, meskipun jumlahnya tidak terlalu signifikan untuk memenuhi kebutuhan harian.
4. Daun Pandan dan Garam
Sebagai penyempurna, daun pandan wajib dimasukkan baik ke dalam adonan bubur maupun saus kinca untuk memberikan aroma wangi yang membangkitkan selera. Sementara itu, sedikit garam ditambahkan ke dalam adonan tepung beras dan santan untuk menyeimbangkan rasa, memberikan dimensi gurih (umami) yang membuat bubur sumsum tidak terasa hambar atau membuat eneg saat dipadukan dengan saus gula yang manis.
Kandungan Nutrisi dalam Seporsi Bubur Sumsum
Setelah mengetahui bahwa bubur sumsum terbuat dari tepung beras, santan, dan gula merah, kita bisa memperkirakan profil nutrisinya. Dalam satu mangkuk ukuran sedang (sekitar 150-200 gram), bubur sumsum umumnya mengandung nutrisi sebagai berikut:
- Kalori: Sekitar 250 hingga 350 kkal, tergantung pada seberapa banyak santan dan saus gula merah yang ditambahkan. Angka ini cukup tinggi untuk ukuran camilan.
- Karbohidrat: Merupakan makronutrien dominan, bisa mencapai 40-50 gram per porsi. Karbohidrat ini sebagian besar berupa pati dari tepung beras dan gula sederhana dari kinca.
- Lemak: Berkisar antara 10-15 gram, sebagian besar merupakan lemak jenuh yang berasal dari perasan santan kelapa.
- Protein: Relatif sangat rendah, hanya sekitar 2-4 gram per porsi, karena tepung beras dan santan bukan sumber protein yang kaya.
- Serat: Sangat minim, karena tepung beras putih telah kehilangan lapisan bekatulnya yang kaya serat.
Melihat profil nutrisi ini, bubur sumsum diklasifikasikan sebagai makanan padat energi namun rendah serat dan protein. Makanan jenis ini sangat baik untuk mengembalikan energi dengan cepat, namun kurang ideal jika dijadikan makanan utama (staple food) harian secara terus-menerus tanpa pendamping protein dan serat.
Manfaat Kesehatan Mengonsumsi Bubur Sumsum
Meski sederhana, konsumsi bubur sumsum dalam takaran yang wajar dapat memberikan beberapa manfaat bagi kesehatan dan kondisi tubuh tertentu, di antaranya:
1. Sumber Energi Instan
Kombinasi antara karbohidrat sederhana dari tepung beras dan gula dari kinca membuat bubur sumsum sangat cepat dipecah oleh sistem pencernaan menjadi glukosa. Glukosa inilah yang langsung diserap aliran darah untuk digunakan sebagai energi. Oleh karena itu, hidangan ini sangat cocok dikonsumsi saat berbuka puasa guna mengembalikan kadar gula darah yang turun (hipoglikemia) setelah seharian tidak makan dan minum.
2. Ramah untuk Sistem Pencernaan
Teksturnya yang sangat halus dan ketiadaan serat kasar membuat kerja lambung dan usus menjadi sangat ringan. Bagi individu yang sedang dalam fase pemulihan setelah operasi usus, menderita diare kronis, atau radang lambung (gastritis), makanan lembut seperti bubur sumsum sering kali ditoleransi dengan lebih baik dibandingkan makanan padat yang keras atau pedas. Jika kamu memiliki masalah pencernaan yang tak kunjung membaik, segera konsultasi ke dokter Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat secara medis.
3. Aman untuk Penderita Penyakit Celiac (Bebas Gluten)
Bagi orang-orang yang tubuhnya tidak dapat menoleransi gluten (protein yang ditemukan pada gandum, barley, dan rye), mencari camilan yang aman terkadang menantang. Karena bubur sumsum murni terbuat dari tepung beras, hidangan ini 100% bebas gluten, sehingga tidak akan memicu respons peradangan autoimun pada penderita celiac maupun mereka yang sensitif terhadap gluten non-celiac.
Tips Membuat Bubur Sumsum yang Lebih Sehat
- Ganti Santan: Untuk mengurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol, kamu bisa mengganti sebagian atau seluruh santan dengan susu rendah lemak, susu almond, atau krim nabati berserat (fibercreme).
- Kurangi Porsi Gula: Kurangi takaran kinca gula merah, atau gunakan alternatif pemanis rendah kalori seperti stevia cair yang ramah untuk gula darah.
- Tambahkan Tekstur Sehat: Taburkan sedikit biji chia (chia seed) atau kacang almond iris panggang di atasnya untuk menambah asupan serat dan protein sehat.
Risiko dan Efek Samping Konsumsi Berlebihan
Di balik rasanya yang nikmat, kamu harus berhati-hati jika mengonsumsinya terlalu sering, terutama karena bahan-bahan penyusunnya dapat memicu masalah kesehatan jika tidak dikontrol.
1. Lonjakan Gula Darah (Hiperglikemia)
Kombinasi karbohidrat olahan (tepung beras) dan gula cair (kinca) memiliki indeks glikemik yang tinggi. Ini berarti makanan ini akan dengan sangat cepat menaikkan kadar gula darah sesaat setelah dimakan. Bagi penderita diabetes melitus atau resistensi insulin, konsumsi bubur sumsum porsi besar dapat membahayakan stabilitas gula darah. Lonjakan gula ini juga sering diikuti dengan penurunan gula darah yang tajam, membuat tubuh merasa lebih cepat lapar kembali dan lemas.
2. Risiko Kenaikan Berat Badan
Kalori cair dari santan dan gula kinca sangat mudah memicu surplus kalori harian tanpa memberikan rasa kenyang yang bertahan lama karena kurangnya serat dan protein. Jika dikonsumsi rutin sebagai camilan harian tanpa diimbangi aktivitas fisik, kalori berlebih ini akan disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak, meningkatkan risiko obesitas.
3. Peningkatan Lemak Darah
Santan kelapa tinggi akan lemak jenuh. Meskipun beberapa penelitian modern berpendapat bahwa lemak kelapa berbeda dengan lemak hewan, asupan lemak jenuh dalam jumlah besar dan intensitas yang sering tetap berpotensi mengganggu profil lipid darah, seperti meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan jantung.
Panduan Konsumsi untuk MPASI dan Penderita Asam Lambung
Banyak pertanyaan di masyarakat mengenai apakah hidangan ini aman untuk bayi dan penderita asam lambung. Berikut penjelasannya:
1. Bubur Sumsum untuk MPASI (Makanan Pendamping ASI)
Pada dasarnya, tepung beras adalah salah satu bahan pertama yang paling sering dikenalkan pada bayi usia 6 bulan karena teksturnya yang lembut dan sifat hipoalergeniknya. Namun, resep bubur sumsum dewasa TIDAK BOLEH langsung diberikan kepada bayi. Untuk MPASI, bubur sumsum harus dimodifikasi:
– Tanpa Gula: Bayi di bawah usia 1 tahun tidak boleh diberikan gula tambahan (termasuk gula merah) karena organ pencernaannya belum siap dan berisiko merusak pertumbuhan gigi susunya kelak.
– Santan Terbatas: Penggunaan santan peras asli dalam jumlah sangat sedikit diperbolehkan sebagai tambahan lemak MPASI, namun awasi reaksi alergi atau masalah pencernaan pada bayi. Lebih baik gunakan susu formula atau ASI sebagai pelarut tepung beras.
2. Bagi Penderita GERD dan Asam Lambung
Bagi orang dengan asam lambung (GERD), bubur tepung berasnya sendiri sangat aman dan bisa menenangkan dinding lambung yang meradang. Akan tetapi, santan yang kental merupakan salah satu makanan pemicu (trigger) melemahnya katup esofagus, yang bisa menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Jadi, jika kamu sedang dalam masa kambuh asam lambung, buatlah bubur sumsum encer tanpa santan, atau gunakan sedikit santan encer saja. Untuk menjaga saluran cerna agar tetap prima, kamu bisa beli suplemen atau vitamin pencernaan di Halodoc sesuai anjuran medis.
Studi Terkait
Journal of Nutritional Science menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa makanan berbasis tepung beras putih yang dicampur dengan pemanis cair memiliki angka Indeks Glikemik (IG) di atas 70, yang terkategori tinggi.
Studi ini menegaskan bahwa proses penggilingan beras menjadi tepung merusak struktur amilosa, sehingga enzim pencernaan dapat dengan instan mengubah pati menjadi glukosa. Oleh karena itu, para ahli gizi menyarankan agar makanan tradisional seperti ini dikonsumsi berdampingan dengan sumber protein atau dihidangkan dalam porsi kecil untuk mencegah fluktuasi kadar gula darah yang ekstrem pada orang dewasa berisiko diabetes.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Apabila kamu sering mengalami masalah pencernaan seperti kembung, begah, atau naiknya asam lambung setelah mengonsumsi makanan bersantan atau manis seperti bubur sumsum, ada baiknya gejala tersebut tidak diabaikan.
Kamu bisa mendapatkan berbagai produk vitamin dan suplemen kesehatan dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis terkait masalah gizi atau pencernaan yang sedang kamu alami melalui platform Halodoc kapan saja dan di mana saja.
Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Tabel Komposisi Pangan Indonesia.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Healthy diet – Fact sheet.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2024. Carbohydrates and Blood Sugar.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Gluten-free diet.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Is Coconut Milk Healthy?
FAQ
1. Apakah bubur sumsum terbuat dari tepung terigu?
Tidak. Bubur sumsum yang otentik dan tradisional terbuat dari tepung beras putih, bukan tepung terigu. Penggunaan tepung beras inilah yang memberikan tekstur super lembut dan lumer di mulut, serta membuatnya menjadi camilan bebas gluten yang aman bagi pencernaan sensitif.
2. Berapa kalori semangkuk bubur sumsum?
Satu porsi mangkuk sedang bubur sumsum lengkap dengan kuah kinca dan santan umumnya mengandung sekitar 250 hingga 350 kalori. Jumlah ini bisa bertambah atau berkurang secara signifikan tergantung pada seberapa banyak kuah gula merah cair dan kekentalan santan yang kamu tuangkan ke dalamnya.
3. Apakah bubur sumsum terbuat dari sumsum tulang sapi?
Sama sekali tidak. Nama “sumsum” pada hidangan ini murni merujuk pada penampilannya yang berwarna putih bersih dan memiliki tekstur sangat lunak serta bergetar, yang dinilai sangat mirip dengan sumsum tulang sapi sungguhan. Hidangan ini sepenuhnya adalah hidangan nabati (vegetarian) jika dimasak secara tradisional.
4. Bolehkah penderita diabetes makan bubur sumsum?
Penderita diabetes sangat disarankan untuk berhati-hati dan membatasi konsumsinya. Bubur sumsum terbuat dari tepung beras halus dan kuah gula merah yang memiliki indeks glikemik tinggi, sehingga dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang sangat cepat. Jika ingin mengonsumsinya, porsinya harus sangat dibatasi atau dimodifikasi menggunakan pemanis khusus penderita diabetes (seperti stevia atau sukralosa).
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.


